SPAN-PTKIN 2026 Terapkan Pemetaan Kesehatan Mental Calon Maba, Untuk Apa?

ADVERTISEMENT

SPAN-PTKIN 2026 Terapkan Pemetaan Kesehatan Mental Calon Maba, Untuk Apa?

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 06 Apr 2026 18:00 WIB
Pendafatran SPAN-PTKIN 2026.
Foto: SPAN-PTKIN 2026
Jakarta -

Ada yang berbeda dalam Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun ini. Dalam proses seleksi, ada pemetaan kesehatan mental untuk calon mahasiswa baru.

Pihak panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN menilai segmen tersebut menempatkan PTKIN sebagai pionir institusi pendidikan yang tidak cuma mengejar skor akademik, tetapi juga memprioritaskan kejesahteraan psikologis.

Capai Lebih dari 140 Ribu Pendaftar

Jalur SPAN-PTKIN diserbu 143.948 pendaftar dari 12.174 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Menurut Ketua PMB-PTKIN 2026, Prof Dr Abdul Aziz, MAg, lonjakan peminat dipicu pergeseran paradigma masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masyarakat kini melihat PTKIN sebagai paket lengkap: basis karakter keagamaan yang kokoh, biaya pendidikan yang sangat terjangkau, dan standar akademik kelas dunia," jelasnya melalui keterangan yang diterima, ditulis Senin (6/4/2026).

Dijelaskan juga dalam Antara, pemetaan kesehatan mental bertujuan untuk memberi gambaran kesiapan psikologis untuk menempuh perguruan tinggi.

ADVERTISEMENT

Pendaftar SPAN-PTKIN berasal dari satuan pendidikan MA/MAK/SMA/SMK/pendidikan diniyah formal/pendidikan kesetaraan pondok pesantren salafiyah/mu'adalah muallimin/mua'dalah salafiyah/sederajat.

Saat ini, jalur penerimaan SPAN-PTKIN mendekati pengumuman. Hasilnya akan diberikan besok, Selasa (7/4/2026). Selanjutnya, proses verifikasi dan daftar ulang ditetapkan oleh PTKIN masing-masing.

Seleksi ini dilakukan berdasarkan prestasi akademik menggunakan nilai rapor dan prestasi lainnya berupa portofolio. SPAN-PTKIN diselenggarakan tanpa ujian tertulis.

Namun, siswa yang bisa mengikuti seleksi ini adalah yang didaftarkan kepala satuan pendidikan MA/MAK/SMA/SMK/pendidikan diniyah formal/pendidikan kesetaraan pondok pesantren salafiyah/mu'adalah muallimin/mua'dalah salafiyah/sederajat masing-masing. Peserta juga hanya boleh yang berasal dari angkatan lulus 2026.



(nah/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads