Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap dan PDF

Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap dan PDF

Kristina - detikHikmah
Kamis, 12 Sep 2024 17:01 WIB
Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap dan PDF
Ilustrasi mendengarkan khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW. Foto: Getty Images/H M Shahidul Islam
Jakarta -

Umat Islam sebentar lagi merayakan maulid Nabi Muhammad SAW tepatnya pada Senin pekan depan. Dalam rangka menyambut hari penuh hikmah tersebut, khatib bisa menyampaikan khutbah Jumat maulid Nabi Muhammad SAW pada pelaksanaan salat Jumat besok.

Maulid Nabi adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut sejumlah kitab Sirah Nabawiyah, salah satunya karya Ibnu Hisyam, Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai maulid Nabi.

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2024 terbitan Kementerian Agama RI, maulid Nabi Muhammad SAW 2024 jatuh pada Senin, 16 September 2024. Pemerintah menetapkan hari tersebut sebagai libur nasional. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 236/2024, Nomor 1/2024, dan Nomor 2/2024.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut kumpulan naskah khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW yang bisa dijadikan referensi khatib Jumat pekan ini.

Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW: Kelahiran Sang Rasul

Khutbah I

ADVERTISEMENT

Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų‹Ø§ ŲŠŲŲˆŲŽØ§ŲŲŲŠ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽŲŠŲŲƒŲŽØ§ŲŲØĻŲ Ų…ŲŽØ˛ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŽŲ‡ØŒ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŽØēŲŲŠŲ’ ؄ؐØŦŲŽŲ„ŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØŦŲ’Ų‡ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽŲ„ŲØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ØŗŲŲ„Ų’ØˇŲŽØ§Ų†ŲŲƒŲŽ. ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ØŖŲØ­Ų’Øĩؐ؊ ØĢŲŽŲ†ŲŽØ§ØĄŲ‹ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØĢŲ’Ų†ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲƒŲŽ. ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØĩŲŽŲŲŲŠŲ‘ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŽŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų„ŲŲ‡. ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų. ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ€Ų…Ų ŲƒŲŲ„Ų‘ŲŲ‡Ų Ø¨ŲŽØ´ŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ Ø¯ŲŽØ§ØĻŲŲ…ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų Ų…ŲØĒŲŽŲ„ŲŽØ§Ø˛ŲŲ…ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†. ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽØĨŲ†ŲŲ‘ŲŠ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ§ØĻؐ؄ؐ ؁ؐ؊ ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ: ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ŲƒŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.
Pada hari yang mulia ini, khatib menyeru kepada jamaah sekalian untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan semaksimal mungkin, yakni takwa dalam artian menjauhi segala larangan yang ditetapkan Allah subhanahu wa ta'ala dan menjalankan perintah-Nya. Karena dengan takwa, kita akan diberi solusi oleh Allah di setiap problematika hidup yang kita alami, juga akan ada rezeki melimpah yang datang kepada kita tanpa kita sangka-sangka.

Bulan ini adalah bulan Rabiul Awal, bulan mulia di mana penutup para nabi dan rasul dilahirkan ke dunia ini. Ya, beliaulah Baginda Besar Nabi Muhammad shallallahu 'alahi wa sallam. Nabi akhir zaman, tidak ada lagi nabi-nabi setelahnya.

Jamaah yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala,
Di bulan Maulid ini, seyogianya bagi kita untuk banyak-banyak bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala karena telah mengutus seorang nabi yang menjadi suri teladan yang mulia. Nabi diutus ke muka bumi ini tak lain adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surah al-Anbiya ayat 107:

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ŲƒŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Imam al-Baidhawi dalam kitab tafsirnya menyebutkan sebab disebutnya pengutusan Nabi Muhammad shallallahu 'alahi wa sallam sebagai rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam ialah karena diutusnya Nabi ke seluruh dunia di muka bumi ini menjadi sumber kebahagiaan dan kebaikan bagi kehidupan mereka di dunia maupun di akhirat kelak.

Imam Ibnu 'Abbas menyebutkan dalam tafsirnya, siapa yang menerima ajaran kasih sayang yang dibawa Nabi dan mensyukurinya, maka ia akan bahagia hidupnya. Sebaliknya, siapa yang menolak dan menentangnya, maka merugilah hidupnya.

Kasih sayang yang ditebarkan Nabi shallallahu 'alahi wa sallam bukanlah hanya ucapan semata, akan tetapi dalam hidup keseharian beliau praktikkan dan implementasikan dengan nyata. Kasih sayang ini bentuknya universal kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Bahkan kepada orang musyrik pun Nabi Saw berlaku santun dan mengasihi.

Tidakkah kita mengingat bagaimana dahulu Nabi shallallahu 'alahi wa sallam ketika hijrah ke Thaif untuk menghindari permusuhan dari kaumnya, namun ternyata di sana malah mendapat perlakuan yang kasar dan permusuhan yang lebih parah hingga Nabi dilempari batu.

Kala itu, malaikat penjaga gunung menawarkan kepada Nabi, apabila dibolehkan maka ia akan membenturkan kedua gunung di antara kota Thaif, sehingga orang yang tinggal di sana akan wafat semua. Namun apa sikap Nabi shallallahu 'alahi wa sallam? Nabi berucap andai mereka saat ini tidak menerima Islam, semoga anak cucu mereka adalah orang yang menyembah-Mu ya Allah! Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak tahu...

Dikisahkan juga dalam hadis riwayat ShahÄĢh Muslim, pada suatu hari, datang seorang sahabat berkata kepada Nabi, "Wahai Nabi! Doakanlah keburukan atau laknat bagi orang-orang musyrik. Kemudian Nabi menjawab, "Sungguh, aku tidaklah diutus sebagai seorang pelaknat, akan tetapi aku diutus sebagai rahmat!"

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.

Di antara sifat mulia Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam yang perlu kita teladani juga adalah sifat pemaafnya. Ingatlah kisah ketika Nabi shallallahu 'alahi wa sallam perang Uhud bersama kaum Muslimin, kala itu pamannya, Hamzah bin Abdul Muthallib ikut berperang. Di tengah peperangan, pamannya terbunuh oleh Wahsyi, seorang budak berkulit hitam. Wahsyi tidak hanya membunuhnya dengan menghunuskan pedang begitu saja dan selesai, namun ia mencabik-cabik isi perutnya juga.

Hal ini membuat Nabi shallallahu 'alahi wa sallam sangat sedih, sakit hati dan marah. Bayangkan! Paman yang begitu dicintainya wafat dengan cara mengenaskan seperti itu. Akan tetapi, ketika Wahsyi menyatakan diri di hadapan Nabi untuk masuk Islam, Nabi pun memaafkannya, meski beliau tidak mau melihat wajah Wahsyi lagi sebab akan terus mengingatkannya kepada peristiwa terbunuhnya pamannya.

Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala,

Mengenai sifat memaafkan, sungguh Allah telah berfirman dalam surat Al-A'raf Ayat 199:

ØŽŲØ°Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲŲ’ŲˆŲŽ ŲˆŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲØąŲ’ŲŲ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲ’ØąŲØļŲ’ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽØ§Ų‡ŲŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh."

Apabila kita menjadi pribadi yang memiliki sifat pemaaf, maka dapat kita rasakan lingkungan sosial di tengah-tengah masyarakat menjadi damai, tidak ada dendam yang terjadi di antara manusia. Itulah kasih sayang yang dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu 'alahi wa sallam.

Semoga di bulan Maulid ini kita dapat meneladani sifat dan akhlak mulia Rasulullah, yang mana dalam mencontoh dan menerapkan akhlaknya terdapat kemaslahatan yang akan kita dapatkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ Ø§Ų’Ų„Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØšŲŽŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲŽŲ‘Ø§ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØĸŲŠŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ’Ų…Ų. ØŖŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲŲŽØŖØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲŠŲ’Ų…

Khutbah II

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲ†Ų’ Ų„Øĸ ØĨŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲ†ŲŽŲ‘ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ Ų„ŲŽØ§ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ Ø¨ØšØ¯ŲŽŲ‡Ų. Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ
ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠŲ’ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ŲŲŽØ§Ø˛ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰: ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲØŒ ŲŠŲ°ØŖŲŽ ŲŠŲ‘ŲŲ‡Ø§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ„Ų ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų. Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø§ŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø§Ø¯Ų’ŲŲŽØšŲ’ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų’Ų„Ø¨ŲŽŲ„Ø§ŲŽØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆØ§Ų„Ų‚ŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø˛Ų‘ŲŽŲ„Ø§ŲŽØ˛ŲŲ„ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽ ŲˆŲŽØŗŲŲˆŲ’ØĄŲŽ Ø§Ų’Ų„ŲŲØĒŲŽŲ†Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØˇŲŽŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų’Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŲŠŲ’ØŗŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ ØŽØĸØĩŲ‘ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŗŲŽØ§ØĻŲØąŲ Ø§Ų’Ų„Ø¨ŲŲ„Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšØ§Ų…Ų‘ŲŽØŠŲ‹ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ
Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŖŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØĒŲ‘ŲØ¨ŲŽØ§ØšŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„ŲŽ Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØŦŲ’ØĒŲŲ†ŲŽØ§Ø¨ŲŽŲ‡Ų. ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØĸØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲ‰ Ø§Ų’Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ. ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲ°Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų’Ų„ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ’ØĒØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų’Ų„Ų‚ŲØąŲ’Ø¨Ų‰ŲŽ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų’Ų„ŲŲŽØ­Ų’Ø´Ø§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØŒ ŲˆŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ

Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW: Meneladani Akhlak Nabi

Khutbah I

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØŒ ŲˆŲŽØ¨ŲŲ‡Ų Ų†ŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŲ…ŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†ŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽØ´Ų’ØąŲŽŲŲ Ø§Ų’Ų„ØŖŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŲŠŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØŒ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų°Ų„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„ØĒŲ‘ŲŽØ§Ø¨ŲØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ØĨŲŲ„Ų‰ŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†ŲØŒ ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡ Ų„ŲŽØ§Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų Ø§Ų’Ų„Ų…ŲØ¨ŲŲŠŲ’Ų†. ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ€Ų…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų ØĩØ§Ø¯ŲŲ‚Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØšŲ’Ø¯Ų Ø§Ų’Ų„ØŖŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†. ØŖŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ§ØļŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. Ø§ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚ŲŽŲ‘ ØĒŲŲ‚ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽŲ…ŲŲˆŲ’ØĒŲŲ†Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰: Ų„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ØŦŲŽØ§Û¤ØĄŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŒ ؅ؑؐ؆ؒ Ø§ŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽØ˛ŲŲŠŲ’Ø˛ŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ų…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ†ŲØĒŲ‘ŲŲ…Ų’ Ø­ŲŽØąŲŲŠŲ’Øĩ، ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØąŲŽØĄŲŲˆŲ’ŲŲŒ ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ . ŲŲŽØ§ŲŲ†Ų’ ØĒŲŽŲˆŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲˆŲ’Ø§ ŲŲŽŲ‚ŲŲ„Ų’ Ø­ŲŽØŗŲ’Ø¨ŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų„ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų‡ŲŲˆŲŽ ۗ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØĒŲŽŲˆŲŽŲƒŲ‘ŲŽŲ„Ų’ØĒŲ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØąŲ’Ø´Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų

Maasyiral Muslimin rahimakumullah,

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt. Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada Rasulullah saw. Semoga kita senantiasa termasuk golongan hamba yang pandai bersyukur dan mendapatkan syafaat dari Nabi Agung Muhammad saw di hari kiamat. Amin.

Saat ini, kita sedang berada di bulan Rabiul Awwal yang di Indonesia lebih sering disebut sebagai bulan Maulid. Disebut demikian memang karena dalam bulan ini terjadi sebuah kejadian agung yakni kelahiran Nabi Muhammad saw. Sosok paling mulia di dunia, sosok yang kita diperintahkan untuk senantiasa bershalawat untuk meraih syafaatnya. Bukan hanya kita saja yang bershalawat, Malaikat dan Allah swt pun bershalawat kepada beliau. Hal ini termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 56:

Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų— ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲÛ— ŲŠŲ°Ų“Ø§ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

Maasyiral Muslimin rahimakumullah,

Kehadiran Nabi Muhammad ke dunia ini membawa sebuah misi penting di antaranya adalah memperbaiki akhlak manusia. Misi ini menandakan bahwa akhlak menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia karena itulah yang akan membawa perdamaian dan ketentraman dalam setiap interaksi manusia dengan lingkungan sekitar. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, Baihaqi, dan Hakim:

ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų…ŲŽØ§ Ø¨ŲØšŲØĢŲ’ØĒŲ Ų„ØŖŲØĒŲŽŲ…ŲŲ‘Ų…ŲŽ Ų…ŲŽŲƒŲŽØ§ØąŲŲ…ŲŽ Ø§Ų„ØŖŲŽØŽŲŽŲ„Ø§Ų‚Ų

"Sungguh aku diutus menjadi Rasul untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."

Akhlak menjadi bagian utama dalam bangunan kepribadian seorang muslim sehingga para ulama menyebut bahwa "Al-Adabu fauqal ilmi'. Bahwa adab, tatakrama, akhlak, di atas ilmu yang dalam artian harus didahulukan untuk dimasukkan dalam diri setiap muslim. Dalam pendidikan pun sudah seharusnya mengedepankan aspek afektif (sikap dan karakter) dibanding aspek kognitif (kepintaran otak). Maka itu fungsi guru dan orang tua yang paling utama adalah mendidik agar generasi muda menjadi baik. Bukan hanya mengajar untuk menjadikan generasi muda menjadi pintar.

Pendidikan karakter dan akhlak generasi muda di era saat ini menjadi sangat dan sangat penting. Hal ini karena tantangan dan godaan zaman di tengah perkembangan teknologi semakin menjadi-jadi. Akibat perkembangan teknologi dan informasi saat ini, ancaman terhadap degradasi moral sangat terlihat di depan mata. Kita lihat bagaimana saat ini akhlak para pemuda sudah mulai tereduksi akibat gaya hidup digital di zaman modern.

Kejadian tindakan kriminal, asusila, kurangnya kepedulian sosial dan menurunnya rasa sosial-kemanusiaan yang dilakukan dan dimiliki generasi muda mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini kita rasakan mereka lebih asik bermain di dunia maya dengan ponselnya dari pada bersosialisasi di dunia nyata. Kebiasaan berkomentar di media sosial yang tak melihat dengan siapa ia berbicara, terbawa dalam kehidupan nyata. Sehingga bisa dirasakan mereka menyamakan antara berbicara dengan teman dan berbicara dengan orang tua.

Gampangnya berkomunikasi, berinteraksi, dan mencari informasi juga sedikit demi sedikit menjadikan para generasi muda menggampangkan berbagai hal. Ini berdampak kepada sikap malas dan mudah menyerah pada tantangan permasalahan yang dihadapi. Mereka terdidik dengan hasil yang instan tanpa perjuangan berat dan menghilangkan etos perjuangan serta sikap tak kenal menyerah.

Maasyiral Muslimin rahimakumullah,

Fenomena-fenomena ini patut direnungi oleh kita dan para orang tua pada umumnya. Momentum Maulid Nabi Muhammad saw menjadi saat yang tepat untuk kembali memperkuat penjagaan pada akhlak generasi penerus. Perlu dipantau aktivitas mereka saat memegang handphone agar akhlak bisa benar-benar terjaga. Akhlak menjadi barometer apakah seseorang menjadi insan terbaik atau tidak. Bukan kepintaran yang menjadi barometer!. Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Thabrani dari Ibnu Umar:

ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØŗŲ ØŖØ­Ų’ØŗŲŽŲ†ŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ØŽŲŲ„ŲŲ‚Ų‹Ø§

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya."

Sudah saatnya di bulan Maulid ini kita kembali meneladani akhlak Nabi yang merupakan suri tauladan terbaik sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an surat Al-ahzab ayat 21:

Ų„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŲŠŲ’ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§ŲØŗŲ’ŲˆŲŽØŠŲŒ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲŒ Ų„Ų‘ŲŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲŽØąŲ’ØŦŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø§Ų°ØŽŲØąŲŽ ŲˆŲŽØ°ŲŽŲƒŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ŲƒŲŽØĢŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§Û—

"Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."

Maasyiral Muslimin rahimakumullah,

Selain menjadikan Maulid sebagai momentum menjaga akhlak generasi muda, mari jadikan bulan Maulid ini sebagai kesempatan meningkatkan kuantitas dan kualitas shalawat dan cinta kita kepada Nabi Muhammad. Perbanyak shalawat, insyaallah hidup menjadi nikmat karena mendapat syafaat di hari kiamat.

Syafaat dari Nabi Muhammad menjadi hal yang sangat penting untuk kita raih. Karena kita tidak tahu ibadah mana yang akan diterima di sisi Allah. Menurut kita kuantitas dan kualitas ibadah sudah maksimal, namun belum tentu di sisi Allah swt. Sehingga kita perlu senantiasa berdoa untuk meraih rahmat dari Allah serta perbanyak bershalawat kepada Nabi untuk meraih syafaatnya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, disebutkan ada seorang sahabat yang mengadu kepada Nabi. Ia merasa tidak rajin dalam menjalankan ibadah namun punya modal kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Jawaban Nabi pun sangat menggembirakan. Nabi mengatakan sahabat tersebut akan dikumpulkan bersama Nabi di hari kiamat.

ØšŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽŲ†ŲŽØŗŲ Ø¨Ų’Ų†Ų Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŲƒŲ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØąŲŽØŦŲŲ„Ų‹Ø§ ØŗŲŽØŖŲŽŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ Ų…ŲŽØĒŲŽŲ‰ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽØ§ØšŲŽØŠŲ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų…ŲŽØ§ ØŖŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽØ¯Ų’ØĒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲŽØ§ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų…ŲŽØ§ ØŖŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽØ¯Ų’ØĒŲ Ų„ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ ŲƒŲŽØĢŲŲŠØąŲ ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĩŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĩŲŽØ¯ŲŽŲ‚ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ†Ų‘ŲŲŠ ØŖŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŽŲ‡Ų Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ų…ŲŽØšŲŽ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŽØ¨Ų’ØĒŲŽ

"Dari sahabat Anas, sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi, kapan hari kiamat terjadi ya Rasul? Nabi bertanya balik, apa yang telah engkau persiapkan? Ia menjawab, aku tidak mempersiapkan untuk hari kiamat dengan memperbanyak shalat, puasa dan sedekah. Hanya aku mencintai Allah dan Rasul-Nya. Nabi berkata, engkau kelak dikumpulkan bersama orang yang engkau cintai. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Maasyiral Muslimin rahimakumullah,

Semoga kita bisa meneruskan dan mewujudkan misi Nabi kepada para generasi muda yakni menjadikan akhlak mulia sebagai sendi-sendi peradaban kehidupan manusia. Semoga kita senantiasa bisa meneladani akhlak Nabi dan kita akan menjadi umatnya yang mendapatkan syafaatnya dan masuk dalam surganya Allah swt. Amin.

Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ų„ŲŲŠ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؁ؐ؊ Ø§Ų’Ų„Ų‚ŲØąŲ’Øĸ؆ؐ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØšŲŽŲ†ŲŲŠ ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲŽŲ‘Ø§ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ ØĸŲŠŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ’Ų…Ų. ØŖŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ŲŲŽØŖØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲŠŲ’Ų…

Khutbah II

Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲ„Ų°Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲ†ŲŽŲ‘ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ Ų„ŲŽØ§ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų. Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØ¨ŲØšŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ

ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲØŒ ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠŲ’ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ŲŲŽØ§Ø˛ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰: ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲØŒ ŲŠŲ°ØŖŲŽ ŲŠŲ‘ŲŲ‡Ø§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§Ų°Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ„Ų ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø§ŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø§Ø¯Ų’ŲŲŽØšŲ’ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų’Ų„Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆØ§Ų„Ų‚ŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø˛Ų‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ø˛ŲŲ„ŲŽ ŲˆŲŽØŗŲŲˆŲ’ØĄŲŽ Ø§Ų’Ų„ŲŲØĒŲŽŲ†Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØˇŲŽŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ†Ų’ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲŲ†Ų’Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŲŠŲ’ØŗŲŲŠŲ‘ŲŽØ§ ØŽØĸØĩŲ‘ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŗŲŽØ§ØĻŲØąŲ Ø¨ŲŲ„Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų’Ų„Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšØ§Ų…Ų‘ŲŽØŠŲ‹ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØŖŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚Ų‘ŲŽ Ø­ŲŽŲ‚Ų‘Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØĒŲ‘ŲØ¨ŲŽØ§ØšŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŽØąŲŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„ŲŽ Ø¨ŲŽØ§ØˇŲŲ„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ§ØąŲ’Ø˛ŲŲ‚Ų’Ų†ŲŽØ§ اØŦŲ’ØĒŲŲ†ŲŽØ§Ø¨ŲŽŲ‡Ų. ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØĸØĒŲŲ†Ø§ŲŽ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲŲŲ‰ Ø§Ų’Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ. ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄ؐ؄ؑذ؇ؐ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲ°Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų’Ų„ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ’ØĒØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų’Ų„Ų‚ŲØąŲ’Ø¨Ų‰ŲŽ ŲˆŲŽŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų’Ų„ŲŲŽØ­Ų’Ø´Ø§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØŒ ŲˆŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų’Ų„ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲˆŲŽØ§Ø´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ’Ų‡Ų ØšŲŽŲ„Ų‰ŲŽ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŲ‡Ų ŲŠŲŽØ˛ŲØ¯Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ

Khutbah Jumat Anjuran Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Khutbah I

Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘Ų°Ų‡ØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„ŲŽØ§Ų‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡ŲØŒ Ų„ŲŽØ§ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡ŲØŒŲ€
ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲØŒ ŲŲŽØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠŲ’ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ§ØĻؐ؄ؐ ŲŲŲŠŲ’ Ų…ŲØ­Ų’ŲƒŲŽŲ…Ų ؃ؐØĒŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų: ŲˆŲŽØ§ŲŲ’ØšŲŽŲ„ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŲŲ’Ų„ŲØ­ŲŲˆŲ†ŲŽ (Ø§Ų„Ø­ØŦ: 77)


Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Dari atas mimbar khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan cara melaksanakan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari seluruh yang diharamkan.

Kaum Muslimin yang berbahagia,

Hari ini kita telah berada di bulan Rabi'ul Awal. Bulan maulid Nabi. Bulan kelahiran Nabi. Pada bulan Rabi'ul Awal, dari tahun ke tahun, sejak pertama kali perayaan maulid ini dilakukan pada awal abad ketujuh Hijriah, umat Islam di berbagai belahan dunia merayakannya dengan penuh kegembiraan dan suka cita.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Kenapa kita merayakan maulid? Karena kelahiran Nabi Muhammad ke muka bumi ini adalah nikmat dan rahmat teragung yang Allah anugerahkan kepada kita. Perayaan maulid adalah bentuk syukur kita kepada Allah atas nikmat yang sangat agung ini. Dengan sebab beliau, kita mengenal Allah, satu-satunya Tuhan yang berhak dan wajib disembah. Tuhan Pencipta segala sesuatu. Tuhan yang tidak menyerupai segala sesuatu. Tuhan yang tidak membutuhkan kepada segala sesuatu. Dengan sebab beliau, kita mengenal Islam, satu-satunya agama yang benar. Satu-satunya agama yang diridhai Allah. Agama yang dibawa dan diajarkan oleh seluruh nabi dan rasul.

Perayaan maulid adalah bentuk kecintaan kita kepada insan yang paling mulia dan makhluk yang paling utama, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Melalui perayaan maulid kita diingatkan untuk terus mencintai Baginda Nabi. Melalui perayaan maulid, kita tanamkan pada diri umat Islam kecintaan kepada Nabi mereka, Nabi agung Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi yang cintanya kepada umat melebihi cinta mereka kepadanya.

Salah satu bukti cinta baginda kepada umatnya adalah sabda beliau:

Ų„ŲŲƒŲŲ„Ų‘ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘ Ø¯ŲŽØšŲ’ŲˆŲŽØŠŲŒ Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽØŦŲŽØ§Ø¨ŲŽØŠŲŒ ŲŲŽØĒŲŽØšŲŽØŦŲ‘ŲŽŲ„ŲŽ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘ Ø¯ŲŽØšŲ’ŲˆŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠ Ø§ØŽŲ’ØĒŲŽØ¨ŲŽØŖŲ’ØĒŲ Ø¯ŲŽØšŲ’ŲˆŲŽØĒŲŲŠŲ’ Ø´ŲŽŲŲŽØ§ØšŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲØŖŲŲ…Ų‘ŲŽØĒŲŲŠŲ’ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŲŠŲŽØ§Ų…ŲŽØŠŲ (ØąŲŽŲˆŲŽØ§Ų‡Ų Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŒ)

"Setiap nabi memiliki kesempatan berdoa yang dikabulkan, maka semua nabi meminta segera dengan doanya, dan aku simpan doaku sebagai syafaat untuk umatku di hari kiamat" (HR Muslim).

Pada hari kiamat kelak, dikatakan kepada Baginda:

ŲŠŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ØŗŲŽŲ„Ų’ ØĒŲØšŲ’ØˇŲŽ ŲˆŲŽØ§Ø´Ų’ŲŲŽØšŲ’ ØĒŲØ´ŲŽŲŲ‘ŲŽØšŲ’

"Wahai Muhammad, mintalah maka engkau akan diberi, berilah syafaat maka syafaatmu akan diterima"

Baginda menjawab:

ØŖŲŽŲŠŲ’ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ ØŖŲŲ…Ų‘ŲŽØĒŲŲŠŲ’ ØŖŲŲ…Ų‘ŲŽØĒŲŲŠŲ’ (ØąŲŽŲˆŲŽØ§Ų‡Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØŗŲŽØ§ØĻŲŲŠŲ‘Ų)

"Wahai Tuhanku, umatku umatku" (HR an-Nasa'i)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Perayaan maulid di bulan Rabi'ul Awal mengingatkan kita akan keagungan Baginda, keutamaannya, akhlaknya, perjuangannya, gambaran ketampanan dan keindahan jasad mulianya. Ketika dilantunkan puji-pujian kepadanya dan jamaah maulid mulai menyebut-nyebut namanya, biasanya kita akan terbawa suasana haru. Dalam hati kita berucap, "Andai saja aku mendapat kemuliaan bertemu dengan Baginda, meskipun dalam mimpi."

Seorang mukmin sejati pasti merindukan baginda Nabi. Seorang mukmin sejati pasti-lah sangat ingin bertemu dengan baginda walaupun sekejap pandangan mata dalam mimpi.

Sahabat Bilal al-Habasyi radliyallahu 'anhu pernah memperoleh kemuliaan itu. Bilal pernah memperoleh kemuliaan bertemu dan melihat langsung baginda. Suatu ketika, ia melihat dalam mimpi wajah baginda yang memancarkan cahaya. Begitu terbangun, rasa rindu yang membuncah dan gelora cinta yang menyala-nyala memandunya untuk memacu hewan tunggangannya melewati gurun-gurun pasir yang tandus. Ia percepat perjalanannya di malam dan pagi hari, agar dapat segera sampai ke Madinah. Sesampainya di Madinah, ia lantas berdiri di dekat peraduan baginda, di dekat makamnya. Air mata pun mengalir deras dari kedua matanya. Ia tumpahkan air mata agar dapat meringankan kerinduan yang bergejolak di hati. Akan tetapi mana mungkin itu terjadi. Bilal-lah yang sebelum meninggal, melontarkan perkataan:

ØēŲŽØ¯Ų‹Ø§ Ų†ŲŽŲ„Ų’Ų‚ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ­ŲØ¨Ų‘ŲŽØŠŲ’ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŽŲ‡Ų’

"Besok di akhirat aku akan menemui orang-orang yang aku kasihi, yaitu Muhammad dan para sahabatnya."

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kenapa kita merayakan maulid? Karena kita ingin bersyukur kepada Allah atas kelahiran Nabi kita.

Nabi Muhammad bahkan yang mengajarkan kepada kita untuk mensyukuri hari kelahirannya. Ketika ditanya tentang puasa sunnah hari Senin, beliau menjawab:

Ø°ŲŽØ§ŲƒŲŽ ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŒ ŲˆŲŲ„ŲØ¯Ų’ØĒŲ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŖŲŲ†Ų’Ø˛ŲŲ„ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ‘ŲŽ ŲŲŲŠŲ’Ų‡Ų (ØąŲŽŲˆŲŽØ§Ų‡Ų ØŖŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŽŲ‚ŲŲŠŲ‘Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻؐ؄ؐ)

"Itu adalah hari di mana aku dilahirkan dan diturunkan wahyu pertama kepadaku" (HR Ahmad dan al-Baihaqi dalam Dala'il an-Nubuwwah)

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Perayaan maulid adalah bentuk pengamalan terhadap hadits:

Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†Ų ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲƒŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¨Ų‘ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ؅ؐ؆ؒ ŲˆŲŽØ§Ų„ŲØ¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲˆŲŽŲ„ŲŽØ¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØŖŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ (ØąŲŽŲˆŲŽØ§Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲØŽŲŽØ§ØąŲŲŠŲ‘Ų)

"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian, hingga aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia" (HR al-Bukhari)

Peringatan maulid adalah salah satu sarana untuk menanamkan dan menebarkan cinta terhadap Rasulullah shallallau 'alaihi wa sallam kepada lintas generasi, agar mereka terpaut hati dengannya. Bahkan peringatan maulid termasuk salah satu amal yang paling utama karena menuntun kita menuju cinta yang mulia ini. Yaitu cinta kepada insan pilihan yang telah datang menyelamatkan umat manusia dari kesesatan, kezaliman, kejahiliahan, kemusyrikan dan kekufuran. Baginda Nabi bersabda:

ØŖŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯ŲŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ŲŽØ§ ØŖŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØ§Ø­ŲŲŠŲ’ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ŲŠŲŽŲ…Ų’Ø­ŲŲˆŲ’ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø¨ŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŲŲ’ØąŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ§Ø´ŲØąŲ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ŲŠŲØ­Ų’Ø´ŲŽØąŲ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų‚ŲŽØ¯ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų‚ŲØ¨Ų Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ Ų„ŲŽŲŠŲ’ØŗŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŒ (Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲŲŽŲ‚ŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų)

"Aku adalah Muhammad dan aku adalah Ahmad. Aku adalah al-Mahi (sang penghapus) yang denganku Allah menghapus kekufuran. Aku adalah al-Hasyir yang orang-orang akan dikumpulkan di padang mahsyar di belakangku. Dan aku adalah al-'Aqib yang tidak ada seorang pun yang diangkat menjadi nabi setelahku" (HR al-Bukhari dan Muslim)

Melalui peringatan maulid, kita belajar, mengajarkan dan saling mengingatkan bahwa Rasulullah adalah manusia yang paling mulia. Beliau-lah yang mengajarkan dan mengingatkan kita akan kemuliaan dirinya dalam sabdanya:

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ اØĩŲ’ØˇŲŽŲŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ†ŲŽØ§Ų†ŲŽØŠŲŽ ؅ؐ؆ؒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ¯Ų ØĨŲØŗŲ’Ų…ŲŽØ§ØšŲŲŠŲ’Ų„ŲŽ ŲˆŲŽØ§ØĩŲ’ØˇŲŽŲŲŽŲ‰ Ų‚ŲØąŲŽŲŠŲ’Ø´Ų‹Ø§ ؅ؐ؆ؒ ŲƒŲŲ†ŲŽØ§Ų†ŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽØ§ØĩŲ’ØˇŲŽŲŲŽŲ‰ ؅ؐ؆ؒ Ų‚ŲØąŲŽŲŠŲ’Ø´Ų Ø¨ŲŽŲ†ŲŲŠŲ’ Ų‡ŲŽØ§Ø´ŲŲ…Ų ŲˆŲŽØ§ØĩŲ’ØˇŲŽŲŲŽØ§Ų†ŲŲŠŲ’ ؅ؐ؆ؒ Ø¨ŲŽŲ†ŲŲŠŲ’ Ų‡ŲŽØ§Ø´ŲŲ…Ų (ØąŲŽŲˆŲŽØ§Ų‡Ų Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŒ)

"Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Isma'il, dan memilih Quraisy dari keturunan Kinanah dan memilih dari Quraisy Bani Hasyim dan memilihku dari Bani Hasyim" (HR Muslim).

Dengan mengetahui ketinggian derajat dan kemuliaannya, insyaallah cinta dan pengagungan kita kepadanya semakin menguat dan mendalam. Cinta inilah yang akan mendorong kita untuk menjalankan perintahnya dan mengikuti ajaran-ajarannya.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Dalam peringatan maulid, kita belajar dan mengajarkan tentang ciri-ciri fisik mulia Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Barang siapa yang melihatnya dalam mimpi, sungguh ia akan melihatnya dalam keadaan jaga sebagaimana sabda Baginda:

Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØąŲŽØĄŲŽŲŽØ§Ų†ŲŲŠŲ’ ŲŲŲŠŲ’ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽŲ†ŲŽØ§Ų…Ų ŲŲŽØŗŲŽŲŠŲŽØąŲŽØ§Ų†ŲŲŠŲ’ ŲŲŲŠŲ’ Ø§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲ‚ŲŽØ¸ŲŽØŠŲ (Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲŲŽŲ‚ŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų)

"Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka ia akan melihatku dalam keadaan jaga" (HR al-Bukhari dan Muslim)

Dalam peringatan maulid ada pembacaan sirah nabawiyyah (sejarah hidup Nabi). Disebutkan bahwa Nabi tumbuh dalam keadaan yatim. Maka keyatiman seseorang jangan sampai menghalanginya untuk berakhlak dengan akhlak-akhlak Nabi dan beradab dengan adab-adabnya.

Dalam pembacaan terhadap sejarah hidup Nabi, kita belajar kejujuran dari aktivitas dagangnya. Betapa beliau adalah orang yang sangat jujur dalam berniaga sehingga keberkahan begitu tampak pada hartanya.

Dalam pembacaan terhadap sejarah hidup beliau, para dai belajar berbagai metode dakwah dari baginda. Beliau memulai dakwah sendirian, menyeru dan mengajak kepada Islam hingga agama yang mulia ini menyebar ke seluruh penjuru jazirah Arab. Estafet dakwah sepeninggal beliau dilanjutkan oleh para sahabatnya. Hingga Islam menyebar ke berbagai belahan dunia.

Dalam pembacaan terhadap sejarah hidupnya, terdapat pelajaran bagi umat untuk berakhlak dengan akhlak yang mulia. Nabi bersabda:

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲØšŲØĢŲ’ØĒŲ Ų„ŲØŖŲØĒŲŽŲ…ŲŲ‘Ų…ŲŽ Ų…ŲŽŲƒŲŽØ§ØąŲŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØŽŲ’Ų„ŲŽØ§Ų‚Ų (ØąŲŽŲˆŲŽØ§Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ˛Ų‘ŲŽØ§ØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŽŲ‚ŲŲŠŲ‘Ų)

"Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia" (HR al-Bazzar dan al-Baihaqi)

Dalam rangkaian acara peringatan maulid Nabi, banyak sekali perbuatan baik yang dianjurkan oleh syariat, seperti pembacaan ayat al-Qur'an, sedekah makanan, doa bersama dan menjadi ajang silaturahim serta mengokohkan simpul-simpul tali persaudaraan antar sesama umat Islam. Dan tentu saja menjadi sebuah kegiatan untuk memperbanyak bacaan shalawat sebagaimana difirmankan oleh Allah subhanahu wa ta'ala:

ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§ (Ø§Ų„ØŖØ­Ø˛Ø§Ø¨: 56)

"Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya" (QS. Al-Ahzab: 56)

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.

ØŖŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ų„Ų Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų„ŲŲŠŲ’ Ų‡Ų°Ø°ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ų„ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ØŒ ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ’Ų‡ŲØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…Ų

Khutbah II

Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ؄؄؇ؐ ŲˆŲŽŲƒŲŽŲŲŽŲ‰ØŒ ŲˆŲŽØŖŲØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ŲŠŲ’ ŲˆŲŽØŖŲØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØĩŲ’ØˇŲŽŲŲŽŲ‰ØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ؇ؐ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽŲŲŽØ§. ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų

ØŖŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲØŒ ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽØŒ ØŖŲŲˆŲ’ØĩŲŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠŲ’ Ø¨ŲØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲŲ‘ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲ ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲØŒ ØŖŲŽŲ…ŲŽØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØąŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ: ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘ŲØŒ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§ØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Øĸ؄ؐ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØŒ ŲŲŲŠŲ’ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø­ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ Ų…ŲŽØŦŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų… Ø§Ø¯Ų’ŲŲŽØšŲ’ ØšŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØēŲŽŲ„ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲˆŲŽØ¨ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„ØŗŲ‘ŲŲŠŲŲˆŲ’ŲŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŽŲ’ØĒŲŽŲ„ŲŲŲŽØŠŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´Ų‘ŲŽØ¯ŲŽØ§ØĻŲØ¯ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ­ŲŽŲ†ŲŽØŒ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØˇŲŽŲ†ŲŽØŒ ؅ؐ؆ؒ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽØ¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ ØŽŲŽØ§ØĩŲ‘ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø¨ŲŲ„Ų’Ø¯ŲŽØ§Ų†Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŽØ§Ų…Ų‘ŲŽØŠŲ‹ØŒ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’ØąŲŒ

ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲØŒ ØĨŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØĨŲŲŠŲ’ØĒŲŽØ§ØĄŲ Ø°ŲŲŠ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽŲ‰ ŲˆŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲØŒ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ. ŲŲŽØ§Ø°ŲƒŲØąŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ

Khutbah Jumat Mencintai dan Dicintai Nabi Muhammad SAW

Khutbah I

Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„Ų„Ų‡ Ø§Ų„ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„ŲŽ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŽŲ‡Ų ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽŲ‡ŲŽØ¯ŲŽØ§Ų†ŲŽØ§ ØĨŲ„ŲŽŲ‰ ØĩŲØąŲŽØ§ØˇŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’ØĒŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų…Ų ØĩŲØąŲŽØ§ØˇŲ Ø§Ų„ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØšŲŽŲ…Ų’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŽØēŲ’ØļŲŲˆŲ’Ø¨Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§Ø§Ų„ØļŲŽØ§Ų„ŲŲ‘ŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų Ø§ŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§ŲŽŲ„Ų’Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų’Ø­Ų‚Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¨ŲŲŠŲ’Ų†Ų ŲˆŲŽØ§ŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų Ø§ŲŽŲ†ŲŽŲ‘ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų‹Ø§ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØĩŲŽØ§Ø¯ŲŲ‚Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØšŲ’Ø¯Ų Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†Ų
Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…Ø­Ų…Ø¯Ų ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽŲˆŲŽŲ‘Ų„ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØĩŲŽŲ„ŲŲ‘ ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŽŲŠŲŲ‘Ø¯ŲŲ†ŲŽØ§ Ų…Ø­Ų…Ø¯Ų ؁ؐ؉ Ø§Ų’Ų„Ø§ŲŽØŽŲØąŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§ŲŽŲ„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽØĩŲŽØ­Ų’Ø¨ŲŲ‡Ų Ø§ŲŽØŦŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲŲŽŲŠŲŽØ§ Ø§ŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ§ØļŲØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲØĒŲŽŲ‘Ų‚ŲŲˆØ§Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ Ø­ŲŽŲ‚ŲŽŲ‘ ØĒŲŲ‚ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ØĒŲŽŲ…ŲŲˆŲ’ØĒŲŲ†ŲŽŲ‘ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ ŲˆŲŽØ§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŲ…Ų’ Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽØ§ŲŽØŽŲ’Ų„ŲØĩŲŲˆŲ’Ø§ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽØŠŲŽ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ø§ŲŽŲŲ’Ų„ŲŽØ­ŲŽ Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ø§ŲŽØŽŲ’Ų„ŲŽØĩŲŽ Ø§ŲŽØšŲ’Ų…ŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŲ‡ŲŲ‘ŲŽŲ‰
Ų‚Ø§Ų„ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØĒØšØ§Ų„Ų‰ : Ų‚ŲŲ„Ų’ Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŒ. Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØ¯Ų. Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲ„ŲØ¯Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŲˆŲ„ŲŽØ¯Ų’. ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲƒŲŲ†Ų’ Ų„ŲŽŲ‡Ų ŲƒŲŲŲŲˆŲ‹Ø§ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŒ

Hadirin jamaah shalat Jumat hafidhakumullÃĸh,

Pada kesempatan ini marilah kita perkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah īˇģ dengan iman dan takwa yang sebenar-benarnya. Berusaha keras melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua yang dilarang.

Hadirin jamaah shalat Jumat hafidhakumullÃĸh,

Di bulan Rabi'ul Awal di tahun ini marilah kita mengingat peristiwa penting kelahiran manusia sempurna pilihan Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam, yakni Nabi Muhammad īˇē. Mengingat dalam arti mempelajari sejarah perjuangannya dalam mendakwahkan agama Islam, meneladani kebaikan-kebaikan akhlaknya, dan mengikuti sunnah-sunnah serta memperbanyak bacaan shalawat atasnya. Agar kita semua termasuk orang-orang yang selalu mencintai dan dicintai oleh rasulillah īˇē dan akan mendapatkan syafaatnya di dunia sampai di akhirat kelak.

Ma'asyiral muslminin wazumratal mu'minin hafidhakumullÃĸh,

Bulan ini adalah bulan yang sangat mulia. Bulan di mana lahir manusia pilihan Allah sebagai utusan di muka bumi, yakni Muhammad bin Abdillah. Beliau bukan hanya diutus untuk kalangan bangsa Arab, namun seluruh manusia bahkan alam semesta. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat as-Saba' ayat 28:

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØąŲ’ØŗŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ŲƒŲŽ ØĨŲŲ„Ø§ ŲƒŲŽØ§ŲŲ‘ŲŽØŠŲ‹ Ų„ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ø¨ŲŽØ´ŲŲŠØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ†ŲŽØ°ŲŲŠØąŲ‹Ø§ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲƒŲ’ØĢŲŽØąŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ų„Ø§ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ†ŲŽ

"Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS. As-Saba'[34]: 28).

Prof KH Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, (2002: 519) memandang ayat ini memiliki empat hal pokok yang harus dimengerti, yaitu adanya utusan Allah dalam hal ini Rasulullah Muhammad īˇē, ada yang mengutus yakni Allah īˇģ., yang diutus kepada mereka seluruhnya yakni alam, dan risalah, yaitu rahmat yang bersifat luas. Menurutya bahwa Rasulullah Muhammad īˇē bukan sekadar membawa rahmat bagi seluruh alam namun justru kepribadian beliau lah yang menjadi rahmat. Begitu mulianya sifat Rasulullah Muhammad sehingga Allah menyebutkan dengan pujian yang sangat agung.

Kemuliaan sifat Rasulullah tercermin dalam cara beliau berdakwah. Sehingga Islam dikenal sebagai agama yang mengajarkan kepada kemaslahatan dunia dan akhirat. Usman Abu Bakar dalam bukunya Paradigma dan Epistimologi Pendidikan Islam (2013: 65) memahami pengertian rahmat pada diri Rasul adalah ajaran tentang persamaan, persatuan dan kemuliaan umat manusia, hubungan sesama manusia, hubungan sesama pemeluk agama, dan hubungan antar agama. Rasulullah mengajarkan untuk saling menghargai, saling menolong, menjaga persaudaraan, perdamaian, dan sebagaianya. Lebih dari itu, Rasulullah juga mengajarkan etika terhadap binatang. Sehingga dalam melakukan sembelihan binatang pun diajarkan cara-cara yang maslahat dan tidak menyakiti binatang.

Sidang Jumat hafidhakumullÃĸh,

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa visi pendidikan Rasulullah adalah terciptanya kedamaian dan keselamatan dunia dan akhirat. Sepantasnya sebagai umatnya kita semua kaum muslimin bersyukur atas diutusnya Rasulullah dan senantiasa mencintai beliau dengan sepenuh hati, dengan kecintaan yang sebenar-benarnya.

Walaupun tidak ada aturan yang menjelaskan cara mencintai rasul secara khusus, namun kecintaan terhadap Rasulullah dapat dibuktikan dengan beberapa hal, di antaranya dengan memperbanyak membaca shalawat. Sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur'an surah al-Ahzab ayat 56,

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„Ø§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab[33]: 56).

Amin Syukur dalam bukunya Terapi Hati (2012: 123) menjelaskan sejumlah sahabat Rasulullah telah membuktikan kecintaanya terhadap Rasulullah secara nyata, di antaranya adalah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika tidak ada satupun orang yang percaya kepada Rasulullah telah diisra dan dimi'rajkan, dia lah orang yang pertama kali meyakini atas kebenaran tersebut. Selanjutnya ada Umar Bin Khattab yang tidak rela Rasulullah dikabarkan telah meninggal dunia. Ada juga Ali Bin Abi Thalib yang rela menggantikan R،asulullah saat pengepungan oleh kaum Quraisy ketika Rasulullah hendak hijrah. Selanjutnya Ummu Sulaym yang mengumpulkan keringat Rasulullah dan diabadikan.

Sidang Jumat hafidhakumullÃĸh,

Selain memperbanyak bacaan shalawat, cara kita mencintai Rasulullah adalah dengan mengikuti sunnah-sunnahnya. Baik berupa perkataan, perbuatan maupun segala kebiasaan sikap Rasulullah. dengan jalan memperbanyak bershalawat dan mengikuti sunnah-sunnah Rasullah semoga kita semua menjadi orang-orang yang dicinta oleh Rasulullah.

Dikisahkan dalam kitab Nashaihul Ibad karya Imam Nawawi, Syekh Syibli mendatangi Ibn Mujahid, secara sepontan Ibn Mujahid merangkul dan mencium kening Syekh Syibli. Syekh Syibli pun bertanya tentang hal itu. Syekh Mujahid menceritakan bahwa ia pernah bermimpi dan melihat Rasulullah mencium kening Syekh Syibli. Dalam mimpinya Ibn Mujahid bertanya kepada Rasulullah, hal apa yang menyebabkan Rasulullah begitu mencintai Syekh Syibli. Rasulullah menjawab bahwa Syekh Syibli selalu membaca dua ayat terakhir Surat at-Taubah dan shalawat setiap selesai shalat fardhu, yaitu:

Ų„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ØŦŲŽØ§ØĄŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŒ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ†Ų’ŲŲØŗŲŲƒŲŲ…Ų’ ØšŲŽØ˛ŲŲŠØ˛ŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų Ų…ŲŽØ§ ØšŲŽŲ†ŲØĒŲ‘ŲŲ…Ų’ Ø­ŲŽØąŲŲŠØĩ، ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ØąŲŽØĄŲŲˆŲŲŒ ØąŲŽØ­ŲŲŠŲ…ŲŒ. ŲŲŽØĨؐ؆ؒ ØĒŲŽŲˆŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲˆŲ’Ø§ ŲŲŽŲ‚ŲŲ„Ų’ Ø­ŲŽØŗŲ’Ø¨ŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų„Ø§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§ Ų‡ŲŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØĒŲŽŲˆŲŽŲƒŲ‘ŲŽŲ„Ų’ØĒŲ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØąŲ’Ø´Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ…Ų

Dan membaca shalawat

ØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ ŲŠŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯

Kemudian Ibn Mujahid menanyakan akan hal itu terhadap Syaikh Syibli dan ternyata Syaikh Syibli selalu mengamalkan apa yang diceritakan Rasulullah dalam mimpi Ibn Mujahid tersebut.

Melihat kisah tersebut, bukan hanya berapa banyak shalawat yang dibaca, namun istiqamah atau konsisten dan terus menerus. Kecintaan sebenar-benarnya kepada Rasulullah.lah yang dapat menjadikan kita semua dikenal oleh Rasulullah dan akan mendapatkan cintanya.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu bershalawat dan menjalankan sunnah Rasulullah sebagai bukti cinta kita. Dan kita semua akan mendapatkan cinta dan syafaat dari beliau Rasulullah Muhammad īˇē, amiin ya Rabbal 'alamin.

Ø§ØšŲˆØ° Ø¨Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ų…Ų† Ø§Ų„Ø´ŲŠØˇØ§Ų† Ø§Ų„ØąØŦŲŠŲ… Ø¨ØŗŲ… Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ø§Ų„ØąØ­Ų…Ų† Ø§Ų„ØąØ­ŲŠŲ… ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØšŲŽØĩŲ’ØąŲ. ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„ØĨŲ†Ų’ØŗŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų„ŲŽŲŲŲŠ ØŽŲØŗŲ’ØąŲ. ØĨŲŲ„Ø§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ŲˆŲŽØšŲŽŲ…ŲŲ„ŲŲˆØ§ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ§Ų„ŲØ­ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØĒŲŽŲˆŲŽØ§ØĩŲŽŲˆŲ’Ø§ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ‚ŲŲ‘ ŲˆŲŽØĒŲŽŲˆŲŽØ§ØĩŲŽŲˆŲ’Ø§ Ø¨ŲØ§Ų„ØĩŲ‘ŲŽØ¨Ų’ØąŲ
Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ų„ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø§ŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽŲ†ŲŽŲŲŽØšŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§ŲŲŠŲŽŲ‘Ø§ŲƒŲŲ…Ų’ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽŲŠŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ø°ŲŲ‘ŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲŲŽØ§ØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲŲˆŲ’Ø§ ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ Ø§ŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„ØąŲŽŲ‘Ø­ŲŲŠŲ’Ų…Ų

Khutbah II

Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„Ų„Ų‡ Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų‹Ø§ ŲƒŲŽØĢŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§ ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø§ŲŽŲ…ŲŽØąŲŽ. Ø§ŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų Ø§ŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ Ø§ŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§ŲØąŲ’ØēŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ Ų„ŲŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØŦŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŽ ŲˆŲŽ ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŽ. ŲˆŲŽØ§ŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų Ø§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ’Ų„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽ Ø­ŲŽØ¨ŲŲŠŲ’Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽ ØŽŲŽŲ„ŲŲŠŲ’Ų„ŲŲ‡Ų ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲØ¯Ų Ø§Ų„Ų’ØĨŲŲ†Ų’ØŗŲ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØ´ŲŽØąŲ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽ ØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŠØ¯Ų†Ø§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§ŲŽŲ„ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽ Ø§ŲŽØĩŲ’Ø­ŲŽØ§Ø¨ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽ ØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…ŲŽ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ’Ų…Ų‹Ø§ ŲƒŲŽØĢŲŲŠŲ’ØąŲ‹Ø§

Ø§ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲØŒ ŲŲŽŲŠŲŽØ§ ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ø§ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ’Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲˆŲŽØ§ØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’Ø§ Ø§ŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲŠŲØ­ŲØ¨Ų‘Ų Ų…ŲŽŲƒŲŽØ§ØąŲŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŲ…ŲŲˆŲ’ØąŲ ŲˆŲŽØ­ŲŽØ§ŲŲØ¸ŲŲˆŲ’Ø§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„ØˇŲŽŲ‘Ø§ØšŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ­ŲØļŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŲ…Ų’ØšŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ…ŲŽØ§ØšŲŽØŠŲ.Ų‚Ø§Ų„ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØĒØšØ§Ų„Ų‰ ؁؉ Ø§Ų„Ų‚ØąØ§Ų† Ø§Ų„ŲƒØąŲŠŲ… Ø§ØšŲˆØ° Ø¨Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ų…Ų† Ø§Ų„Ø´ŲŠØˇØ§Ų† Ø§Ų„ØąØŦŲŠŲ… Ø¨ØŗŲ… Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ø§Ų„ØąØ­Ų…Ų† Ø§Ų„ØąØ­ŲŠŲ… ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„Ø§ØĻŲŲƒŲŽØĒŲŽŲ‡Ų ŲŠŲØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘ ŲŠŲŽØ§ ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĸŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŲˆØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŲ‘Ų…ŲŲˆØ§ ØĒŲŽØŗŲ’Ų„ŲŲŠŲ…Ų‹Ø§ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĩŲŽŲ„Ų‘Ų ŲˆŲŽ ØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŲƒŲ’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŠØ¯Ų†Ø§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§ŲŽŲ„Ų ØŗŲŠØ¯Ų†Ø§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų ŲƒŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ŲˆŲŽ ØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØĒŲŽ ŲˆŲŽ Ø¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ’ØĒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØŗŲŠØ¯Ų†Ø§ Ø§ŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§ŲŽŲ„Ų ØŗŲŠØ¯Ų†Ø§ Ø§ŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø­ŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ Ų…ŲŽØŦŲŲŠŲ’Ø¯ŲŒ. Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ اØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ Ø§ŲŽŲ„Ų’ØŖŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØĄŲ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŖŲŽŲ…Ų’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØŗŲŽŲ…ŲŲŠŲ’ØšŲŒ Ų‚ŲŽØąŲŲŠŲ’Ø¨ŲŒ Ų…ŲØŦŲŲŠŲ’Ø¨Ų Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŽØšŲ’ŲˆŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽ Ų‚ŲŽØ§ØļŲŲŠŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØ§ØŦŲŽØ§ØĒؐ. ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲØ˛ŲØēŲ’ Ų‚ŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ Ø§ŲØ°Ų’Ų‡ŲŽØ¯ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽ Ų‡ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ų„ŲŽØ¯ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ ØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØŠŲ‹ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽŲ‡Ų‘ŲŽØ§Ø¨Ų. ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’ ؁ؐ؉ Ų‚ŲŲ„ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŲ†ŲŽØ§ ØēŲŲ„Ų‘Ų‹Ø§ Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲ…ŲŽŲ†ŲŲˆŲ’Ø§ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØąŲŽØ¤ŲŲˆŲ’ŲŲŒ ØąŲ‘ŲŽØ­ŲŲŠŲ’Ų…ŲŒ. ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ų‡ŲŽØ¨Ų’Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ Ø§ŲŽØ˛Ų’ŲˆŲŽØ§ØŦŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽ Ø°ŲØąŲ‘ŲŲŠŲ‘ŲŽØĒŲŲ†ŲŽØ§ Ų‚ŲØąŲ‘ŲŽØŠŲŽ Ø§ŲŽØšŲ’ŲŠŲŲ†Ų ŲˆŲŽ اØŦŲ’ØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŲ…ŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§. ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŽŲ†ŲŽØ§ Ø§ŲŽØĒŲŲ†ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†ŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽ Ų‚ŲŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨ŲŽ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØąŲ

ØšŲØ¨ŲŽØ§Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡! Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ Ø¨ŲØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ¯Ų’Ų„Ų ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽ Ø§ŲŲŠŲ’ØĒŲŽØ§ØĄŲ Ø°ŲŲ‰ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽŲ‰ ŲˆŲŽ ŲŠŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽØ­Ų’Ø´ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽØąŲ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽØēؒ؉ؐ ŲŠŲŽØšŲØ¸ŲŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°Ų‘ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ ŲŲŽØ§Ø°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ’Ø§ Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽ ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽ Ø§Ø´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ’Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲØšŲŽŲ…ŲŲ‡Ų ŲŠŲŽØ˛ŲØ¯Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽ Ų„ŲŽØ°ŲŲƒŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų Ø§ŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ ŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ų…ŲŽØ§ ØĒŲŽØĩŲ’Ų†ŲŽØšŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ .

Naskah khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihimpun dari situs Kementerian Agama RI.

Naskah Khutbah Jumat PDF

Kementerian Agama RI juga menyediakan naskah khutbah Jumat versi pdf. detikers bisa mengaksesnya di situs https://simbi.kemenag.go.id/eliterasi/.




(kri/rah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads