Pemerintah Ingin Batasi Penerimaan Maba di PTN, Warek Paramadina: Harapan Baru

Pemerintah Ingin Batasi Penerimaan Maba di PTN, Warek Paramadina: Harapan Baru

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 11 Mar 2026 14:30 WIB
Universitas Paramadina Kampus Cipayung
Universitas Paramadina Kampus Cipayung. Warek Universitas Paramadina angkat bicara soal pembatasan penerimaan maba di PTN. Foto: Nikita Rosa/detikedu
Jakarta -

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza beri tanggapan terkait rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang ingin batasi jumlah penerimaan mahasiswa baru (maba) jenjang S1 di perguruan tinggi negeri (PTN). Ia menyebut mendukung agar rencana ini bisa terlaksana.

"Kebijakan ini membawa angin segar dan harapan baru bagi perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia," tutur Handi pada keterangan tertulis dikutip Rabu (11/3/2026).

Disebut menjadi harapan baru, karena menurut Handi jumlah mahasiswa PTS saat ini cukup timpang dengan PTN. Selain itu, saat ini banyak PTS yang mengalami penurunan jumlah mahasiswa sebanyak 20-30%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantaran penurunan ini, ada PTS yang pada akhirnya memutuskan tidak lagi menerima mahasiswa baru. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Turunnya jumlah mahasiswa sangat memengaruhi pada penerimaan mahasiswa baru di PTS. Hal ini dikarenakan 95% pendanaan PTS bertumpu pada uang kuliah yang dibayarkan mahasiswa.

ADVERTISEMENT

"Beban berat operasional kampus yang ditanggung PTS akan sangat berdampak pada peningkatan kualitas dan keberlangsungan PTS," jelas Handi.

Oleh karena itu, Handi menegaskan perlu ada intervensi dari pemerintah untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu upayanya adalah dengan pembatasan penerimaan mahasiswa baru di PTN, baik secara jumlah maupun jangka waktu penerimaan.

Perbedaan Jumlah Mahasiswa di PTN dan PTS

Lebih lanjut, Handi membeberkan data kondisi jumlah mahasiswa di PTN dan PTS. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dijelaskan 127 PTN di Indonesia menampung 4.408.472 mahasiswa dan 98.137 dosen pengampu.

Jika dihitung rata-ratanya, PTN memiliki 34.712 mahasiswa dan 772 dosen pengampu. Artinya, rasio dosen dan mahasiswa sebanyak 45 per kampus.

Jumlah ini berkurang setengahnya dengan kondisi PTS. Sebanyak 2.713 jumlah PTS yang ada saat ini menampung 4.833.473 mahasiswa dan 169.638 dosen pengampu.

"Artinya, rata-rata PTS memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 1.781 dan dosen pengampu sebanyak 62, dengan rasio dosen dan mahasiswa sebanyak 28," urainya.

Melihat kondisi ini, Handi kembali menegaskan memang pembatasan penerimaan mahasiswa baru di PTN perlu dilakukan. Selain itu, ia juga menyarankan agar Kemdiktisaintek punya langkah terobosan untuk membantu pembiayaan PTS.

"Salah satu inisiatif yang bisa dilakukan adalah pemberian Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPT) bagi PTS, yang selama ini hanya dinikmati PTN melalui BOPTN," jelasnya.

Kebijakan BOPTS diharapkan dapat meringankan beban operasional kampus swasta. Melalui kebijakan ini, Hendi juga yakin biaya pendidikan mahasiswa akan dirumuskan sesuai prinsip keadilan yang setara.

"Apalagi, PTS juga memiliki tugas dalam mewujudkan amanah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek Mukhamad Najib memang menyatakan pihaknya ingin membatasi jumlah penerimaan maba S1 di PTN, terutama yang punya status Berbadan Hukum atau PTNBH. Bahkan, Najib menjelaskan di 2026 jumlah kuota penerimaan maba tidak bertambah.

Bila melihat data penerimaan maba PTN 2025, kuota penerimaan yang ditetapkan adalah 626.941 mahasiswa. Jumlah ini tersebar di 146 PTS, yang terdiri dari 76 PTN akademik, 44 vokasi, dan 26 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).

Jumlah tersebut didominasi oleh PTN yang berstatus PTN-BH. Jika dirata-ratakan jumlah mahasiswa baru yang masuk PTN sebesar 4.294 orang.




(det/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads