×
Ad

Detik Pagi

PJJ Diperpanjang, Jakarta Masih Waspadai Abu Vulkanik

Trypama Randra - detikEdu
Selasa, 08 Sep 2026 07:58 WIB
Jakarta -

Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan perkembangan terbaru terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Badan Geologi mengatakan Anak Krakatau masih berpotensi mengalami erupsi karena tingginya aktivitas vulkanik yang berlangsung saat ini.

"Aktivitas vulkanik G. Anak Krakatau saat ini masih tinggi ditandai dengan terekamnya gempa-gempa yang berasosiasi aktivitas vulkanik G. Anak Krakatau," tulis akun X Badan Geologi, Senin (7/9/2026).

"Hal ini menunjukkan bahwa erupsi dapat kembali terjadi sewaktu-waktu," sambungnya.

Pemantauan intensif terus dilakukan oleh Badan Geologi melalui Pos Pengamatan Gunung api Anak Krakatau yang berada di Pasauran, Banten, dan Kalianda, Lampung. Seluruh data hasil pemantauan dianalisis dan dievaluasi oleh para ahli gunung api di Badan Geologi.

Berdasarkan pemantauan pada hari ini pukul 06.00 sampai 12.00 WIB, terdapat 17 low frequency. Gempa ini berfrekuensi rendah yang dapat berkaitan dengan dinamika fluida gunung api.

Badan Geologi juga mencatat adanya 23 gempa hybrid yang terjadi di Anak Krakatau hari ini. Gempa ini menandakan sinyal beberapa fase yang dapat mencerminkan rekahan batuan dan pergerakan fluida.

Selain itu, Badan Geologi mencatat ada 9 tremor harmonik dan tremor menerus yang terjadi di Gunung Anak Krakatau hari ini. Berdasarkan pemantauan tersebut, status Gunung Anak Krakatau masih berada di level III atau siaga.

Pramono Perpanjang PJJ di Jakarta

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah di Jakarta hingga hari ini, Selasa (8/9/2026). Keputusan ini diambil karena abu vulkanik masih ditemukan di sejumlah wilayah meski kondisinya mulai membaik.

Pramono mengatakan dia telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta terkait kondisi terkini abu vulkanik di Jakarta.

"Yang pertama mengenai PJJ, pembelajaran jarak jauh. Tadi saya sudah berdiskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan, dan sekarang ini sebenarnya abu vulkaniknya sudah mengalami penurunan yang luar biasa," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).

Meski demikian, Pramono menyebutkan abu vulkanik masih terdapat di beberapa daerah. Karena itu, Pemprov DKI memutuskan memperpanjang PJJ selama satu hari.

"Tetapi di beberapa daerah masih ada, dan kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ ini sampai dengan besok. Sehingga dengan demikian PJJ di Jakarta sampai dengan besok," ujarnya.

Pramono meminta Dinas Pendidikan segera menerbitkan surat edaran sebagai dasar pelaksanaan PJJ tersebut.

"Nanti saya minta Kepala Dinas Pendidikan untuk menindaklanjuti itu karena di Jakarta tidak cukup hanya dengan statement saya, tetapi harus ada SE (Surat Edaran) Kepala Dinas Pendidikan untuk mengatur hal tersebut," lanjutnya.

Pramono: Tak Ada Rencana WFH untuk ASN

Selain itu, Pramono memastikan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta tetap bekerja di kantor besok. Tidak ada kebijakan work from home (WFH) meski PJJ diperpanjang akibat abu vulkanik.

"Karena kondisinya sudah membaik, jadi besok ASN-hari ini kan sebenarnya juga diatur untuk masuk seperti biasa, hanya kami meminta untuk memakai masker," kata Pramono

Pramono menegaskan tidak ada kebijakan baru terkait sistem kerja ASN untuk besok. Kebijakan tambahan hanya diberlakukan bagi satuan pendidikan dengan memperpanjang PJJ.

"Jadi dengan demikian untuk ASN tidak ada rencana baru untuk besok, yang ada hanya untuk PJJ-nya saja," ujarnya.

Di sisi lain, Pemprov DKI masih melakukan berbagai upaya untuk menangani dampak abu vulkanik. Salah satunya dengan mengoperasikan water mist hingga besok.

Pemprov DKI juga meminta gedung-gedung yang memiliki fasilitas water mist untuk ikut mengoperasikannya. Selain itu, pembagian masker kepada masyarakat di tempat-tempat umum tetap dilakukan.

"Segala upaya tentunya kita lakukan: doa, salat, dan sebagainya kita lakukan, termasuk OMC," imbuhnya.

Saksikan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Selasa (8/9/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube, TikTok dan Facebook detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"




(vrs/vrs)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork