Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Siswa MI Mulai Kelas 3, Kemenag Latih Guru

ADVERTISEMENT

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Siswa MI Mulai Kelas 3, Kemenag Latih Guru

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 13 Okt 2026 18:30 WIB
Kemenag jalin kerja sama dengan British Council untuk pelatihan guru bahasa Inggris.
Kemenag jalin kerja sama dengan British Council untuk pelatihan guru bahasa Inggris. Foto: Devita Savitri/detikEdu
Jakarta -

Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) mulai tahun ajaran 2027/2028. Hal ini diberlakukan bagi siswa mulai dari kelas 3 SD/MI.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar membenarkan hal ini. Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) menjalin kerja sama dengan British Council dalam proses peningkatan kompetensi guru.

"Mulai tahun ajaran 2027 hingga 2028, bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 hingga 6 di Madrasah. Madrasah membutuhkan persiapan yang matang, khususnya dalam memperkuat kompetensi guru dan peningkatan metode pembelajaran," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikanya dalam acara Peluncuran Strengthening the Teaching of English in Primary Schools through Communities of Practice (STEPS-CoP) di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

ADVERTISEMENT

Upaya Persiapkan Pembelajaran Bahasa Inggris di MI

Melalui program STEPS-CoP, Menag berharap sekolah siap memberikan pembelajaran bahasa Inggris yang bermakna dan efektif. Ia mengingatkan pengembangan profesional guru tidak hanya bergantung pada sesi pelatihan sesekali.

"Hal ini membutuhkan pembelajaran berkelanjutan, kolaborasi, dan kesempatan untuk memperluas pengalaman," katanya.

Nasaruddin percaya guru membutuhkan suatu ruang di mana mereka dapat berbagi berbagai hal. Dari berbagai praktik sukses, mendiskusikan tantangan di kelas, belajar dari satu sama lain, dan mengembangkan pendekatan inovatif dalam pengajaran.

"Saya berharap ini akan menjadi katalisator perubahan positif, membantu membangun komunitas di mana para guru merasa termotivasi untuk belajar, berkolaborasi, dan terus meningkatkan praktik pengajaran mereka," imbuh Menag.

Hadir di kesempatan yang sama, Country Director Indonesia dan Director Southeast Asia British Council, Summer Xia menyambut dan mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam memperkuat pendidikan bahasa Inggris sejak jenjang dasar. Dibandingkan SD umum, penerapan bahasa Inggris jadi mapel wajib di madrasah punya tantangan tersendiri.

"Melalui STEPS-CoP, kami memadukan keahlian global British Council dengan pengetahuan dan pengalaman para pendidik Indonesia untuk membangun model pengembangan profesional yang dapat diperluas dan berkelanjutan. Dengan mendorong guru untuk saling belajar dan memimpin perubahan di komunitas masing-masing, kami ingin memastikan bahwa semakin banyak anak mendapatkan pendidikan Bahasa Inggris berkualitas, di mana pun mereka tinggal dan apa pun latar belakang mereka," ujar Summer Xia.

Lebih lanjut, pembelajaran bahasa Inggris sejak dini diharapkannya bisa menjadi fondasi agar siswa semakin siap tumbuh dan berpartisipasi di dunia yang semakin terhubung. Karena itu, kesiapan menghadapi kebijakan ini dinilainya tidak cukup hanya dengan menghadirkan Bahasa Inggris di dalam kurikulum.

"Kualitas pengalaman belajar siswa pada akhirnya sangat bergantung pada kesiapan orang yang berada di depan kelas (para guru)," imbuhnya.

Sebagai informasi, STEPS-CoP akan dimulai dengan Training of Trainers (ToT) yang dilakukan kepada 68 Community of Practice (CoP) Leaders. Para pelatih ini nantinya akan memberikan pelatihan kepada lebih dari 5.000 guru bahasa Inggris dan guru kelas MI di 34 kota/kabupaten.

STEPS-CoP dirancang untuk memastikan para guru memiliki ruang, dukungan, dan kesempatan yang cukup untuk terus berkembang menjelang penerapan kebijakan wajibnya mapel bahasa Inggris di jenjang MI.



(det/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads