Antisipasi Nilai TKA Terdampak Karhutla, Seperti Apa?

ADVERTISEMENT

Antisipasi Nilai TKA Terdampak Karhutla, Seperti Apa?

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 23 Okt 2026 20:00 WIB
Petugas BPBD Kabupaten Banjar berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). Pemerintah mengerahkan sebanyak 12.880 personel gabungan dari unsur pemerintah dan masyarakat di tiga provinsi prioritas yaitu Kalimantan Barat sebanyak 1.410 personel, Kalimantan Tengah 10.700 personel dan 770 personel di Kalimantan Selatan untuk menangani karhutla di wilayah Kalimantan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Jakarta -

Sejumlah daerah peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) tengah terdampak bencana gempa hingga kebakaran hutan dan lahan (lahan) jelang pelaksanaan ujian mulai 26 Oktober 2026 mendatang. Sejumlah peserta, termasuk siswa yang menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ), menyampaikan kekhawatiran terkait nilai TKA yang akan diperoleh dan merasa kurang persiapan di media sosial.

Mengantisipasi nilai TKA terdampak karhutla, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Dr Rahmawati ST MEd, menjelaskan bahwa hal-hal dalam pelaksanaan TKA akan disampaikan pada berita acara pelaksanaan. Catatan ini akan menjadi bagian dari dataset yang diikutkan dalam pengolahan hasil.

"Bagaimana cara melakukan adjustment-nya? Tentu saja semua catatan di berita acara pelaksanaan termasuk ketidakhadiran akan digabungkan menjadi satu data set bersamaan dengan data set respon jawaban siswa, kelengkapan jawabannya, dan ini akan menjadi satu kesatuan pada proses pengolahan dan pelaksanaan hasilnya nanti," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menggarisbawahi, cara di atas tidak hanya dilakukan untuk mengantisipasi dampak karhutla pada nilai TKA. Langkah tersebut, dikatakannya, sudah diambil sejak penyelenggaraan perdana TKA pada 2025.

Hal tersebut disampaikan Rahmawati pada taklimat media pelaksanaan TKA SMA/MA/SMK/sederajat di Gedung E Kemendikdasmen, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

ADVERTISEMENT

"Tetapi selama ini sejak TKA tahun pertama, nilai tidak hanya diproses dari jawaban di soal, tetapi juga kami menggabungkan dengan berita acara pelaksanaan, termasuk semua indikator dan indikasi pelaporan pelanggaran, ini menjadi satu kesatuan dalam proses pengolahan hasil TKA," sambungnya.

Terkait potensi penambahan nilai bagi peserta TKA di daerah terdampak, Rahmawati mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan informasi lebih lanjut.

"Mekanisme detailnya, apakah kemudian ada penambahan nilai dan lain-lain ini, belum bisa kami sampaikan saat ini karena bisa jadi di luar dugaan kita. Ini kan kita baru berasumsi ya, asumsinya yang terdampak bencana nilainya lebih buruk atau lebih rendah, tetapi ini belum tentu juga terjadi, sehingga kita tidak bisa menyampaikan pada saat ini detailnya," sambungnya.

Tetap Ikut Gladi Bersih TKA

Rahmawati mengungkapkan, saat ini sejumlah daerah yang telah resmi mengajukan TKA susulan imbas karhutla, yakni Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mengajukan TKA susulan karena gempa beberapa waktu lalu membuat sejumlah satuan pendidikan masih menumpang, mati lampu, dan lain-lain.

Kendati demikian, berdasarkan data BKPDM Kemendikdasmen, tingkat partisipasi satuan pendidikan dan siswa pada gladi bersih TKA relatif masih tinggi, dengan angka sebagai berikut :

Manggarai Timur:
SMK yang ikut gladi bersih: 75 persen (9 sekolah)
SMA yang ikut gladi bersih: 96 persen (49 sekolah)
Peserta SMK yang ikut gladi bersih: 73 persen (811 siswa)
Peserta SMA yang ikut gladi bersih: 91 persen (2.753 siswa)

Manggarai Barat:
SMK yang ikut gladi bersih: 100 persen (23 sekolah)
SMA yang ikut gladi bersih: 91 persen (34 sekolah)
Peserta SMK yang ikut gladi bersih: 93 persen (1.936 siswa)
Peserta SMA yang ikut gladi bersih: 94 persen ( 2.653 siswa)

Tingkat Provinsi NTT:
SMK yang ikut gladi bersih: 83 persen (291 sekolah)
SMA yang ikut gladi bersih: 92 persen (684 sekolah)
Peserta SMK yang ikut gladi bersih: 88 persen ( 23.087 siswa)
Peserta SMA yang ikut gladi bersih: 92 persen ( 59.844 siswa)

"Kalau untuk NTT, alhamdulillah dari hasil gladi bersih sih aman ya. Tingkat partisipasinya tinggi," ucapnya.

Sementara itu, tingkat partisipasi gladi bersih TKA di Kalsel yakni:

SMK yang ikut gladi bersih: 96 persen (120 sekolah)
SMA yang ikut gladi bersih: 57 persen ( 379 sekolah)
Peserta SMK yang ikut gladi bersih: 88 persen ( 15.913 siswa)
Peserta SMA yang ikut gladi bersih: 92 persen ( 32.366 siswa)

Ia menambahkan, pihak Provinsi Kalimantan Tengah juga telah menghubungi Kemendikdasmen untuk meminta kelonggaran penjadwalan TKA imbas karhutla. Adapun tingkat partisipasi sekolah dan siswa Kalteng pada gladi bersih TKA yakni:

SMK yang ikut gladi bersih: 97 persen (135 sekolah)
SMA yang ikut gladi bersih: 71 persen (318 sekolah)
Peserta SMK yang ikut gladi bersih: 88 persen (8.497 siswa)
Peserta SMA yang ikut gladi bersih: 85 persen (23.526 siswa).



(twu/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads