Direktorat SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI baru saja menyelenggarakan pelepasan peserta program magang luar negeri bagi guru SMK 2026. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga berkolaborasi dengan Direktorat SMK Kemendikdasmen untuk memberi bantuan biaya hidup bagi guru SMK yang akan magang di Jerman.
Setiap bulannya, LPDP mengalokasikan sejumlah 1,400 euro atau sekitar Rp 28 juta untuk masing-masing peserta magang. Bantuan dana ini dimaksudkan untuk membayar akomodasi, transportasi, hingga biaya hidup sehari-hari seperti makan.
"1,400 euro dikonversi (jadi) 28 juta rupiah per bulan. Nanti ditotal, dikali 3, sekitar Rp 80 jutaan. Kami harapkan bantuan dari LPDP dapat dimanfaatkan untuk bapak dan ibu bisa hidup sehat," jelas Kepala Divisi Kerjasama dan Pengembangan Beasiswa, Agam Bayu Suryanto di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Selasa(1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program magang ini akan berlangsung selama tiga bulan di dua institusi di Jerman, yaitu Dresden University of Technology untuk guru bidang keahlian konstruksi manufaktur dan FESTO untuk guru bidang keahlian mekatronika/elektronika industri/otomasi industri/teknik tenaga listrik.
Pintu Terbuka LPDP Jika Guru Ingin Lanjutkan Pendidikan
Setelah program ini berakhir, LPDP akan menyambut dengan tangan terbuka apabila para guru ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi seperti jenjang pascasarjana atau bahkan doktoral.
"Nanti kalau pulang dari magang silahkan kalau mau ambil studi lanjut S2 bisa berkesempatan untuk ikut berkompetisi seleksi beasiswa S2 LPDP. Yang masih S2 boleh ambil lanjut S3 di LPDP," jelas Agam.
LPDP juga mengharapkan agar program pemagangan ini dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Hal ini ditujukan supaya program dapat terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang.
"Kalau kami, di LPDP, nanti mengevaluasi program ini dan ingin ada keberlanjutan, sudah ada bukti tentang kebermanfaatan dan outcome yang berdampak," tuturnya.
Agam juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh bagi para pemagang selama program berlangsung. Salah satunya dengan cara makan makanan bergizi.
"Jadi makan daging, telur, minum susu. Jadi uangnya jangan dihemat-hemat, disisihkan ditabung ya, bapak dan ibu. Gunakan semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap bapak dan ibu guru yang menjadi peserta magang karena telah berhasil melewati seleksi di dua lembaga pendidikan di Jerman. Tidak lupa, ia mengingatkan untuk menjalin hubungan yang baik dengan seluruh individu selama program berlangsung hingga pulang ke Indonesia.
"Nah, itu yang mahal, bapak ibu, jejaring dan hubungannya. Dan juga, pengalaman belajar di negara tempat Prof Bacharuddin Jusuf Habibie belajar," sambungnya.
Total, 50 guru akan berangkat ke Jerman dan melaksanakan magang setelah melalui proses seleksi selama kurang lebih dua bulan. Sebanyak 16 guru akan magang di FESTO dan 34 guru lainnya akan melaksanakan magang di Dresden University of Technology.
Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di detikcom.
