32.828 Guru Siap Kuliah S1/D4 dengan Beasiswa, Buka Jalan Dapat Tunjangan Profesi

ADVERTISEMENT

32.828 Guru Siap Kuliah S1/D4 dengan Beasiswa, Buka Jalan Dapat Tunjangan Profesi

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 09 Sep 2026 15:30 WIB
Ilustrasi PPG Guru
Ilustrasi. 32.828 Guru dapat Beasiswa S1/D4 dan siap kuliah. Foto: Kemendikasmen
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) kembali hadirkan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S1/D3 Guru Gelombang 3. Program ini memberikan kesempatan bagi guru yang belum pernah kuliah S1/D4 melalui beasiswa.

Sudah membuka pendaftaran, Kemendikdasmen mencatat 45.660 guru telah mengikuti seleksi. Dari jumlah tersebut, 32.828 guru terjaring dan siap untuk berkuliah di 127 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani menegaskan kualitas guru merupakan bagian penting dalam menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Untuk itu, peningkatan kualitas adalah hal yang penting.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya," tutur Nunuk.

ADVERTISEMENT

Guru Tetap Bisa Mengajar Sambil Kuliah

Dari 32.828 guru yang ikut program di Gelombang 3 tahun 2026, sebanyak 25.936 guru berasal dari pendidik PAUD, 3.278 guru SD, 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK, serta 223 guru SLB.

Meskipun nantinya berkuliah, guru diwajibkan tetap menjalankan tugasnya di sekolah. LPTK penyelenggara memberikan skema perkuliahan secara fleksibel, sehingga guru dapat belajar tanpa meninggalkan murid-muridnya.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, perkuliahan tersebar di 127 LPTK. Dari jumlah tersebut, ada 35 LPTK yang baru bergabung dalam program pemenuhan kualifikasi akademik guru di 2026.

Buka Pintu Dapat TPG

Pemenuhan kualifikasi S1/D4 ini sekaligus membuka jalan bagi guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu. Jika sudah mengikuti PPG, guru akan memperoleh sertifikasi pendidik yang berujung dengan peningkatan kesejahteraan melalui tunjangan profesi guru (TPG).

Sepanjang 2026, sebanyak 8.900 guru ditargetkan menyelesaikan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 1 melalui skema afirmasi untuk kemudian melanjutkan ke program PPG.

"Program ini bukan hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas," kata Nunuk.

Hal serupa juga disampaikan Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (Dir Guru PAUD dan PNF), Saiful Bari. Ia menyebut berdasarkan data Dapodik, sebanyak 174.520 guru belum memenuhi kualifikasi akademik S1/D4 dan sebagian besar berasal dari Guru PAUD dan SD.

Untuk itu, Saiful menegaskan masih banyak guru yang harus didukung dalam meningkatkan kompetensi. Peningkatan kualifikasi menurutnya juga akan berdampak luas karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan pendidikan yang diterima murid.

"Berdasarkan data Dapodik, sebanyak 174.520 guru belum memenuhi kualifikasi akademik S-1/D-4, dan sebagian besar berasal dari guru PAUD dan SD. Artinya, ratusan ribu anak didik kita masih belajar bersama guru yang perlu kita dukung untuk meningkatkan kompetensinya," tegasnya.



(det/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads