Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda geleng-geleng melihat kondisi SMA Negeri 1 Halmahera Tengah (Halteng). Ia menegur kepala sekolah yang dinilai tak sigap menyelesaikan persoalan mendasar. Padahal sekolah menerima bantuan dana yang sedikit dari pemerintah pusat dan daerah.
Saat memasuki ruang kelas, Sherly menyoroti kondisi ruangan yang tampak kotor. Ia kemudian menanyakan penyebab lampu kelas yang tidak menyala kepada Kepala SMAN 1 Halteng, Abdul Kadir Talib.
"Lampu putus, belum diganti," kata Abdul Kadir seperti dilihat dari tayangan Youtube GubSherly, Senin (27/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peninjauan berlanjut ke toilet siswa. Di lokasi itu, Sherly mendapati WC dalam kondisi gelap dan ternyata tidak dapat digunakan para siswa. Kepala sekolah menjelaskan kondisi yang tak layak itu dengan berkata,"Ini septic tank-nya penuh Bu."
Sejumlah siswa mengaku pada Sherly persoalan-persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama bahkan nyaris setahun. Kepala sekolah yang baru 2 bulan menjabat itu mengungkapkan sebenarnya bendahara sekolah sudah belanja sejumlah peralatan termasuk lampu tapi belum dipasang.
"Lampu hari ini saya pergi toko sebelah beli, 1 jam juga selesai. Bapak tunggu apa untuk pasang lampu?" ujar Sherly merespons pengakuan kepala sekolah.
Ia melanjutkan,"Bapak tunggu apa baru kuras septic tank? Enggak butuh kehadiran Ibu Gubernur datang untuk septic tank dikuras. Tinggal telepon hari ini, besok jasa (kuras) septic tank datang. Pakai uang BOSP, bisa bayar itu nguras septic tank."
Kepala sekolah mengaku selama 1 tahun, SMAN 1 Halteng Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Rp 946 juta dari pemerintah pusat dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) dari Pemprov sebesar Rp 120 juta.
Sherly pun mengingatkan kepala sekolah beserta para guru bahwa tugas mereka bukan hanya menyusun laporan administrasi, tetapi juga memastikan berbagai persoalan di sekolah segera diselesaikan.
Menurutnya, dengan anggaran sekitar Rp1 miliar per tahun, kondisi seperti tidak adanya kipas angin, lampu yang mati, septic tank yang bermasalah, hingga papan tulis yang rusak seharusnya tidak terjadi.
"Tugas Bapak di sini menyelesaikan masalah bukan mendiamkan masalah. Tolong kepeduliannya, 1 tahun ada 1 miliar di sekolah ini. Enggak wajar kalau enggak ada kipas angin, septic tank enggak bisa diberesin, lampu enggak ada, papan tulis bolong-bolong," katanya.
Ia pun meminta para siswa SMA/SMK di Maluku Utara melaporkan kondisi sekolah yang tak layak melalui https://kondisisekolah.gubsherly.com/.










































