Wamendikdasmen: SNT Nggak Boleh Eksklusif, Fasilitas-Praktik Baik Harus Dibagi

ADVERTISEMENT

Wamendikdasmen: SNT Nggak Boleh Eksklusif, Fasilitas-Praktik Baik Harus Dibagi

Devita Savitri - detikEdu
Sabtu, 01 Agu 2026 14:00 WIB
Wamendikdasmen Fajar dan calon murid baru SNT Banyumas.
Wamendikdasmen Fajar dan calon murid baru SNT Banyumas. Foto: Humas Kemendikdasmen
Jakarta -

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq tegaskan posisi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). SNT merupakan sekolah unggulan dari Kemendikdasmen yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA.

Di 2026, akan ada 37 SNT yang dibangun, di mana 17 diantaranya mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Kemendikdasmen menargetkan, SNT akan hadir di setiap kabupaten/kota dengan total 500 sekolah yang dibangun bertahap hingga 2029.

Sebagai sekolah unggulan, SNT punya pendekatan kurikulum, fasilitas, hingga inovasi pembelajaran yang mumpuni. Namun, keunggulan ini menurut Fajar tidak boleh dinikmati sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SNT berperan sebagai katalisator mutu pendidikan, sehingga tidak boleh membuatnya eksklusif secara sosial. Berbagai fasilitas, hingga inovasi pembelajaran bisa dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah sekitar.

"SNT boleh unggul secara kualitas, tetapi secara sosial jangan menjadi sekolah eksklusif. SNT harus menjadi laboratorium, tempat sekolah lain datang, belajar, dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia," tuturnya dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2026).

ADVERTISEMENT

Pada dasarnya, Fajar menyebut SNT tidak berjalan sendiri. Sekolah yang ingin meningkatkan kualitasnya bisa belajar kepada SNT karena, lembaga ini didesain sebagai pusat peningkatan kompetensi guru, laboratorium pembelajaran, fasilitas bersama, dan pusat pengimbasan praktik baik bagi sekolah sekitar.

"Kami percaya dengan dukungan pemerintah daerah, SNT akan berhasil sebagaimana yang diinginkan Bapak Presiden dan menjadi katalisator untuk menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua," sambungnya.

SNT Banyumas Dibangun Mulai Oktober

Dari 17 SNT yang beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 salah satunya hadir di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah (Jateng). Wamen Fajar ikut berkesempatan memantau kesiapan SNT Banyumas.

Kemendikdasmen disebut akan terus memastikan program SNT berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Baik itu secara kesiapan sekolah, proses penerimaan murid, hingga pembangunan ekosistem pendidikan yang memberi manfaat bagi daerah.

SNT Banyumas sendiri telah memiliki lahan sesuai standar yang ditetapkan. Fajar berharap pembangunan fisik dapat dimulai pada Oktober 2026 mendatang.

Sebelumnya, Kemendikdasmen juga telah menggelar pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SNT. Setiap SNT membuka kuota 80 siswa baru jenjang SMP dan SMA, dan saat ini masuk dalam tahap Tas Bakat Skolastik.

Menurut Fajar, kualitas calon murid SNT cukup baik. Mereka memiliki rasa percaya diri dan tingkat berkomunikasi yang baik, sehingga ketika diberikan pertanyaan, mereka bisa menyampaikan pemikiran yang bagus dan kritis.

Berdasarkan hasil sementara yang diterimanya, Fajar menyebut capaian calon murid Banyumas cukup menonjol. Untuk jenjang SMP berada pada peringkat kedua nasional, sedangkan jenjang SMA berada pada peringkat pertama nasional.

"Ini menunjukkan putra-putri Banyumas memiliki kompetensi yang sangat baik. Mudah-mudahan juga mencerminkan kekuatan ekosistem pendidikan yang telah tumbuh di Banyumas," tandas Fajar.



(det/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads