Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI akan membuka seleksi guru dan tenaga kependidikan untuk Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN). Selain itu, Kemendikdasmen juga akan membuka lowongan pendidik tetap untuk Community Learning Center (CLC) RI di Malaysia.
"Kesempatan untuk mengabdi melalui pendidikan Indonesia di luar negeri segera dibuka!" tulis Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui akun Instagram resmi, dikutip Jumat (11/9/2026).
SILN Indonesia tersebar di 9 negara. Sementara CLC Indonesia berjumlah 302 dan seluruhnya terdapat di Malaysia. Tertarik mendaftar?
Daftar Sebaran SILN
- Johor Bahru, Malaysia
- Kuala Lumpur, Malaysia
- Kinabalu, Malaysia
- Singapura
- Davao, Filipina
- Bangkok, Tailan
- Yangon, Myanmar
- Tokyo, Jepang
- Makkah, Arab Saudi
- Jeddah, Arab Saudi
- Riyadh, Arab Saudi
- Kairo, Mesir
- Den Haag, Belanda.
Di sisi lain, 302 CLC Indonesia terdiri dari 62 di Serawak dan 240 di Sabah.
Apa Itu SILN?
SILN adalah satuan pendidikan pada jalur formal yang diselenggarakan di luar negeri. Dikutip dari YouTube Ditjen PAUD Dikdas PNFI, SILN diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan nasional bagi anak-anak diplomat yang bekerja pada perwakilan Indonesia di luar negeri. Namun, seiring berjalannya waktu, SILN ikut memberikan pendidikan bagi warga negara Indonesia lainnya yang berada di negara tersebut, termasuk anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI).
Terkait kurikulum, siswa SILN akan mendapat kurikulum seperti yang diterima oleh siswa Indonesia. Selain menjalankan fungsi pendiidkan, SILN juga menyelenggarakan program pengembangan untuk melestarikan budaya nasional melalui ekstrakurikuler dan gelar budaya Indonesia di negara setempat. Salah satu fungsi SILN memang menjadi duta budaya Indonesia di luar negeri.
Apa Itu CLC?
Selain SILN, CLC merupakan salah satu upaya bidang pendidikan untuk anak PMI. Djelaskan dalam laman Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, CLC adalah tempat belajar sederhana jenjang SD dan SMP untuk anak-anak pekerja sawit.
CLC merupakan layanan pendidikan untuk anak-anak yang tinggal bersama orang tua yang bekerja dan bermukim di wilayah ladang sawit di seluruh Sabah dan Sarawak. CLC memang diprioritaskan untuk anak-anak Indonesia, tetapi dalam praktiknya juga melayani anak-anak Filipina yang orang tuanya merupakan pekerja di ladang sawit.
CLC dibagi menjadi CLC ladang dan CLC nonladang. CLC ladang beroperasi di ladang sawit berskala besar. Sedangkan CLC nonladang beroperasi di luar ladang sawit skala besar, contohnya ruko, bangunan gereja, dan perumahan.
CLC berada di bawah payung Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SKK) sebagai sekolah induk dan tiga kantor perwakilan RI, yakni Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu (Sabah), Konsulat Jenderal RI Kuching (Sarawak), dan Konsulat RI Tawau.
Berdasarkan kesepakatan antara Indonesia dan Malaysia pada 25 November 2011, pendirian CLC semula hanya untuk melayani siswa jenjang SD. Seiring waktu, CLC juga mendidik siswa jenjang SMP.
Simak Video "Video: Guru PPPK Berubah Status Jadi PNS, Bagaimana Mekanismenya?"
(nah/twu)