UI Ditantang 'Double Entry', Kuota Mahasiswa Akan Bertambah?

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 18 Mei 2022 20:30 WIB
Ilustrasi Kampus UI, Depok
Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jabar (Foto: Grandyos Zafna/detikFOTO)
Jakarta -

Universitas Indonesia (UI) diminta oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) untuk menambah jumlah mahasiswa yang diterima atau "double entry".

Hal ini disampaikan Wakil Rektor UI Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Abdul Haris, dalam kunjungan ke lokasi UTBK SBMPTN UI Salemba, Jakarta.

"Penerimaan mahasiswa di UI kalau bicara partisipasi kasar masih di angka 30 persen. Pak Dirjen selalu nantang 'bisa enggak UI untuk double entry' gitu. Kami harus hitung, tapi Pak Dirjen harus mengubah peraturan dulu," tutur Abdul Haris di lokasi UTBK UI Salemba, Rabu (18/5/2022).

Menerapkan kebijakan "double entry" menurut Guru Besar bidang Ilmu Geofisika FMIPA UI itu harus melalui sejumlah pertimbangan. Antara lain perbandingan jumlah mahasiswa dengan dosen.

"Rasio dosen dan mahasiswa harus kami jaga. Jadi kalau mau menambah mahasiswa, dosen juga tambah. Ini juga menjadi rambu-rambu yang harus kita ikuti," tambah Haris.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Nizam menjelaskan skema perguruan tinggi yang siap membuka double entry.

Nizam mengatakan penambahan jumlah mahasiswa bisa berdampak pada dosen. Jika perbandingan dosen dan mahasiswa tidak sebanding, maka dapat berdampak buruk.

"Kita tidak ingin nanti dosen-dosennya burn out," ujar Guru Besar UGM itu.

Perbandingan tidak seimbang antara jumlah mahasiswa dengan dosen akan membuat dosen mengajar secara terus-menerus. Hal ini karena jumlah mahasiswa yang meningkat akan menambah jumlah kelas, sementara jumlah dosen stagnan.

"Enggak ada istirahatnya ngajar-ngajar terus. Nanti kasian dosennya, kasian juga mahasiswanya. Jadi kita harus menjaga kualitas dan relevansi program-program dari perguruan tinggi," jelas Prof. Nizam.

Namun, menurut Nizam "double entry" di perguruan tinggi bukanlah hal yang mustahil. Hanya saja masih memerlukan berbagai pertimbangan jika perguruan tinggi akan menambah jumlah mahasiswanya.

"Double entry salah satu pemikiran yang sedang kita dalami," kata Prof. Nizam



Simak Video "Momen Luhut Hampiri Mahasiswa UI, Debat soal Big Data"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia