Penurunan semangat dalam beribadah pasca bulan Ramadan bisa ditumbuhkan lagi lewat khutbah Jumat. Untuk itu, khatib dapat menyampaikan bagaimana cara bersikap istikamah kepada muslim dalam khutbah Jumat.
Syekh Musnid al-Qahthani mengatakan dalam bukunya berjudul Meniti Jalan Istiqomah terjemahan Muh Ihsan, Allah SWT akan memudahkan segala urusan bagi hamba-Nya yang istikamah di jalan-Nya.
Hal ini telah dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu 'Abbas, Rasulullah SAW bersabda, "Jagalah Allah, niscaya la akan menjagamu. Jagalah Allah SWT niscaya engkau akan temukan la di hadapanmu." (HR Tirmidzi dan lainnya dengan sanad yang shahih)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai referensi, berikut teks naskah Jumat akhir Syawal tentang cara bersikap istikamah dalam beribadah yang diambil dari Kumpulan Naskah Khutbah Jumat: Membentuk Generasi Qur'ani susunan Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama (Kemenag) RI 2007.
Naskah Khutbah Jumat Akhir Bulan Syawal: Istikamah dalam Beribadah
Khutbah Pertama
Ø§ŲØŗŲŲŲØ§Ų Ų ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØąŲØŲŲ ŲØŠŲ اŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲØąŲŲŲØ§ØĒŲŲŲ
اŲŲØŲŲ ŲØ¯Ų ŲŲŲŲ ŲŲØŲØ¯ŲŲŲ ØĩŲØ¯ŲŲŲ ŲŲØšŲدŲŲŲ ŲŲŲŲØĩŲØąŲ ØšŲØ¨ŲدŲŲŲ ŲŲØŖŲØšŲØ˛ŲØŦŲŲŲØ¯ŲŲŲ ŲŲŲŲØ˛ŲŲ Ų Ø§ŲŲØŖŲØŲØ˛ŲØ§Ø¨Ų ŲŲØŲØ¯ŲŲŲ Ø§ŲØ´ŲŲŲØ¯ŲاŲŲ ŲØ§Ų ØĨŲŲŲŲŲ ØĨŲŲØ§ اŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŲØ¯ŲŲŲ ŲØ§ Ø´ŲØąŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØŖŲØ´ŲŲŲØ¯Ø§ŲŲ ØŗŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ųا ØšŲØ¨ŲدŲŲŲ ŲŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØ¨ŲŲŲ Ø¨ŲØšŲدŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲ Ų ØĩŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲØ¯Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲŲŲ ŲŲØĩŲØŲØ¨ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲ ØĒŲØ¨ŲØšŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲØĨŲØŲØŗŲاŲŲ ØĨŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲØ§Ų ŲØŠŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ Ų ØĒŲØŗŲŲŲŲ ŲØ§ ŲŲØĢŲŲØąŲا ØŖŲŲ ŲŲØ§ Ø¨ŲØšŲØ¯Ų ŲŲŲŲØ§ ØšŲØ¨ŲØ§Ø¯Ų Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲŲØĩŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØĨŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲØĒŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ¯Ų ŲŲØ§Ø˛Ų اŲŲŲ ŲØĒŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ØĒŲØšŲاŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲØĒŲØ§Ø¨ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲŲŲ Ų ØŖŲØšŲŲŲØ°Ų Ø¨ŲØ§ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲØ´ŲŲŲŲØˇŲاŲŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲ Ų ŲŲØŗŲØ§ØąŲØšŲŲØ§ ØĨŲŲŲŲ Ų ŲØēŲŲŲØąŲØŠŲ Ų ŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲ ØšŲØąŲØļŲŲŲØ§ Ø§ŲØŗŲŲŲ ŲŲŲØ§ØĒŲ ŲŲØ§ŲØŖŲØąŲØļŲ ØŖŲØšØ¯ØĒ Ø§ŲŲŲŲ ŲØĒŲŲŲŲŲŲŲØ ØĩŲØ¯ŲŲŲ Ø§ŲŲŲ Ø§ŲØšØ¸ŲŲ .
Jemaah Jumat yang dirahmati Allah SWT
Marilah sama-sama kita bertaqwa kepada Allah SWT, sesungguhnya orang yang bertakwa itu akan mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Khutbah kita pada hari ini ialah bersikap istikamah. Firman Allah SWT dalam surah Fussilat ayat 30:
اŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ§ ØąŲØ¨ŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲ°ŲŲ ØĢŲŲ ŲŲ Ø§ØŗŲØĒŲŲŲØ§Ų ŲŲŲØ§ ØĒŲØĒŲŲŲØ˛ŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲŲ Ų Ø§ŲŲŲ ŲŲŲ°Û¤ŲŲŲŲŲØŠŲ اŲŲŲŲØ§ ØĒŲØŽŲاŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲØ§ ØĒŲØŲØ˛ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§ŲØ¨ŲØ´ŲØąŲŲŲØ§ Ø¨ŲØ§ŲŲØŦŲŲŲŲØŠŲ اŲŲŲØĒŲŲŲ ŲŲŲŲØĒŲŲ Ų ØĒŲŲŲØšŲدŲŲŲŲŲ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), "Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu."
Syihabuddin Sayyid Mahmud Al-Alusi dalam tafsirnya "Ruh ai-Ma'ani" menjelaskan sikap istikamah adalah sikap berpendirian teguh kepada tauhidullah dan tidak akan kembali pada kemusyrikan. Beberapa sahabat Rasulullah SAW pun telah memberikan batasan dan pengertian tentang istikamah ini.
Misalnya, Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA menjelaskan istikamah adalah engkau bersikap teguh dalam menjalani taat kepada Allah. Sementara itu Sufyan At-Tsauri mengartikan istiqomah adalah satunya perkataan dengan perbuatan.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,
Setiap orang yang menyatakan dirinya sebagai orang yang beriman pasti pada suatu masa ia akan memperoleh ujian yang sesuai dengan kadar keimanan masing-masing sebagaimana Allah SWT telah menguji kepada orang-orang terdahulu karena tidak menginginkan keimanan itu hanya sampai pada tataran ucapan atau kata-kata saja tetapi kebenaran kata-kata dan pernyataan keimanan dan tauhid seorang beriman harus dibuktikan kebenarannya.
Pembuktian kebenaran keimanan dan tauhid adalah dengan ujian atau musibah yang menimpa kepada seseorang. Dengan ujian inilah seseorang dapat diketahui kualitas keimanan dan tauhidnya kepada Allah SWT. Apakah ia benar-benar seorang mukmin yang sejati atau seorang munafik?
Hamba Allah yang telah berhasil lulus dari berbagai macam cobaan dan ujian yang datang kepada dirinya, karena dalam diri mereka telah tertanam dengan kokoh sikap dan sifat istikamah. Merekalah mendapat pertolongan Allah SWT dengan pendampingnya para malaikat baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan kepada jalan yang baik dan maslahat bagi dirinya. Sebaliknya sebagian orang beriman ada yang ketika ujian datang kepadanya ia bersikap keluh kesah, gelisah, kufur nikmat bahkan tidak jarang yang kembali menyekutukan Allah SWT.
Kaum muslimin, sikap istikamah bagi seorang mukmin adalah sangat diperlukan. Oleh karena itu Rasulullah SAW telah memberi petunjuk kepada seseorang yang meminta sesuatu yang dapat memelihara dirinya. Rasulullah SAW bersabda, "Katakanlah Allah Tuhan-ku kemudian istikamahlah kamu."(HR Bukhari)
Bagaimanakah agar dapat bersikap istikamah? Pertama, kita harus mempunyai ilmu. Dengan ilmu kita mengetahui dan memahami agama kita dengan benar dan tepat.
Kedua dengan bersikap ikhlas kepada Allah. Inti dari amal adalah keikhlasan. Oleh karena disebutkan bahwa semua orang akan merugi kecuali mereka yang beramal. Semua orang yang beramal pun akan merugi kecuali mereka yang mengikhlaskan amalnya. Orang beriman telah mengikhlaskan seluruh sholatnya, ibadahnya, hidup dan matinya semata mata untuk Allah. Dan demikianlah orang-orang mukmin diperintahkan oleh Allah.
Ketiga, lakukanlah apa yang telah diwajibkan Allah SWT kepada orang-orang mukmin. Allah SWT telah mewajibkan kepada kita semua perintah-perintahnya dan melarang kepada kita perbuatan-perbuatan yang tidak halal dilakukan oleh seorang mukmin.
Kewajiban kita semua melaksanakan kewajiban-kewajiban itu dengan penuh kesungguhan dan disiplin yang tinggi, tidak sekedar melepaskan kewajiban semata-mata. Karena seluruh perintah Allah SWT yang telah diwajibkan kepada seorang mukmin adalah mempunyai hikmah yang dalam dan untuk kemaslahatan manusia itu sendiri.
Ketahuilah Allah SWT sama sekali tidak membutuhkan kepada amal hambanya. Andaikan seluruh manusia terdahulu dan yang akan datang tidak mematuhi Allah SWT niscaya tidak akan mengurangi kemuliaan dan kekuasaan Allah SWT dan sebaliknya seandainya seluruh manusia terdahulu dan yang akan datang taat mematuhi Allah SWT niscaya tidak akan menambah kemuliaan dan kekuasaan Allah.
Keempat, agar kita dapat bersikap istikamah adalah dengan mempelajari dan mencontoh para nabi-nabi dan rasul-rasul Allah SWT serta generasi umat Islam yang telah lalu.
Al-Qur'an dengan jelas dan gamblang menyampaikan kepada kita orang mukmin kisah-kisah telah terdahulu yang menunjuk sikap dan kepribadian yang mulia antara lain adalah sikap istikamah. Bukan 2/3 dari isi Al-Qur'an itu kisah kisah. Kisah Al-Qur'an sungguh sangat berbeda dengan kisah yang ada di dunia ini. Karena kisah itu adalah bukan kisah fiktif yang dibuat-dibuat. Kisah yang tidak ada keraguan di dalamnya. Allah SWT mempunyai kisah terbaik dalam Al-Qur'an yaitu surah Yusuf.
Dalam kisah itu sungguh banyak hikmah dan pelajaran yang harus diambil oleh seorang mukmin terlebih lagi menempuh hidup saat ini yang penuh dengan ujian dan cobaan keimanan yang menggiurkan. Nabi Yaqub AS dan keluarga telah diuji oleh Allah SWT dengan beraneka ragam cobaan keimanan, jiwa, harta, tahta, wanita bahkan martabat keluarga. Nabi Yaqub AS dan keluarga telah berhasil lulus dalam ujian oleh karenanya Allah SWT memberikan predikat kepada nya sebagai orang-orang yang muhsinin, orang yang shalihin.
Demikian juga masih banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang memberikan pelajaran kepada kita yang dapat meneguhkan iman dan menanamkan sikap istikamah. Demikianlah khutbah yang singkat ini semoga bermanfaat.
Ø¨ŲØ§ØąŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØąŲØĸŲŲ Ø§ŲŲØšŲظŲŲŲ ŲØ ŲŲŲŲŲŲØšŲŲŲØ§ بŲŲ ŲØ§ ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲØ¨ŲŲŲØ§ŲŲ ŲŲØ§ŲذŲŲŲØąŲ اŲŲØŲŲŲŲŲ ŲØ ØŖŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ°Ųا ŲŲØ§ØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲ اŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲŲØŦŲŲ ŲŲØšŲ اŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲØ ŲŲØ§ØŗŲØĒŲØēŲŲŲØąŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲ Ø§ŲŲØēŲŲŲŲŲØąŲ Ø§ŲØąŲŲØŲŲŲ Ų
Khutbah Kedua
اŲŲØŲŲ ŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲŲŲ ØŲŲ ŲŲØ¯Ųا ŲŲØĢŲŲØąŲا ŲŲŲ ŲØ§ ØŖŲŲ ŲØą ŲŲØŖŲØ´ŲŲŲØ¯Ų ØŖŲŲ ŲØ§ ØĨŲŲŲ ØĨŲŲØ§ اŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŲØ¯ŲŲŲ ŲŲØ§ Ø´ŲØąŲŲŲŲ ŲŲØ ØĨŲØąŲØēŲØ§Ų ŲØ§ ŲŲŲ ŲŲŲ ØŦŲØŲØ¯Ų بŲŲŲ ØŲŲŲŲŲŲØą ŲŲØŖŲØ´ŲŲŲØ¯Ų ØŖŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ųا ØšŲØ¨ŲدŲŲŲ ŲŲØąŲØŗŲŲŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯Ų Ø§ŲØĨŲŲŲØŗŲ ŲŲØ§ŲŲØ¨ŲØ´ŲØąŲ . اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĩŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲŲŲ ŲŲØĩŲØŲØ¨ŲŲŲ
Ų ŲØ§ اØĒŲŲØĩŲŲŲØĒŲ ØšŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲØ¸ŲØąŲ ŲŲØŖŲذŲŲŲ Ø¨ŲØŽŲØ¨ŲØą ØŖŲŲ ŲŲØ§ Ø¨ŲØšŲØ¯Ų ŲŲŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲØ§ØŗŲ اØĒŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲŲŲŲ ØĒŲØšŲاŲŲŲØ ŲŲØ°ŲØąŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲØ§ØŲØ´Ų Ų ŲØ§ ظŲŲŲØąŲ ŲŲŲ ŲØ§ Ø¨ŲØˇŲŲØ ŲŲØŲØ§ŲŲØ¸ŲŲØ§ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲØˇŲŲØ§ØšŲØŠŲ ŲŲØŲØļŲŲŲØąŲ اŲŲØŦŲŲ ŲØšŲØŠŲ ŲŲØ§ŲØŦŲŲ ŲØ§ØšŲØŠŲ.
ŲŲØ§ØšŲŲŲŲ ŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ØŖŲŲ ŲØąŲŲŲŲ Ų Ø¨ŲØŖŲŲ ŲØąŲ Ø¨ŲØ¯ŲØŖŲ ŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲØŗŲŲŲØ ŲŲØĢŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲ ŲŲŲØ§ØĻŲŲŲØĒŲŲŲ Ø§ŲŲŲ ŲØŗŲبŲŲØŲØŠŲ بŲŲŲØ¯ŲØŗŲŲØ ŲŲŲŲØ§ŲŲ ØĒŲØšŲاŲŲŲ ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ˛ŲŲŲ ŲŲØ§ØĻŲŲØ§Ų ØšŲŲŲŲŲ ŲØ§ : ØĨŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲØ§ØĻŲŲŲØĒŲŲŲ ŲŲØĩŲŲŲŲŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ Ø§ŲŲŲŲØ¨ŲŲŲŲØ ŲŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲŲØ§ اŲŲŲØ°ŲŲŲŲŲ ØĸŲ ŲŲŲŲŲØ§ ØĩŲŲŲŲŲŲØ§ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ ØĒŲØŗŲŲŲŲŲ ŲØ§ ØŖŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ ØĩŲŲŲ ŲŲØŗŲŲŲŲ Ų ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ Ų ŲØŲŲ ŲŲØ¯ŲØ ŲŲŲ ŲØ§ ØĩŲŲŲŲŲŲØĒŲ ØšŲŲŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ ØĨŲØ¨ŲØąŲØ§ŲŲŲŲ Ų ŲŲØšŲŲŲŲ ØĸŲŲ ØŗŲŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ ØĨŲØ¨ŲØąŲØ§ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ Ø§ŲŲØšŲاŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ØĨŲŲŲŲŲŲ ØŲŲ ŲŲØ¯Ų Ų ŲØŦŲŲØ¯Ų. اŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§ØēŲŲŲØąŲ ŲŲŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲØ§ØĒŲØ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØ¤ŲŲ ŲŲŲØ§ØĒŲ Ø§ŲŲØŖŲØŲŲŲØ§ØĄŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØ§ŲØŖŲŲ ŲŲŲØ§ØĒ Ø¨ŲØąŲØŲŲ ŲØĒŲŲŲ ŲŲØ§ ŲŲØ§ŲŲØ¨Ų اŲŲØšŲØˇŲŲŲŲØ§ØĒØ Ø§ŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲ Ø§Ø¯ŲŲŲØšŲ ØšŲŲŲŲØ§ اŲŲØēŲŲŲØ§ŲØĄŲ ŲŲØ§ŲŲŲŲØ¨ŲØ§ØĄŲ ŲŲØ§ŲØąŲŲŲŲØ§ ŲŲØ§ŲØ˛ŲŲŲØ§Ø˛ŲŲŲ ŲŲØ§ŲŲŲ ŲØŲŲŲØ ŲŲØŗŲŲŲØĄŲ اŲŲŲŲØĒŲŲŲ Ų ŲØ§ ظŲŲŲØąŲ Ų ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲ ŲØ§ Ø¨ŲØˇŲŲØ ØšŲŲŲ Ø¨ŲŲŲØ¯ŲŲŲØ§ ŲŲØ°Ųا ØŽŲØ§ØĩŲŲØŠŲ ŲŲØšŲŲŲ ØŗŲØ§ØĻŲØąŲ بŲŲŲØ§Ø¯Ų اŲŲŲ ŲØŗŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ØšŲØ§Ų ŲŲØŠŲ ŲŲØ§ ØąŲØ¨ŲŲ Ø§ŲŲØšŲاŲŲŲ ŲŲŲŲØ ØąŲØ¨ŲŲŲŲØ§ ØĸØĒŲŲŲØ§ ŲŲŲ Ø§ŲØ¯ŲŲŲŲŲŲØ§ ØŲØŗŲŲŲØŠŲ ŲŲŲŲŲ Ø§ŲŲØĸØŽŲØąŲØŠŲ ØŲØŗŲŲŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲØ§ ØšŲØ°ŲØ§Ø¨Ų Ø§ŲŲŲŲØ§ØąŲ
(rah/rah)












































Komentar Terbanyak
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru