Prabowo Ingin Buat Crash Program Guru, Sarjana Terbaik-PNS akan Direkrut

ADVERTISEMENT

Prabowo Ingin Buat Crash Program Guru, Sarjana Terbaik-PNS akan Direkrut

Nikita Rosa - detikEdu
Jumat, 18 Sep 2026 10:30 WIB
Prabowo Subianto dalam video Presiden Prabowo Menjawab: Ketegasan, Kebijakan, Tantangan, dan Masa Depan Indonesiapada kanal YouTube Prabowo Subianto
Prabowo Subianto dalam video Presiden Prabowo Menjawab: Ketegasan, Kebijakan, Tantangan, dan Masa Depan Indonesiapada kanal YouTube Prabowo Subianto.( Foto: Tangkapan Layar Youtube Prabowo Subianto)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menilai langkah utama untuk memperbaiki pendidikan RI adalah dari rekrutmen guru. Oleh karena itu, ia mengusung program baru atau crash program.

"Salah satu langkah yang saya sedang pikirkan untuk mengatasi masalah ini adalah crash program," ujarnya dalam video PresidenPrabowo Menjawab: Ketegasan, Kebijakan, Tantangan, dan Masa Depan Indonesia yang diunggah pada kanal YouTube Prabowo Subianto, dikutip Jumat (18/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skemanya, presiden akan merekrut para sarjana dari fakultas terbaik di Indonesia untuk menjadi guru darurat. Para guru ini akan diterjunkan ke tiap sekolah di Indonesia.

"Contohnya kita punya 300 ribu sekolah. Kita mulai dari SD dulu. Kita rekrut mungkin 30 ribu sarjana. Kita terjunkan ke sekolah-sekolah yang paling ketinggalan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Libatkan PNS

Selain fresh graduate, Prabowo juga ingin merekrut pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah kerja. Namun, para PNS hanya ditugaskan selama dua hingga tiga minggu.

"Untuk crash program kita juga bisa berpikir kita bisa nanti rekrut dari pejabat-pejabat PNS yang sudah bekerja. Kita terjunkan dia apakah dua minggu, tiga minggu," ujarnya.

Ingin Sentralisasi Rekrutmen Guru

Prabowo menilai rekrutmen berdasarkan demokrasi merupakan langkah yang bagus. Namun, demokrasi tersebut belum terbukti di lapangan.

"Di atas kertas bagus. Tapi pelaksanaannya kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, rekrutmen guru, apa kita yakin kualitasnya itu?," ujarnya.

"Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru?," imbuhnya.



(nir/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads