Gabung PKN STAN Jalur Non-Reguler, Bisa Dapat Ikatan Dinas?

Puti Yasmin - detikEdu
Rabu, 07 Apr 2021 08:01 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri wisuda Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN di Auditorium Student, Komplek Kampus PKN STAN Bintaro, Tangerang Selatan.
Foto: Hendra Kusuma/Gabung PKN STAN Jalur Non-Reguler, Bisa Dapat Ikatan Dinas?
Jakarta - Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN memiliki dua jalur, yakni reguler dan non-reguler. Dari sekolah kedinasan ini, mahasiswa yang lulus akan mendapat ikatan dinas PKN STAN. Namun berlaku nggak ya di jalur non-reguler?

Menurut Menurut Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan PKN STAN Denny Handoyo ikatan dinas hanya berlaku pada mahasiswa yang masuk melalui jalur reguler dan afirmasi. Sedangkan, jalur non-reguler keputusan dikembalikan kepada instansi yang berwenang.

"Untuk ikatan dinas hanya untuk mahasiswa PKN STAN dari jalur penerimaan SMU dan sederajat (baik yang reguler maupun afirmasi), maksudnya dari jalur SPMB PKN STAN Reguler dan Afirmasi," ungkap Denny kepada detikEdu, Selasa (6/4/2021).

"Untuk non-reguler merupakan kewenangan dari pengguna jasa/instansi yang mengirim," sambung dia.

Terdapat perbedaan di PKN STAN jalur reguler dan non-reguler. Jalur reguler ditujukan bagi lulusan SMA atau sederajat dengan status non-PNS. Sedangkan, jalur non-reguler adalah program yang diperuntukkan bagi lulusan SMA atau sederajat dengan penugasan dari Kementerian Keuangan atau instansi lainnya.

"Program Diploma Reguler merupakan pendidikan vokasi yang diperuntukkan bagi paling kurang lulusan SMA atau sederajat dengan status non-PNS sedangkan Program Diploma Non-Reguler merupakan pendidikan vokasi yang diperuntukkan bagi paling kurang lulusan SMA atau sederajat yang ditugaskan oleh Kementerian Keuangan dan/atau instansi lainnya dengan status PNS maupun non-PNS," terang Denny.

Selain itu, PKN STAN jalur non-reguler dipatok biaya sebesar Rp 8.000.000 hingga Rp 21.400.000 per semester tergantung jurusan PKN STAN masing-masing. Sedangkan, jalur reguler tidak dikenakan biaya sama sekali.

Penetapan besaran biaya STAN non-reguler, kata Denny, diputuskan berdasarkan daya beli, minat, kurikulum, akreditasi, hingga tarif kompetitor. Bahkan, hal itu sudah ditulis di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Penetapan tarif program diploma (PKN STAN) sebagaimana dimaksud dalam PMK 27/PMK.02/2021 mempertimbangkan daya beli, minat, kebutuhan operasional perkuliahan, jumlah mahasiswa, kurikulum, akreditasi, dan atau tarif kompetitor," tutup dia.

Simak Video "Puluhan Guru, Siswa-Santri di Tasikmalaya Terpapar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia