6 Sekolah Tertua dan Bersejarah di Indonesia, Ada di Mana Saja?

ADVERTISEMENT

6 Sekolah Tertua dan Bersejarah di Indonesia, Ada di Mana Saja?

Kalila Untsa - detikEdu
Jumat, 02 Okt 2026 08:00 WIB
Sekolah Santa Ursula Jakarta
Sekolah Santa Ursula Jakarta Foto: Dok. Santa Ursula
Jakarta -

Sejumlah sekolah di Indonesia memiliki sejarah panjang sejak era Hindia Belanda. Menariknya, usia lembaga pendidikan, bangunan, dan sekolah yang sekarang beroperasi tidak selalu sama. Ada sekolah yang meneruskan tradisi pendidikan dari lembaga kolonial, sementara bangunannya masih digunakan hingga kini.

Pendidikan di Hindia Belanda berkembang melalui berbagai bentuk sekolah pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Sebagian di antaranya kemudian mengalami perubahan nama, fungsi, jenjang, maupun pengelolaan setelah Indonesia merdeka.

Karena itu, menentukan sekolah "tertua" di Indonesia tidak cukup hanya dengan melihat tahun yang tercantum dalam sejarah sekolah saat ini. Ada yang menghitung usia lembaga pendidikan, ada pula yang merujuk pada tahun berdirinya bangunan atau cikal bakal sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa sekolah berikut memiliki jejak sejarah yang panjang dan masih beroperasi hingga sekarang.

ADVERTISEMENT

1. Santa Ursula Jakarta, Jejak Pendidikan Sejak 1859

Sejarah pendidikan Santa Ursula di Jakarta bermula pada 18 Januari 1859, ketika para suster Ursulin membuka kegiatan pendidikan di kawasan Weltevreden, Batavia, untuk anak-anak perempuan. Namun, tahun 1859 tidak dapat disebut sebagai tahun berdirinya sekolah Santa Ursula seperti yang dikenal sekarang.

Pada 1906 berdiri HBS Princess Juliana, yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah SMA Santa Ursula. SMA Santa Ursula mulai menyelenggarakan pendidikan pada tahun ajaran 1931/1932. Sementara itu, SMP Santa Ursula baru berdiri pada 28 Juli 1947.

2. SMAN 1 Semarang, Berakar dari HBS Sejak 1877

Sejarah SMAN 1 Semarang juga memiliki akar pada masa Hindia Belanda. Cikal bakal sejarah sekolah ini berkaitan dengan Hoogere Burgerschool (HBS) di Semarang yang telah berdiri sejak 1877.

Namun, tahun tersebut tidak berarti bahwa gedung SMAN 1 Semarang yang digunakan sekarang telah berdiri sejak 1877. Bangunan yang kini menjadi SMAN 1 Semarang dibangun pada 1936-1938 dan diresmikan pada 1939.

Dalam perjalanan sejarahnya, bangunan tersebut pernah mengalami perubahan fungsi. Pada masa pendudukan Jepang, misalnya, bangunan digunakan untuk kepentingan militer. Setelah Indonesia merdeka, fungsi pendidikan kembali dijalankan. Sekolah juga mengalami beberapa perubahan nama dan bentuk kelembagaan sebelum akhirnya dikenal sebagai SMA Negeri 1 Semarang.

3. SDN Merdeka Bandung, Berdiri Sejak 1884

SDN Merdeka Bandung merupakan salah satu bangunan sekolah bersejarah yang masih digunakan untuk kegiatan pendidikan hingga sekarang. Sejarahnya bermula pada 1884, ketika pemerintah Hindia Belanda membangun sekolah di kawasan yang kini menjadi Jalan Merdeka, Bandung.

Pada masa kolonial, sekolah tersebut digunakan oleh kelompok masyarakat yang berbeda pada waktu yang berbeda. Anak-anak keturunan Belanda menggunakan sekolah pada pagi hari, sedangkan anak-anak pribumi dari kalangan priyayi menggunakannya pada sore hari.

4. SMPN 1 Jakarta

Sejarah SMP Negeri 1 Jakarta juga tidak dapat dipisahkan dari bangunan sekolah yang telah berdiri sejak masa Hindia Belanda. Bangunan yang kini digunakan SMPN 1 Jakarta berkaitan dengan Eerste School, sekolah pemerintah kolonial yang diperuntukkan bagi anak-anak pribumi. Gedung tersebut selesai dibangun pada 1907 di kawasan Cikini, Jakarta.

Namun, tahun 1907 merupakan tahun pembangunan bangunan sekolah, bukan tahun berdirinya SMP Negeri 1 Jakarta dalam bentuk kelembagaan sekarang. Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan pendidikan beralih kepada pemerintah Indonesia. Sekolah kemudian menjadi SMP Negeri 1 Jakarta pada 1947.

5. SMAN 1 Yogyakarta, Berawal dari AMS pada 1930

Berbeda dengan beberapa sekolah sebelumnya yang memiliki akar sejarah pada abad ke-19, sejarah SMAN 1 Yogyakarta sebagai cikal bakal sekolah menengah dapat ditelusuri hingga 1930.

Sekolah ini awalnya merupakan Algemeene Middelbare School (AMS) A Afdeling Yogyakarta. AMS merupakan sekolah menengah pada masa Hindia Belanda yang diperuntukkan bagi pendidikan lanjutan setelah sekolah dasar.

Ketika Jepang menduduki Indonesia, sistem pendidikan mengalami perubahan besar. Sekolah-sekolah peninggalan Belanda ditutup atau diubah pengelolaannya.
AMS A dan AMS B Yogyakarta kemudian disatukan dan dikenal sebagai Sekolah Menengah Tinggi (SMT).

Dalam perkembangan berikutnya, sekolah sempat dikenal sebagai SMA Teladan. Berdasarkan keputusan pada 1962, sekolah kemudian menggunakan nama SMA Negeri 1 Yogyakarta.

6. SMK Negeri 2 Yogyakarta/STM Jetis

SMK Negeri 2 Yogyakarta beralamat di Jalan A.M. Sangaji Nomor 47, Yogyakarta. Sekolah ini dikenal luas dengan nama STM Jetis atau STM 1 Yogyakarta.

Menurut sejarah resmi sekolah, bangunan sekolah didirikan pada 1919 dan pada masa kolonial digunakan sebagai Princess Juliana School (PJS). Sekolah tersebut merupakan sekolah teknik tingkat pertama pada masa Hindia Belanda. Informasi serupa juga tercatat dalam Sistem Informasi Cagar Budaya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bangunan utama yang berasal dari masa PJS memiliki ciri arsitektur Indis, antara lain atap dengan kemiringan tinggi, dinding tebal, pintu dan jendela berukuran besar, serta ventilasi yang dirancang untuk sirkulasi udara. Bangunan tersebut mengalami beberapa kali renovasi dan penambahan ruang, antara lain pada 1929, 1950, dan 1954.

Pemerintah kemudian menetapkannya sebagai bangunan cagar budaya melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.25/PW.007/MKP/2007. Status tersebut juga tercatat dalam basis data cagar budaya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.



(pal/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads