Tren Baru di China Imbas AI: Guru Usul Bahasa Inggris Dihapus dari Pelajaran Inti

ADVERTISEMENT

Tren Baru di China Imbas AI: Guru Usul Bahasa Inggris Dihapus dari Pelajaran Inti

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 30 Sep 2026 08:30 WIB
This photo taken on May 17, 2023 shows a high school student reading a book, ahead of the National College Entrance Examination (NCEE), known as gaokao, in Handan, in Chinas northern Hebei province. (Photo by AFP) / China OUT
Foto: AFP/STR/Seorang siswa SMA sedang membaca buku, menjelang Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional (NCEE), yang dikenal sebagai gaokao, di Handan, provinsi Hebei di China utara.
Jakarta -

Mata pelajaran bahasa Inggris tengah menjadi perdebatan nasional di China. Seorang profesor bidang matematika dari Universitas Nanjing dan guru bernama Tang Jiafeng menyerukan bahwa bahasa Inggris seharusnya menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah-sekolah China.

Tang menilai selama ini anak-anak sekolah dipaksa mempelajari bahasa asing sebelum mereka benar-benar menguasai bahasa Mandarin. Menurut Tang, sekolah-sekolah di China harus mengakhiri apa yang olehnya disebut sebagai "pemujaan buta terhadap hal-hal asing".

Laporan New York Times menyebut perdebatan mengenai mata pelajaran bahasa Inggris sudah melibatkan guru, orang tua, analis kebijakan, dan mantan editor media pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu untuk Bahasa Inggris

Tang merupakan guru matematika yang dikenal karena membimbing siswa melalui ujian masuk pascasarjana nasional. Di media sosial, ia mengungkapkan bahwa anak-anak, orang tua, dan sekolah telah mencurahkan waktu dan sumber daya yang tidak proporsional untuk bahasa Inggris.

Padahal, menurutnya, mata pelajaran tersebut memiliki sedikit relevansi dengan pekerjaan yang dilakukan kebanyakan orang di China.

ADVERTISEMENT

"Saya secara terbuka menyerukan agar bahasa Inggris dicabut statusnya sebagai mata pelajaran inti," ujar Tang, seperti dikutip South China Morning Post (SCMP).

"Tidak ada negara di dunia yang menempatkan bahasa Inggris pada posisi tertinggi seperti yang kita lakukan," imbuhnya.

Kepala Institut Penelitian Pendidikan di Shenzhen, Xiong Bingqi, bahkan mengatakan bahwa orang yang menggunakan bahasa Inggris di tempat kerja adalah minoritas.

Tepat atau Tidak Bahasa Inggris Dihapus dari Pelajaran Inti?

Menurut laporan New York Times, sejumlah orang tua dan guru di China merespons tanggapan Tang sebagai pendapat yang bisa diterima. Terlebih, laporan menemukan bahwa kurikulum bahasa Inggris standar nasional, dengan penekanan pada tata bahasa dan pengujian, tidak menghasilkan kemampuan berbahasa Inggris yang memadai bagi banyak siswa.

Meski begitu, berbagai pendapat mengatakan bahwa jika bahasa Inggris kurang diprioritaskan, justru dikhawatirkan akan terjadi kemunduran. Perkataan Tang mengenai "pemujaan buta" dianggap sangat provokatif.

"Debat tentang pendidikan bahasa Inggris menyentuh ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi pada generasi muda China di masa depan," kata Gina Tam, seorang profesor sejarah di Trinity University di San Antonio, Texas.

Ia menilai, saat kamu muda China mengalami ketidakstabilan ekonomi, berinteraksi dengan audiens bisa menjadi keterampilan yang ditawarkan.

"Apakah itu akan menjadi hal yang berlebihan?" lanjut Tam.

Meski tengah ramai dibahas, Pemerintah China belum berkomentar mengenai perdebatan tentang pendidikan bahasa Inggris. Namun, beberapa sekolah telah mengurangi persyaratan bahasa Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2021, otoritas pendidikan di Shanghai melarang ujian akhir bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah dasar guna mengurangi tekanan pada siswa.

Bahasa Inggris Telah Menjadi Mata Pelajaran Inti sejak 1970-an

Sejarah bahasa Inggris dalam kurikulum China telah ada sejak lima dekade yang lalu. Seiring waktu, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran yang menyita banyak waktu di kelas dan memiliki bobot yang besar dalam gaokao, ujian masuk perguruan tinggi di China.

Kini kemajuan dalam AI telah mempercepat transisi banyak orang di China untuk menjauh dari prioritas bahasa Inggris. Bahkan pada Juli tahun ini, sebuah riset kampus di Shenzhen mengatakan akan menghapus kursus bahasa Inggris secara bertahap karena alasan terjemahan AI secara real-time. Sebagai gantinya, kursus akan membandingkan budaya China dan Barat.

Beberapa orang tua juga setuju persyaratan bahasa Inggris dihapus karena banyak yang frustrasi dengan pengajarannya. Sementara guru bahasa Inggris di Guangdong, Cinderella Huang, memperingatkan bahwa penghapusan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran inti akan memperlebar kesenjangan kekayaan.

"Model AI terbaik, perjalanan ke luar negeri, dan universitas global terkemuka masih membutuhkan bahasa Inggris," tuturnya, dikutip Times of India.

"Keluarga kaya akan terus membayar tutor dan sekolah internasional. Bagi anak-anak miskin, bahasa Inggris di sekolah tetap menjadi satu-satunya jalan keluar mereka," pungkasnya.



(faz/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads