Alasan RI Pilih Jerman Jadi Tujuan Magang Guru SMK: Model Vokasinya Terbaik

ADVERTISEMENT

Alasan RI Pilih Jerman Jadi Tujuan Magang Guru SMK: Model Vokasinya Terbaik

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 01 Sep 2026 15:00 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen tatang Muttaqin
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen tatang Muttaqin. Foto: Cicin Yulianti
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun ini memberangkatkan sebanyak 50 guru SMK untuk menjalani magang di Jerman. Mengapa ke Jerman, bukan Jepang atau China?

Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin menjelaskan Jerman dipilih pemerintah karena dinilai memiliki sistem pendidikan vokasi yang paling mapan.

Selain itu, pendidikan vokasi di sana relevan dengan kebutuhan industri global saat ini. Negara tersebut dikenal memiliki skala industri yang sangat besar dan berpengaruh bagi negara lain. yang mendunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya pertama, secara internasional memang Jerman ini Jerman, Swiss, Belanda ini kan memang memiliki model vocational school ya, berbeda dengan Amerika, Inggris, atau Australia," kata Tatang kepada wartawan usai acara Pelepasan Guru SMK Magang ke Luar Negeri 2026 di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Selasa (1/8/2026).

ADVERTISEMENT

Dibandingkan dengan negara tetangganya Belanda atau Swiss, Jerman ini menurut Tatang memiliki industri yang lebih banyak. Negara ini aktif menciptakan produk-produk baru yang tinggi konsumen.

"Bahkan mungkin setiap hari kita lihat, bahkan Ibu-ibu kalau masak pakai Bosch itu buatan Jerman gitu ya. Yang punya mobil pakai buatan Jerman. Yang naik motor juga sebagian yang elit-elit kan buatan Jerman," tuturnya.

Ke depannya, Tatang dan Kemendikdasmen akan memetakan bagaimana kesiapan bekerja di Jerman. Namun untuk saat ini, Kemendikdasmen fokus dahulu dalam mengintip pendidikan vokasinya.

"Tapi ini baru tahap pertama. Insyaallah nanti ke depan kita kembangkan lebih luas lagi karena tidak hanya kemajuan dari sisi industri dan juga pendidikan vokasinya, tapi juga bagaimana nanti dengan kebekerjaan luar negerinya," tutur Tatang.

Latih Kedisiplinan dan Profesionalisme

Selain meningkatkan skill dan bekal untuk mengajar murid, para guru juga harus menyiapkan para murid SMK siap bekerja di luar negeri. Sehingga seleksinya sangat ketat.

"Mereka menyeleksi sangat ketat karena jumlahnya sangat sedikit dan juga agar lebih optimal bagaimana mereka betul-betul bisa menyerap pembelajaran dan juga menyerap praktik secara lebih baik. Dan di sinilah kita bisa melihat tadi mereka tidak hanya cepat memahami dalam konteks bahasa, dan yang kedua rata-rata juga relatif bukan hanya di bidangnya saja tapi juga relatif lebih muda gitu ya," kata Tatang.

Program yang diikuti oleh 50 guru ASN ini bertujuan untuk menyelaraskan kompetensi tenaga pendidik di Indonesia dengan standar dunia. Selama tiga bulan, para guru akan ditempatkan di dua lokasi utama, yakni Technical University (TU) of Dresden (34 guru) dan Festo Germany (16 guru).

Tatang menekankan bahwa kompetensi teknis saja tidak cukup. Misi utama para guru ini adalah mempelajari "budaya industri" Jerman, terutama mengenai kedisiplinan dan profesionalisme.

" Nanti dengan mereka kembali dan bisa mengajar lebih baik dengan praktik lebih baik, maka lulusan juga akan memiliki kompetensi yang mendekati standar yang ada di industri-industri tadi dan juga di perguruan tinggi yangmemiliki vokasi khusus, yaitu di Jerman," imbuhnya.

Pemerintah telah menyiapkan sistem agar dampak dari magang ini bersifat berkelanjutan. Sekembalinya ke tanah air, para peserta diwajibkan berbagi pengalaman kepada guru-guru bidang keahlian lainnya di seluruh Indonesia.

"Jadi Ibu Bapak guru tuh bekerja, sehingga mereka tahu betul bahwa budaya industri itu harus begini gitu ya. Jadi bahwa di negara yang sebebas Jerman pun kedisiplinan, profesional," kata Tatang



(cyu/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads