Fase pengampunan (maghfirah) dalam bulan Ramadan secara umum diyakini jatuh pada 10 hari kedua (hari ke-11 hingga ke-20), yang berada di antara fase rahmat dan pembebasan dari api neraka. Pada fase ini, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya, sehingga umat Muslim dianjurkan memperbanyak taubat, istighfar, dan amal shaleh untuk membersihkan diri dari dosa masa lalu.
Amalan untuk Meraih Ampunan:
Pada fase 10 hari kedua ini, umat Muslim dianjurkan untuk lebih fokus bertaubat, memperbanyak istighfar, mendirikan shalat malam (tarawih/tahajud), serta bersedekah. Pengampunan ini mencakup dosa-dosa kecil, dan jika bertaubat dengan sungguh-sungguh, diharapkan mendapat ampunan atas dosa besar.
Bertaubat, Taubat dalam Islam adalah kembali kepada Allah dengan meninggalkan maksiat, menyesali perbuatan dosa, dan bertekad kuat tidak mengulanginya, guna mendapat ampunan serta membersihkan hati. Syarat taubat nashuha meliputi berhenti dari dosa, penyesalan, tekad kuat, dan mengembalikan hak sesama jika terkait manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam Surah at-Tahrim ayat 8 yang terjemahannya," Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
Maknanya : Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dari dosa besar maupun dosa kecil dengan tobat yang semurni-murninya yang melahirkan perubahan sikap dan perbuatan; mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu yang sudah ditinggalkan secata total dan memasukkan kamu dengan izin-Nya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai tanda kenikmatan yang sempurna, pada hari ketika Allah SWT. tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya, ketika dibangkitkan menuju mahsyar; sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, yang bersumber dari iman dan amal saleh mereka, sambil mereka berkata, memohon kepada-Nya. Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dengan cahaya keridaan-Mu, dan ampunilah, semua kesalahan kami di dunia; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk mengampuni dan menyelamatkan kami dari api neraka."
Istighfar, adalah permohonan ampunan kepada Allah SWT. atas dosa dan kesalahan, baik lisan maupun hati, serta bertekad tidak mengulanginya. Secara bahasa, berasal dari kata ghafara (menutupi/memaafkan). Ini adalah ibadah utama yang mendatangkan rezeki, jalan keluar dari kesulitan, dan penghapus dosa.
Dalil-Dalil Istighfar:
Al-Qur'an (Surah Nuh Ayat 10-11) :"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai".
Al-Qur'an (Surah Al-Anfal Ayat 33) : "...dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun".
Hadis Perintah Nabi Muhammad SAW) : "Wahai sekalian manusia, bertobatlah kepada Allah! Sebab, aku selalu bertobat (beristighfar) kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali" (HR. Muslim).
Hadis (Keutamaan Istighfar) : "Barang siapa memperbanyak istighfar, maka Allah melepaskan segala kesulitannya, menjadikan jalan keluar bagi kesempitannya dan mengkaruniakan rezeki dari sumber yang tidak diketahui" (HR. Ibnu Majah).
Amal saleh, adalah segala perbuatan baik yang dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah dan sesuai tuntunan Al-Qur'an serta Sunnah, memberikan manfaat bagi diri sendiri, sesama, atau lingkungan. Ia merupakan bukti keimanan dan investasi jangka panjang (pahala terus mengalir) bagi pelakunya.
Berikut ini adalah beberapa rujukan utama mengenai amal saleh dalam Al-Qur'an :
QS. An-Nahl Ayat 97: Menjelaskan janji kehidupan yang baik (hayatan tayyibah) dan pahala terbaik bagi laki-laki maupun perempuan yang beriman dan beramal saleh.
QS. Al-Kahfi Ayat 107: Menyebutkan surga Firdaus sebagai tempat tinggal bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
QS. Al-Bayyinah Ayat 7-8: Menyatakan mereka yang beriman dan beramal saleh adalah sebaik-baik makhluk dan akan mendapat balasan surga.
QS. Al-Ankabut Ayat 9: Menegaskan bahwa orang yang beriman dan beramal kebajikan akan dimasukkan ke dalam golongan orang saleh.
Semoga kita semua dapat menunaikkan ibadah puasa penuh dalam satu bulan, namun dalam sepuluh hari kedua kita akan fokus pada taubat, istighfar dan amal shaleh.
(erd/erd)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Deal Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal, MUI Kritik Keras
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
Waspada! Kurma Israel Dijual dengan Nama Berbeda