Rekrutmen calon guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) masih berlangsung. Guru terpilih nantinya akan ditempatkan di SILN di beberapa negara Eropa hingga Asia.
Saat ini terdapat total 13 sekolah SILN yang tersebar di 9 negara dan 12 perwakilan Republik Indonesia (KBRI) di seluruh dunia. Mulai dari kawasan Asia seperti Malaysia, Thailand, Jepang, Arab Saudi, Mesir, hingga Belanda.
Meski harus merantau dan jauh dari keluarga, tetapi menjadi guru SILN bisa mendatangkan sederet keuntungan. Berikut beberapa keuntungannya menurut Kepala Bagian Kerja Sama dan Fasilitasi Internasional Biro Perencanaan dan Kerja Sama Setjen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Lukmanul Hakim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keuntungan-keuntungan Jadi Guru SILN
1. Pengalaman Internasional dan Jejaring Global
Menjadi guru SILN dapat membuka kesempatan bagi para guru untuk merasakan pengalaman mengajar dengan standar multikultural. Tak hanya itu, guru juga akan memperoleh jejaring profesional yang lebih luas.
"Jadi, jejaringnya akan lebih luas, guru-gurunya lebih luas, pengalamannya akan lebih luas dan temannya akan lebih banyak. Dengan demikian, kesempatannya juga akan jauh lebih beragam," kata Lukmanul dalam webinar Sosialisasi Seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan SILN dan CLC tahun 2026 yang disiarkan YouTube Ditjen GTK Kemendikdasmen, dikutip Senin (21/9/2026).
2. Kesempatan Keliling Dunia
Bagi guru yang mendapatkan penugasan di wilayah Eropa seperti Belanda, izin tinggal yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk leluasa berkeliling mengeksplorasi negara-negara di Eropa Barat. Begitu juga bagi guru yang bertugas di Asia.
"Belanda itu izin tinggalnya bisa dipakai Bapak-Ibu semua untuk keliling Eropa Barat. Kalau di Asia bisa keliling ASEAN, setidaknya atau ke Yangon atau ke daerah-daerah yang belum pernah kita lihat dan kita bayangkan," kata Lukmanul.
3. Gaji sampai Rp 71 Juta
Lukmanul juga menjelaskan tentang honorarium guru SILN yang cukup tinggi. Angkanya bahkan bisa menyentuh Rp 71 juta lebih per bulan.
Honor SILN golongan tertinggi (seperti di Tokyo, Jepang), bisa mencapai kisaran hampir 3.000 hingga 3.400 dolar Amerika Serikat per bulan. Dengan estimasi kurs Rp18.000 per dolar, sambungnya, angka tersebut setara dengan kisaran Rp 54 juta hingga lebih dari Rp 71 juta per bulan.
4. Tunjangan Profesi dan Hak Cuti Tetap Aman
Bagi guru berstatus PNS yang telah memiliki tunjangan profesi, hak tersebut dipastikan tetap diperoleh. Selain itu, guru SILN tetap memiliki hak-hak lain seperti cuti dan libur.
"Nah, terus tunjangan profesi guru. Bapak Ibu yang sudah punya tunjangan profesi, itu akan tetap didapatkan. Gaji juga tetap akan diberikan dari pemerintah daerahnya jika memang PNS," tambah Lukmanul.
5. Fasilitas Logistik dan Pengembangan Karier
Tak hanya gaji, Lukmanul mengatakan guru SILN juga berhak mendapatkan fasilitas lainnya seperti tiket keberangkatan dan kepulangan. Guru juga akan diberikan pengembangan profesional.
"Biaya gaji, biaya tiket untuk keberangkatan dan kepulangan dari rumah ke negara tujuan dan nanti ketika pulang dari negara tujuan ke rumah. Akan ada pengembangan profesional juga yang akan diberikan kepada Bapak-Ibu," tuturnya.
6. Jadi Duta Pendidikan Indonesia
Dikarenakan guru SILN merupakan perwakilan resmi dari pemerintah Indonesia, artinya keberadaan guru di negara tujuan akan menjadi representasi atau duta pendidikan Indonesia.
"Jelas karena Bapak Ibu adalah wakil dari negara, satu menjaga nama baik Indonesia, melaksanakan tugas profesional sebagai guru, dan memperlihatkan bahwa memang guru-guru Indonesia juga tidak kalah keren ya dengan guru negara-negara luar, mematuhi ketentuan penugasan, mendukung program sekolah, dan menghormati budaya setempat," jelas Lukmanul.
