Begini Komponen Penilaian SNBP di Universitas Hasanuddin, Optimis Lolos?

ADVERTISEMENT

Begini Komponen Penilaian SNBP di Universitas Hasanuddin, Optimis Lolos?

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 26 Jan 2026 13:30 WIB
Begini Komponen Penilaian SNBP di Universitas Hasanuddin, Optimis Lolos?
Kampus Universitas Hasanuddin. (Foto: Unhas TV)
Jakarta -

Universitas Hasanuddin membeberkan komponen penilaian di SNBP 2026. Seperti apa?

Sebelumnya, namaUniveritasHasanuddin (Unhas) ramai dibahas usai membatalkan kelulusan pesertaSNBP 2025 yang terbukti melakukan kecurangan. Sebanyak empat peserta dari empat sekolah terbukti memoles nilai rapor agar diterima dalam jalur tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kecurangan ini ditemukan usai para peserta melakukan registrasi ulang. Setelah melakukan verifikasi, pihak kampus menemukan adanya tidak kesesuaian nilai rapor peserta dengan data yang disimpan dalam buku induk.

"Nah, itu kita menemukan bahwa ada 4 siswa dari 4 sekolah itu yang terbukti, mereka melakukan perubahan data," tutur Ishaq Rahman selaku Kepala Bagian Humas Unhas kepada detikEdu, Sabtu (24/1/2026).

ADVERTISEMENT

Sanksi telah diberikan kepada sekolah berupa blacklist untuk mengikuti SNBP tahun berikutnya. Kemudian siswa yang melakukan curang juga dibatalkan kelulusannya.

Beriringan dengan itu,Unhas mengatakan pihaknya sebenarnya tidak memiliki komponen penilaian khusus dalamSNBP. Pihaknya mengatakan penilaianSNBP diUnhas akan sama dengan kampus lain.

Komponen Penilaian SNBP 2026 di Unhas

Ishaq menyampaikan mengatakan tidak ada komponen spesifik dalam penilaian SNBP di Unhas. Sama seperti kampus lain, Unhas akan melihat nilai rapor dan dua mata pelajaran pendukung.

"Jadi sebenarnya tidak ada perlakuan spesifik, jadi kita memang melihat kesesuaian antara daya tampung dengan jumlah peminat dan dengan nilai dari para pendaftar," ujar dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUnhas itu.

Pada tahun ini, Unhas mendorong sekolah untuk menggunakan E-Rapor. Hal ini karena nilai rapor sudah ada dalam sistem jadi sekolah maupun siswa tidak perlu melakukan pengisian data lagi. Selain itu kecurangan juga bisa dicegah.

"Karena kalau dengan menggunakan sistem E-Rapor itu, nilai itu kan tidak lagi diinput, tapi langsung ditarik dari sistem. Itu pengalaman kami selama ini, kalau menggunakan E-Rapor itu kami tidak menemukan ada yang melakukan kecurangan di situ karena nilainya sudah disimpan sejak semester pertama di dalam sistem," tuturnya.




(nir/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads