KPK: Banyak Siswa Nyontek Saat Ujian-Guru Pilih Kasih

ADVERTISEMENT

Survei Integritas di Sekolah

KPK: Banyak Siswa Nyontek Saat Ujian-Guru Pilih Kasih

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 07 Okt 2026 11:00 WIB
Plh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Dian Novianthi Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2026 pada Selasa (6/10/2026).
Plh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Dian Novianthi Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2026 pada Selasa (6/10/2026). Foto: YouTube/KPK RI
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan hasil Survei Penilaian Integritas Pendidikan (SPI) tahun 2026. Hasilnya, masih ada banyak perilaku yang tidak mencerminkan integritas di lingkungan pendidikan dasar dan menengah.

Hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh siswa, melainkan juga guru. Plh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Dian Novianthi menyampaikan salah satu temuan adalah masih banyak siswa yang tidak menolak untuk menyontek ketika ada banyak teman-temannya yang melakukannya.

"Ini kami temukan di 18 responden (pendidikan) dasar-menengah yang terjadi di 43% satuan pendidikan," jelas Dian dalam Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2026 pada Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kecurangan masih terjadi di level Dasmen di 26% peserta didik masih menyontek saat ujian dan ini terjadi di 51% satuan pendidikan level Dasmen," imbuhnya.

Dari tingkat pendidikan dasar hingga tinggi, total terdapat 42.810 responden. Untuk tingkat SD, siswa yang dilibatkan adalah dari kelas 4 dan 5. Kemudian, responden lain berasal dari siswa kelas 7 dan 8 SMP serta kelas 10 dan 11 SMA. Sedangkan dari kalangan mahasiswa, berasal dari semester 3 sampai 8.

ADVERTISEMENT

Banyak Siswa Keasyikan Main sampai Lupa Belajar

Dian mengatakan, banyak siswa masih tidak berani melaporkan temannya yang melanggar tata tertib. Selain itu, masih ada banyak siswa yang terlalu asyik bermain hingga lupa belajar

"Untuk di level Dasmen, peserta didik masih keasyikan bermain sampai lupa belajar," ucap Dian.

Di sisi lain, pada guru, KPK menemukan masih kurangnya sikap inklusif tanpa membeda-bedakan individu. Ada banyak guru masih pilih kasih terhadap siswa tertentu.

"Kemudian temuan berikut adalah terkait ekosistem. Ini ada di inklusif, yaitu masih kurangnya sikap menghargai dan merangkul setiap individu tanpa membeda-bedakan dan juga kepemimpinan, yaitu kemampuan untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab," kata Dian.

"Masih terjadi di 46% Dasmen. Tenaga pendidik kerap memberikan perhatian khusus hanya kepada peserta didik tertentu," tambahnya.

Ia juga menyebut, masih banyak terjadi di mana tenaga kerja pendidik memperoleh promosi karena kedekatan dengan pimpinan. Hal ini dilaporkan oleh 6% responden di tingkat pendidikan dasar dan menengah.



(nah/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads