Data Rapor Pendidikan 2025 memaparkan sejumlah temuan utama tentang kondisi dan tantangan pendidikan Indonesia saat ini. Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) BKPDM Kemendikdasmen menyampaikan setidaknya terdapat 16 temuan.
Rapor pendidikan menunjukkan potret pendidikan di Indonesia dengan mencakup dimensi kualitas pembelajaran, hasil belajar siswa, pemerataan layanan, iklim lingkungan belajar, sumber daya pendidikan, tata kelola pendidikan, juga indikator layanan dasar yang merupakan prasyarat mutu pendidikan.
Data pendidikan ini tidak hanya diposisikan sebagai alat pelaporan, tetapi juga instrumen refleksi, identifikasi masalah, penetapan prioritas, sekaligus dasar perencanaan dan penganggaran pendidikan agar lebih tepat sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi dan Tantangan Pendidikan di Indonesia Saat Ini
Dikutip dari PSKP Kemendikdasmen, berikut sejumlah temuan utama terkait kondisi dan tantangan pendidikan di Indonesia sekarang ini:
- Perluasan akses pendidikan dasar dan menengah memperlihatkan kemajuan signifikan, tetapi keberlanjutan partisipasi pendidikan ke jenjang lebih tinggi masih jadi tantangan.
- Walaupun partisipasi pendidikan secara nasional meningkat, kesenjangan akses dan kondisi anak tidak sekolah masih merupakan tantangan utama.
- Kompetensi pendidik PAUD memperlihatkan perbaikan, tetapi capaian kualitas layanan PAUD secara keseluruhan di setiap wilayah belum merata.
- Pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk anak usia dini mengalami perbaikan, tetapi capaiannya masih perlu didorong bersama penguatan kemampuan fondasi anak-anak.
- Penguatan kepemimpinan, budaya refleksi, dan kerja sama dengan keluarga terjadi penguatan dan pengungkit dalam meningkatkan mutu layanan PAUD.
- Capaian literasi dan numerasi memperlihatkan tren positif, tetapi tingkat SD/MI/sederajat memperlihatkan penguatan kemampuan fondasional membutuhkan perhatian yang berkelanjutan.
- Kesenjangan capaian literasi dan numerasi berdasarkan wilayah, status sosial-ekonomi, dan gender masih jadi tantangan.
- Penguatan karakter mulai berjalan pada sisi berpikir dan kemandirian, tetapi perbaikan dalam sisi sosial seperti gotong royong dan toleransi masih perlu didorong.
- Kualitas pembelajaran dan praktik refleksi guru memperlihatkan perbaikan yang konsisten. Di samping itu, penguatan di semua satuan pendidikan juga perlu terus didorong.
- Iklim keamanan satuan pendidikan secara umum menurun, khususnya pada sisi pengalaman murid terkait perundungan, kekerasan seksual, dan rokok atau zat adiktif.
- Penyerapan lulusan SMK meningkat, tetapi peningkatan kualitas kompetensi lulusan dan pemerataannya perlu diperkuat.
- Pemerataan distribusi guru di tingkat SMP dan SMA memperlihatkan kemajuan berarti. Sementara, dibutuhkan perbaikan lebih lanjut pada jenjang SD dan SMK.
- Sertifikasi guru meningkat secara positif. Lebih lanjut, pemerataan kualitas guru bisa terus diarahkan melalui pendekatan alternatif dan berbasis kebutuhan wilayah.
- Capaian standar pelayanan minimal (SPM) Pendidikan masih didominasi kategori menengah dengan capaian yang masih belum konsisten antarwilayah.
- Penganggaran daerah untuk pendidikan belum benar-benar selaras dengan prioritas SPM. Akses untuk kelompok rentan jadi titik kritis untuk diperhatikan.
- Pemanfaatan Rapor Pendidikan dalam perencanaan satuan pendidikan mulai mengakar. Akan tetapi, penganggaran berbasis data masih cukup rendah dan timpang antara satuan pendidikan negeri dan swasta.
Rekomendasi Kebijakan
Berdasarkan temuan dalam Rapor Pendidikan, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan menurut PSKP Kemendikdasmen:
- Perluasan dan pemerataan akses dan partisipasi pendidikan.
- Perbaikan kualitas belajar secara merata dan berkelanjutan dari PAUD sampai pendidikan vokasi.
- Penguatan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta mendukung perkembangan siswa secara optimal.
- Peningkatan kualitas serta pemerataan pendidik dan tenaga kependidikan.
- Penguatan tata kelola, anggaran, dan perencanaan dengan prioritas mutu.
