PTN Unggulan Tak Masuk 20 Besar Paling Ketat SNMPTN 2021, LTMPT: Masyarakat Realistis

Puti Yasmin - detikEdu
Selasa, 23 Mar 2021 14:53 WIB
Ilustrasi Fokus Rektor Asing untuk PTN (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Foto: Ilustrasi Fokus Rektor Asing untuk PTN (Andhika Akbarayansyah/detikcom)/PTN Unggulan Tak Masuk 20 Besar Paling Ketat SNMPTN 2021, LTMPT: Masyarakat Realistis
Jakarta - Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2021 telah diumumkan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pada Senin (22/3) kemarin. Dari data tersebut, diketahui banyak PTN unggulan yang tidak masuk ke dalam 20 besar seleksi paling ketat.

Menurut Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto terjadi pergeseran keketatan di PTN unggulan baik untuk prodi Saintek maupun Soshum. Hal ini berbeda bila dibandingkan dengan tahun lalu.

"Memang seperti yang disampaikan oleh Pak Ketua (Mohammad Nasih), terjadi pergeseran dari keketatan program studi dari Saintek maupun Soshum di banding tahun yang lalu. kok PTN-BH nggak masuk 20 urutan paling ketat?" kata dia dalam Konferensi Pers Hasil Pengumuman SNMPTN 2021, Senin (22/3) kemarin.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan pergeseran keketatan pada PTN unggulan karena masyarakat lebih realistis dalam menentukan kampus tujuannya. Pasalnya, penilaian SNMPTN 2021 dilakukan berdasarkan ranking siswa dan juga indeks ranking sekolah.

"Artinya apa? Bahwa masyarakat kini, adik-adik, siswa, orang tua itu sudah lebih realistis ya memilih ke prodi yang kemungkinan diterima dan berkumpul di sana," sambung dia.

Ia mencontohkan, untuk prodi kedokteran di Universitas Indonesia (UI) mungkin tidak akan seketat pada daftar 20 PTN paling ketat di SNMPTN 2021. Hanya saja, peserta didik yang diterima di sana memiliki kualitas yang terbaik.

"Sebagai contoh UI, Kedokteran itu keketatan tidak seketat 20 tadi (PTN paling ketat seleksinya). Tapi yang masuk ke sana adalah adik-adik yang yang dari sekolah yang kualitasnya bagus, dan ranking di sekolahnya bagus, contoh ya jangan salah interpretasi," ungkap Budi.

Ketua LTMPT Mohammad Nasih juga menambahkan berdasarkan pengalamannya, program studi Kedokteran di Universitas Airlangga Surabaya masuk ke dalam favorit sehingga seleksinya masuk menjadi salah satu yang paling ketat di zamannya. Namun, saat ini kondisi tersebut bergeser program studi Farmasi.

"Pengalaman kami di Unair dari yang dulu, misalnya Kedokteran cukup banyak peminatnya, ternyata sekarang kalah dari Farmasi. Jadi sekarang mahasiswa bener lebih realistis," imbuh Nasih.

Nasih pun menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan bagian dari pelaksanaan seleksi LTMPT yang terbuka. Sebab, peserta didik yang lolos SNMPTN hanya dinilai dari prestasi akademik dan ranking sekolah asal.

"Sekarang semua orang sudah tahu ranking masing-masing, posisi masing-masing, sehingga, mohon maaf kalau ranking 1 pun kalau berasal dari SMA yang ranking dalam 2.000 ke atas mau masuk ke kedokteran pun nggak akan diterima," paparnya.

"Sehingga mereka yang posisi di level menengah, tidak terbaik tapi tidak juga terjelek, pasti akan mengambil lebih aman dan realistis untuk bisa diterima di dalamnya. Ini suatu hasil dari transparansi yang kita lakukan untuk buka, jadi mereka nggak daftar (SNMPTN 2021) coba-coba," tutup Nasih.

Simak Video "SNMPTN 2021 Dibuka, Begini Tahapan Pendaftarannya"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia