Panitia SNPMB: Ada Banyak Anak Rektor PTN Tak Lolos SNBT

ADVERTISEMENT

Panitia SNPMB: Ada Banyak Anak Rektor PTN Tak Lolos SNBT

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 25 Mei 2026 17:31 WIB
Konferensi pers pengumuman hasil UTBK SNBT 2026 di Gedung D Kemdiktisaintek, Jl Pintu 1 Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Konferensi pers pengumuman hasil UTBK SNBT 2026 di Gedung D Kemdiktisaintek, Jl Pintu 1 Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). Foto: Trisna Wulandari/detikcom
Jakarta -

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) memastikan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 berlangsung secara akuntabel dan penuh integritas. Sebagai bukti, menurut Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok, ada banyak anak rektor atau pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) yang tidak lolos SNBT.

"Kami pastikan pelaksanaan seleksi ini berlangsung dengan akuntabel dan penuh integritas. Buktinya apa?" ucap Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok dalam konferensi pers Hasil SNBT yang digelar secara hybrid pada Senin (25/5/2026).

"Kalo ada buktinya apa akuntabel dan berintegritas, banyak terdapat anak para rektor-pimpinan PTN yang tidak lulus SNBT. Padahal yang menetapkan kelulusan adalah para rektor," ungkap Eduart.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan pada 2026 peserta yang diterima UTBK SNBT ada 29,42%. Ia menyebut pihaknya terkadang mendapat komplain dari masyarakat, misalnya dari orang tua yang ingin anaknya bisa kuliah di PTN.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) ini menekankan kuota SNBT tidak berdasarkan kehendak pimpinan PTN. Akan tetapi, daya tampung disesuaikan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan kesiapan PTN.

ADVERTISEMENT

Pada tahun ini, siswa lolos SNBT ada 256.369 orang. Sementara, pesertanya ada 871.496.

Eduart juga menerangkan menjelaskan kuota awal dan kuota penambahan pada setiap jalur penerimaan nasional mahasiswa baru.

"SNBP awal misalnya untuk diploma 3 itu adalah 15.758, tetapi yang daftar ulang itu adalah 11.726. Ada kurang lebih 4 ribu yang tidak terisi, sehingga ketika pelaksanaan SNBT, yang kuota awalnya (sekitar) 21 ribu, maka dia kan berubah menjadi (sekitar) 25 ribu karena kuota yang tidak terisi di SNBP dialihkan ke SNBT," terangnya.

"Andaikan nanti di SNBT ada kuota yang tidak terisi, maka kuota itu akan dialihkan ke seleksi mandiri. Jadi bukan kita menambah-nambahkan kuota jalur mandiri, tetapi adalah memenuhi kuota awal yang sudah ditetapkan," imbuh Eduart.



(nah/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads