Ramadan dan Persatuan Umat di Era Disrupsi

detikKultum Ramadan Bersama Prof. Nasaruddin Umar

Ramadan dan Persatuan Umat di Era Disrupsi

Devi Setya - detikHikmah
Senin, 09 Mar 2026 17:45 WIB
detikKultum Prof Nasaruddin Umar Eps 19, Senin (9/3/2026).
detikKultum Prof Nasaruddin Umar Eps 19, Senin (9/3/2026). Foto: Tim detikKultum
Jakarta -

Bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat persatuan dan memperbaiki hubungan sosial di tengah berbagai tantangan zaman, terutama di era disrupsi digital saat ini.

Dalam detikKultum Ramadan bertema Ramadan dan Persatuan Umat di Era Disrupsi, Prof Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa konsep umat sebenarnya memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kumpulan orang yang memeluk agama yang sama.

"Kata umat itu bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahasa Ibrani. Umat adalah konsep yang mengatur hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin, antara imam dan makmum. Keseluruhan komunitas itu yang kemudian disebut umat," ujar Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan, Senin (9/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, umat merupakan sebuah komunitas yang memiliki sistem kepemimpinan dan aturan yang mengikat seluruh anggotanya. Dalam komunitas tersebut terdapat pemimpin, pengikut, serta sistem yang mengatur hubungan di antara keduanya.

ADVERTISEMENT

"Jadi umat adalah satu komunitas yang memiliki pemimpin, memiliki makmum, dan ada sistem yang mengatur hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin," katanya.

Di era digital saat ini, menjaga persatuan umat menjadi tantangan tersendiri. Arus informasi yang begitu cepat, perbedaan pendapat yang mudah menyebar di media sosial, hingga potensi konflik di masyarakat sering kali menjadi ujian bagi keutuhan umat.

"Bagaimana menciptakan persatuan umat di era digital seperti sekarang ini? Bagaimana menjaga keutuhannya? Memang banyak godaannya," ujarnya.

Menurut Prof Nasaruddin Umar, menjadikan masyarakat Indonesia sebagai satu umat yang solid merupakan pekerjaan rumah besar yang harus terus diupayakan oleh semua pihak.

"Bagaimana menjadikan masyarakat Indonesia sebagai satu umat, inilah pekerjaan rumah kita sekarang," katanya.

Bulan Ramadan dinilai sebagai waktu yang paling tepat untuk memperkuat persatuan umat sekaligus memperbaiki hubungan sosial yang mungkin sempat terganggu.

"Ramadan adalah momen yang sangat baik untuk melakukan perbaikan dan pelayanan terhadap kehidupan sosial masyarakat. Mungkin ada bentrok, mungkin ada tawuran antar kampung, atau persoalan antar individu," ujarnya.

Melalui semangat Ramadan, masyarakat diajak untuk melupakan perbedaan dan memperkuat kebersamaan melalui berbagai aktivitas ibadah.

"Nah bulan Ramadan ini mari kita lupakan yang berbeda. Mari kita sama-sama buka puasa, sama-sama makan sahur, dan sama-sama melaksanakan salat tarawih," katanya.

"Semoga di bulan Ramadan ini Allah mengangkat martabat bangsa kita ke derajat yang tinggi, ke langit yang sulit ditandingi," pungkasnya.

Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Ramadan dan Persatuan Umat di Era Disrupsi tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!

Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).

(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads