Lika-liku Kontingen Sumbar ke Jamnas 2026: Tempuh 3 Hari Perjalanan-Mobil Mogok

ADVERTISEMENT

Lika-liku Kontingen Sumbar ke Jamnas 2026: Tempuh 3 Hari Perjalanan-Mobil Mogok

Cicin Yulianti - detikEdu
Sabtu, 15 Agu 2026 15:00 WIB
Kontingen Sumbar di Jambore Nasional 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
Kontingen Sumbar di Jambore Nasional 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Foto: Cicin Yulianti/detikEdu
Jakarta -

Jambore Nasional 2026 resmi dimulai. Ada ragam cerita menarik dari para kontingen, salah satunya dari kontingen Sumatera Barat (Sumbar) ini.

Mereka menunjukkan semangatnya di hari pertama. Padahal, sebelum sampai di tempat perkemahan mereka sempat mengalami kendala di perjalanan.

Rombongan menghabiskan waktu tiga hari di jalanan lewat jalur laut dan darat. Di tengah perjalanan mobil yang membawa rombongan ini sempat mengalami kerusakan mesin sebanyak dua kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian pertama terjadi di wilayah Bungo, Jambi. Setelah sempat diperbaiki, mobil kembali mengalami masalah saat memasuki wilayah Palembang, Sumatera Selatan.

"Sampai di Bungo mobilnya rusak. Alhamdulillah bisa siap lagi. Terus sampai Palembang, rusak lagi," ujar kata Razaq Kurniawan salah satu kontingen asal Pondok Pesantren Nurul Iman Sumbar saat ditemui detikedu di Lapangan Utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur pada Jumat (14/8/2026), ditulis Sabtu (15/8/2026).

ADVERTISEMENT

Para peserta mengaku harus menunggu sekitar 3 jam di pinggir jalan setiap kali mobil mogok.

"Terus, terus, terus nyeberang Kak, nyeberang di rest area, nggak di rest area di Jawa, di Jawa. Yang baru lepas dari kapal Kak," kata Razaq.

Walau demikian, mereka tetap senang karena sampai dengan selamat di Jakarta.

Takjub Lihat Gedung Tinggi Jakarta

Saat tiba di Jakarta, para peserta mengaku bahwa mereka takjub dengan situasi perkotaan Jakarta. Rasa lelah selama tiga hari perjalanan seolah terbayar dengan rasa takjub saat melihat pemandangan gedung-gedung pencakar langit.

"Kaget pas sampai Jakarta. Karena kita dari kampung, di Dharmasraya nggak ada kota-kota (besar). Lihat bangunan bertingkat yang besar-besar itu kaget," ungkap Zen Yoan Shera dari MTsN Dharmasraya Sumbar.

Selain bangunan tinggi, mereka juga menyoroti kemacetan Jakarta yang sangat berbeda dengan daerah asal mereka. Selain itu, mereka cukup kaget dengan udara Jakarta yang lebih panas.

"Cuacanya juga beda Kak. Lebih gerah di sini," kata Razaq.

Targetkan Jambore Dunia

Walaupun sempat didera kelelahan dan kendala di perjalanan, mereka memastikan kondisi kesehatan stabil. Bahkan, mereka tidak sabar ikut Jambore Nasional dengan harapan dapat jadi peserta yang lolos untuk Jambore Dunia.

"Harapan kami, mudah-mudahan kami terpilih menjadi Jamdun," kata Razaq.

Mereka mengatakan belum banyak kegiatan yang dilakukan. Meski begitu, mereka senang karena bisa bertemu kawan baru dari berbagai provinsi.

"Udah banyak Kak, permainan persaudaraan, ada outbound tadi Kak. Upacara apel pembukaan, gladi bersih di panggung utama," kata Zen Zen.

Sebagai tambahan informasi Jambore Nasional 2026 menjadi Jambore yang ke-12 (XII) dan bertepatan dengan Hari Pramuka ke-65. Acara Jamnas ini diikuti oleh sekitar 21.000 Pramuka Penggalang dari seluruh provinsi di Indonesia.

Adapun tema Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045" dan tema Jambore Nasional Gerakan Pramuka XII Tahun 2026 "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan".



(cyu/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads