Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 mencatat, siswa perempuan di dunia lebih memiliki target dalam belajar, dibandingkan dengan siswa laki-laki. Dalam hal ini, menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), siswa perempuan lebih punya sikap dalam menetapkan tujuan belajar.
"Ditemukan bahwa sikap menetapkan tujuan sangat berkaitan dengan perilaku positif lain dalam hal akademik, seperti kegigihan dan rasa penasaran," tulis OECD Education Skills dalam unggahan media sosial, dikutip Selasa (15/9/2026).
"Ketika berpikir tentang faktor yang menyebabkan kesuksesan siswa, pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan perilaku dan keyakinan yang mendorong pembelajaran," imbuh mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor Dorongan Diri
OECD menegaskan, dorongan secara individu untuk belajar dapat menjadi faktor yang mendasari perilaku ini. Data PISA menunjukkan, rasa ingin tahu secara konsisten memiliki kaitan positif dengan sikap menetapkan tujuan.
Selain itu, siswa yang paling sering menerapkan perencanaan dan menguji kemampuan dirinya, juga merupakan siswa yang memiliki motivasi intrinsik untuk belajar. Mereka senang mempelajari hal-hal baru.
Berdasarkan rata-rata di seluruh negara OECD juga ditunjukkan, 83% siswa dengan sikap penetapan tujuan yang lebih tinggi memiliki perilaku senang mempelajari hal-hal baru.
Sebagai informasi, PISA 2026 melibatkan 760.000 siswa di 91 negara dan wilayah ekonomi. Siswa partisipan PISA berusia 15 tahun 3 bulan - 16 tahun 2 bulan.
Faktor Latar Belakang
Apabila ditinjau dari status sosial-ekonomi siswa, siswa dari latar belakang yang lebih beruntung menunjukkan sikap penetapan tujuan yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang kurang beruntung. Hanya di Kenya dan Peru yang tidak menunjukkan perbedaan berdasarkan status sosial-ekonomi.
Data PISA turut menunjukkan ada lebih banyak siswa perempuan yang mencari bantuan saat mengalami kesulitan belajar, daripada siswa laki-laki. Siswa yang lebih beruntung secara sosial-ekonomi juga cenderung melakukan hal ini, dibandingkan teman sebaya mereka yang kurang beruntung.
