Evaluasi UTBK SBMPTN di ITB: Peserta Telat hingga Server Internet Mati

Puti Yasmin - detikEdu
Kamis, 15 Apr 2021 20:00 WIB
Pelaksanaan UTBK di ITB
Foto: Dok ITB/Evaluasi UTBK SBMPTN di ITB: Peserta Telat hingga Server Internet Mati
Jakarta - Pelaksanaan UTBK SBMPTN 2021 gelombang I di Institut Teknologi Bandung (ITB) berlangsung dengan lancar. Walaupun begitu, ada berbagai laporan mengenai pelaksanaannya, seperti ada siswa yang telat hingga server internet yang mati.

"Secara umum, UTBK berjalan baik dan sampai hari ini semuanya lancar lancar," kata Kepala Biro Humas dan Komunikasi ITB Naomi Sianturi Haswanto saat dihubungi detikEdu, Kamis (15/4/2021).

Ribuan peserta UTBK Sbmptn di ITB diwajibkan menggunakan masker medisRibuan peserta UTBK Sbmptn di ITB diwajibkan menggunakan masker medis Foto: Siti Fatimah

Hanya saja, kata Naomi, pada hari pertama pelaksanaan ujian terdapat peserta ujian yang telat datang. Namun, peserta tersebut masih diperbolehkan dan diantar oleh panitia menuju ruang ujian.

Selain itu, ada juga pengantar peserta ujian yang memaksa masuk ke lokasi. Padahal, salah satu aturan pelaksanaan ujian di pusat UTBK ITB adalah semua peserta harus diturunkan di pintu gerbang pusat UTBK.

"Hari pertama, Senin (12/4) di pusat UTBK ITB, sempat ada insiden peserta terlambat, tapi sudah diantar panitia ke lokasi. Sempat juga ada pengantar yang memaksa masuk ke lokasi, dicegah satpam. Karena semua peserta harus diturunkan di pintu gerbang," sambung dia.

Lebih lanjut, kata Naomi, ada juga laporan matinya server internet saat ujian. Server tersebut mati beberapa menit dan digantikan dengan penambahan waktu ujian sehingga tidak merugikan peserta UTBK.

"Kemarin Rabu ada sedikit gangguan listrik akibat cuaca hujan dan petir, sehingga servernya mati, namun bisa diatasi dalam waktu cepat. Waktu ujian dikompensasi, diberi tambahan waktu, sehingga peserta tidak dirugikan. Yang mati servernya, Jadi nggak jalan internetnya gitu. Matinya nggak lama-lama kok, hanya satu-dua menit," ungkap Naomi.

Terkait cuaca buruk yang tengah terjadi di Bandung, Naomi mengimbau agar para peserta membawa payung atau jas hujan (rain coat). Terkhusus pada para peserta yang melaksanakan ujian di sesi siang.

"Karena di Bandung cuaca sedang kurang baik, panitia mengingatkan peserta untuk membawa payung atau raincoat terutama yang sesi siang dan membawa perlengkapan sholat pribadi," sambung dia.

Laporan terakhir, pusat UTBK ITB mengizinkan peserta ujian yang tidak mampu berjalan untuk menggunakan kursi roda. Mereka juga diperbolehkan untuk diantarkan oleh keluarga memasuki ruang ujian.

"Ada siswa yang tidak mampu berjalan dan harus menggunakan kursi roda, tetap diizinkan mengikuti UTBK. Namun karena alasan kesehatan dan COVID-19, ada keluarga yang harus membantu mengantar ke ruangan. Ujian pun berjalan dengan baik," tutup dia.

Simak Video "Peserta UTBK Bersuhu 37,5 Derajat Lebih Harus Tes PCR Mandiri"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia