Obat Cinta Kedudukan

Kolom Hikmah

Obat Cinta Kedudukan

Aunur Rofiq, Penulis Kolom - detikHikmah
Jumat, 13 Mar 2026 08:00 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Dalam pandangan Islam, cinta (mahabbah) memiliki kedudukan yang tinggi dan mulia, terutama cinta kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya. Cinta ini menjadi motivasi utama dalam beribadah dan beramal saleh. Namun, cinta juga perlu disandarkan pada syariat Islam, menghindari cinta yang berlebihan pada dunia atau yang mengarah pada kemaksiatan.

Sebagaimana firman-Nya dalam surah al-Anfal ayat 2yang terjemahannya,"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal,"

Adapun maknanya adalah : Sebagian sifat mereka yang menyandang predikat mukmin sejati disebutkan di sini, yaitu; Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. dengan sebenar-benarnya, yang mantap keimanannya, adalah mereka yang apabila disebut nama Allah dengan sifat-sifat keagungan dan kemuliaan-Nya gemetar hatinya karena mereka sadar akan kekuasaan dan keagungan-Nya, dan apabila dibacakan oleh siapa pun ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah kuat imannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semakin mereka mendengar ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan, semakin kokoh keimanan mereka dan semakin mendalam rasa tunduk serta semakin bertambah pengetahuan mereka pada Allah. Dan oleh karena itu, hanya kepada Tuhan mereka senantiasa bertawakal dan berserah diri setelah berusaha keras, sehingga tidak berharap dan gentar kepada selain-Nya.

Inilah orang-orang beriman yang akan meraih kedudukan semata-mata hanya untuk Allah SWT. Berbeda dengan kondisi saat ini justru kebanyakan orang meraih kedudukan untuk kemuliaan diri maupun kelompoknya.

ADVERTISEMENT

Memang godaan pesona duniawi itu luar biasa seperti gemerlapnya perhiasan. Kita semua tahu bahwa kekuasaan itu ada kecenderungan untuk korupsi kecuali bagi orang-orang yang taat dan teguh keimanannya.

Ingatlah bahwa barang siapa yang hatinya telah dikuasai oleh rasa cinta kedudukan maka perhatiannya hanya terbatas pada pandangan manusia. Cinta kedudukan dapat menumbuhkan kemunafikan sebagaimana air menumbuhkan tanaman. Kemunafikan adalah perbedaan antara lahir dan batin dengan perkataan ataupun perbuatan.

Cinta kedudukan termasuk sesuatu yang merusak maka harus diobati dan dihilangkan dari hati, amalan penyembuh penyakit hati termasuk yang mencintai kedudukan adalah ;

• Amalan Penyembuh Hati:

* Amalan lahiriah: Salat, puasa, zakat, dan mencari rezeki yang halal.
* Amalan batiniah: Taubat, ikhlas, syukur, jujur, dan tawakal.
* Menjaga Niat: Segala amal perbuatan dinilai dari niat yang tumbuh dari dalam hati, sehingga meluruskan dan membuat niat menjadi benar adalah pekerjaan yang paling utama.

Obat cinta kedudukan yang penting adalah mengetahui fungsi adanya manusia di bumi. Manusia ada hanya untuk beribadah kepada sang pencipta. Ingatlah bahwa manusia sebagai hamba sehingga apa pun yang dikehendaki-Nya hendaklah kita meridhainya.




(erd/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads