Sofia Rorista Angel adalah salah satu siswa Sekolah Rakyat SMP 19 Efata Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sebelum menjadi siswa Sekolah Rakyat, Sofia bercerita dirinya jarang makan daging.
Sofia merupakan anak dari petani di Kampung Oeniko, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia mengaku orang tuanya seringkali kesulitan mendapatkan uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uang susah sekali, tetapi mereka tidak pernah mengeluh. Mereka bekerja keras untuk beta supaya beta bisa sekolah," ceritanya dalam video tayangan di Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda disiarkan langsung dalam Youtube Kemensos RI, Rabu (28/10/2026).
Di rumah, orang tuanya menyuguhkan nasi putih dan garam. Sesekali ada tambahan lauk dari daun singkong.
"Beta baru bisa makan daging itu kalau ada tetangga buat syukuran," ujarnya.
Hidup Berubah saat Jadi Siswa Sekolah Rakyat
Dulu Sofia berbaring di kasur tipis dan kamar yang sederhana. Setelah tinggal di asrama Sekolah Rakyat, Sofia bisa tidur di kasur empuk bersama teman-teman sekamar.
"Sekarang Tuhan berkati beta bisa tidur di kasur empuk di kamar yang bersih," jelasnya.
Daging yang dulu menjadi kemewahan kini rutin ia dapatkan. Sofia bisa makan dengan menu bergizi setiap hari.
"Setiap hari beta makan nasi hangat dengan telur, ikan, bahkan daging ayam juga. Rasanya seperti mimpi karena di rumah biasanya beta makan nasi putih dan garam saja," tuturnya.
Meski rindu dengan orang tua di rumah, Sofia sadar jika langkah ini penting untuk masa depannya.
"Mama dan papa juga pasti bangga liat beta bisa sekolah," ungkapnya.
Sofia menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah mendirikan Sekolah Rakyat. Ia senang presiden peduli dengan anak-anak di daerah Timur.
"Bapak sibuk urus negara tapi sempat urus kami dan sekolah. Bagi beta, bapak seperti orang tua yang angkat beta dari tempat yang gelap dan taruh beta di tempat yang terang," ujar Sofia.
Saat sudah sukses nanti, Sofia menyatakan jika kesuksesannya berkat Presiden yang telah mendirikan Sekolah Rakyat.
"Semoga Tuhan menjaga Bapak baik-baik. Dari Kupang, Kota Karang, beta kirim peluk hangat untuk Bapak Presiden," tutup Sofia.
