Pemerintah hari ini menyampaikan arsitektur RAPBN 2027. Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan rapat paripurna DPR RI ke-1 tahun sidang 2026 menyebut RAPBN 2027 difokuskan untuk 8 Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
"RAPBN tahun 2027 kita fokuskan untuk 8 Program Kerja Prioritas Nasional," kata Prabowo, Jumat (14/8/2026).
"Untuk menjalankan seluruh agenda tersebut, belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp 4.097,2 triliun, naik dari Rp 3.842,7 triliun di APBN 2026," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
8 Klaster PKPN
- Kedaulatan pangan
- Kemandirian energi dan air
- Pendidikan
- Kesehatan
- Hilirisasi dan industrialisasi
- Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana
- Ekonomi kerakyatan dan desa
- Penurunan kemiskinan.
Selain itu, Prabowo juga menyampaikan strategi ekonomi fiskal 2027. Salah satunya berkaitan dengan guru.
Strategi Ekonomi dan Fiskal 2027
- Transformasi ekonomi pada aktivitas ekonomi yang bernilai tinggi dan diperkuat
- Program-program unggulan harus berjalan efektif
- Program pelindungan sosial harus andal
- Pemberdayaan UMKM harus terus dibangkitkan
- Dukungan untuk petani, nelayan, guru, dan tenaga kerja rentan harus diperkuat
- Harmonisasi kebijakan pusat dan daerah harus semakin kokoh
- Pemberantasan korupsi dan penegakan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Prabowo menargetkan pada akhir 2026, semua sekolah akan memiliki 4 ruangan dengan Interactive Flat Pannel (IF)/Layar Pintar Interaktif. Selain itu, Prabowo merencanakan ada studio guru di Jakarta atau di ibu kota provinsi.
Studio guru ditujukan untuk mendukung pembelajaran lewat siaran jarak jauh, sehingga guru bisa merekam materi pembelajaran dan menciptakan konten belajar yang berkualitas, mudah diakses, relevan dengan kebutuhan pembelajaran, serta dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Guru-guru terbaik akan bisa mengajar dari studio guru di Jakarta atau di ibu kota provinsi. Semua kelas di seluruh Indonesia akan punya akses kepada pendidikan yang terbaik. Kita harus melakukan lompatan di bidang pendidikan," kata Prabowo.
(nah/pal)
