Seleksi Sekolah Kedinasan di Masa Pandemi, BKN Kembangkan 3 Sistem Ini

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 08 Apr 2021 20:00 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melantik 744 pamong praja muda IPDN. Pelantikan itu diselenggarakan di Lapangan IPDN, Jatinangor, Jabar, hari ini.
BKN sempurnakan fitur CAT untuk seleksi sekolah kedinasan 2021 (Foto: Wisma Putra)
Jakarta - Pendaftaran sekolah kedinasan 2021 mulai bisa diakses serentak Jumat (09/04/2021), pukul 09.21 WIB. Proses seleksi yang dilaksanakan pada masa pandemi ini pun dilakukan dengan berbagai penyempurnaan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Selain untuk menghindari penularan COVID-19, pengembangan sistem seleksi sekolah kedinasan 2021 tersebut diharapkan dapat meminimalisir kecurangan.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen melalui konferensi pers Pembukaan Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2021, hari ini (08/04/2021). Tiga pengembangan sistem yang dilakukan BKN di antaranya, pengembangan fitur registrasi, live score nilai peserta via live stream Youtube, dan pengembangan face recognition.

"BKN juga melakukan beberapa penyempurnaan terkait dengan sistem pelaksanaan seleksinya untuk komputerisasi tesnya. Mulai dari fitur registrasi yang tahun lalu waktu SKB sudah kami gunakan. Ini tujuannya adalah untuk meminimalisir potensi penularan atau penyebaran COVID-19." imbuh Suharmen.

Selain fitur registrasi, BKN juga masih menggunakan sistem live scoring nilai peserta seperti tahun lalu. Bedanya, tahun ini dilakukan melalui live stream Youtube dengan akses bebas bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengurangi kerumunan massa di satu titik lokasi. Rencananya live stream ini akan disiarkan melalui kanal Youtube resmi CAT BKN maupun Youtube Official Kanreg dan UPT BKN.

Lebih lanjut, untuk mengurangi adanya joki atau kecurangan seperti tahun lalu, Suharmen menyatakan BKN melakukan penyempurnaan sistem CAT dengan pengembangan face recognition. Oleh karena itu, pada proses pendaftaran, peserta akan diminta untuk melakukan sebanyak 3 kali swafoto yang nantinya digunakan untuk database bagi sistem terbaru ini.

"Ini adalah tujuannya untuk meminimalisir potensi orang yang tidak berhak untuk ikut seleksi, kemudian dia menggantikan orang lain atau istilah[nya] menjadi joki dari peserta yang lain," terangnya lebih lanjut mengenai sistem terakhir yang dikembangkan BKN dalam seleksi sekolah kedinasan 2021. (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia