Perjuangan Gadis Bogor Masuk Sekolah Kedinasan: Latihan Lari Sejam Non Stop

Puti Yasmin - detikEdu
Kamis, 13 Mei 2021 10:00 WIB
lari
Perjuangan Gadis Bogor Masuk Sekolah Kedinasan: Latihan Lari Sejam Non Stop (Foto: shutterstock )
Jakarta - Sekolah kedinasan menjadi tujuan favorit para lulusan SMA. Banyak perjuangan yang harus dilakukan para peserta ujian demi bisa masuk sekolah tersebut. Salah satunya dilakukan oleh gadis asal Bogor bernama Nabila Sukmawati.

Wanita yang akrab disapa Nabila ini diketahui tengah mendaftar di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Ia pun melakukan berbagai persiapan untuk masuk sekolah kedinasan, salah satunya dengan latihan fisik lari selama satu jam non stop.

"Latihan fisik bareng sahabat aku. Biasanya lari-laring sering banget larinya hampir sejam, dan itu non stop. Istirahat bentar nggak dihitung berapa putaran, pokoknya sejam," ungkap dia saat dihubungi detikEdu baru-baru ini.

Selain melakukan persiapan dari segi fisik, Nabila juga banyak latihan materi ujian. Bahkan, ia mengambil les insentif sekolah kedinasan secara online di Ecodu.id sejak duduk di awal semester kelas 12.

"Buat persiapan aku belajar dan latihan fisik. Kalau bimbel di Ecodu sejak Oktober 2020, lebih efektif di mana pun dan mudah dipahami juga. Aku juga try out SKD, kalau TPS kan paka UTBK jadi aku geder banget TPS dan latihan soal, dan sekarang kan sudah (ujian UTBK) jadi sekarang memantapkan materi lain," sambung dia.

Lebih lanjut, gadis kelahiran 2 Agustus 2003 ini mengaku motivasi awal ingin masuk sekolah kedinasan adalah membantu orang tua. Pasalnya, Nabila tak ingin merepotkan kedua orang tuanya saat harus mengeluarkan biaya yang besar untuk kuliah.

Baginya, keinginan orang tua menjadi pilihan terbaik. Sebab, di setiap izin dari orang tua ada rida yang diberikan.

"Motivasi sendiri dari keluarga pertama karena aku nggak pengen orang rumah mengeluarkan biaya yang besar. Terutama kedua orang tua aku bekerja di instansi pemerintah juga tapi non-PNS dan berpesan agar menjadi cita-cita. Aku pun minta izin kalau masuk STAN bagaimana, dan alhamdulillah orang tua setuju dan ridho di sana," terangnya.

Walaupun begitu, ia pernah merasa penat saat harus belajar dan belajar. Ia pun mengakali perasaan tersebut dengan kembali mengingat motivasi utama dan saingan sekolah kedinasan saat ini.

"Aku kan kelas 12, itu harus bagi waktu dan daring juga kan, aku madrasah juga ada tahfiz. Itu capek banget, ngejar latihan fisik, UTBK. Tapi di situ aku mikir ada cita-cita yang harus aku perjuangkan dan kalau rebahan saja, yang lain pasti lagi belajar," tutup dia. (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia