Sebagian besar anak mulai masuk taman kanak-kanak (TK) saat berusia 5 tahun. Setelahnya, masuk sekolah dasar (SD) pada usia 6-7 tahun. Namun, sebenarnya apa saja ciri-ciri anak yang sudah siap sekolah?
Menurut dokter spesialis kedokteran keluarga asal Amerika Serikat, Eric Boose, MD, usia bukan penentu bahwa anak sudah siap sekolah atau belum. Sebab setiap anak berkembang dengan kecepatannya masing-masing.
"Usia adalah salah satu ukuran dalam menentukan kesiapan masuk taman kanak-kanak, tetapi ada faktor lain yang juga dapat membantu Anda memutuskan apakah ini waktu yang tepat," kata Dr Boose, dikutip dari Cleveland Clinic.
Biasanya, aturan usia masuk sekolah berbeda-beda di setiap negara meski rata-rata 5 tahun masuk TK dan 6-7 tahun masuk SD. Di Indonesia sendiri, usia anak masuk SD tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025.
Siswa berusia minimal 5 tahun 6 bulan hingga 6 tahun diperbolehkan mendaftar. Namun, bagi siswa berusia 5,6 tahun diberikan ketentuan berupa, siswa yang bersangkutan memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa serta kesiapan psikis.
Lantas, seperti apa ciri anak yang siap masuk sekolah menurut dokter?
6 Ciri-ciri Anak Sudah Siap Sekolah
1. Dapat Mengikuti Arahan Sederhana
Menurut Dr Boose, untuk jenjang TK, anak-anak cenderung selalu mengikuti arahan gurunya. Ruang kelas memiliki rutinitas, aturan, dan instruksi.
Maka itu, anak yang siap masuk TK, sebagian besar akan mampu:
- Mengikuti petunjuk sederhana.
- Memperhatikan dalam jangka waktu singkat.
- Duduk dengan tenang saat mereka membutuhkannya.
2. Mampu Berinteraksi dengan Anak-anak Lain
Jika pada tahap balita mereka fokus pada orang tua dan keluarga, maka saat berkembang anak akan terlibat dalam interaksi dengan anak-anak lain. Saat masuk TK, biasanya anak-anak akan makan bersama dan bermain saat istirahat.
"Anak-anak yang siap bersekolah umumnya dapat mengomunikasikan kebutuhan mereka, bergiliran, dan berinteraksi dengan tepat dengan anak-anak lain," ujar Dr Boose.
3. Mampu Mengelola Emosi
Ciri selanjutnya bahwa anak sudah siap sekolah, yakni bisa mengatasi emosi sederhananya tanpa tantrum. Anak yang siap sekolah juga perlu berlatih berjarak dengan orang tua atau pengasuhnya.
Tanda ini bukan berarti anak tidak boleh tantrum dan lelah. Namun, pengelolaan emosi sederhana merupakan salah satu cara anak bisa mengatasi perasaannya.
4. Menunjukkan Rasa Ingin Tahun tentang Pembelajaran
Dr Boose mengatakan bahwa anak tidak perlu dituntut untuk meraih prestasi lomba demi masa depan. Pada tahap kesiapan sekolah, anak cukup menunjukkan minat untuk belajar.
"Jika mereka mulai mengenali beberapa huruf, angka, atau konsep dasar lainnya, itu adalah pertanda baik," jelasnya.
"Banyak anak yang siap masuk taman kanak-kanak juga sudah bisa menulis nama depan mereka atau mulai melatih keterampilan tersebut," imbuhnya.
5. Menunjukkan Kemandirian dalam Tugas Perawatan Diri
Mengutip Taipei American School, anak yang sudah siap sekolah sudah menunjukkan kemampuan merawat diri. Misalnya, bisa menggunakan kamar mandi sendiri, bisa mencuci tangan, dan bisa membuka wadah makan siang sendiri.
Dalam hal ini, keahlian dalam kemandirian bukan yang utama, melainkan dorongan yang dibentuk dari waktu ke waktu di rumah.
6. Mampu Mengekspresikan Kebutuhan
Saat mulai sekolah, anak bisa sangat antusias atau bisa juga masih belum nyaman. Hal terpenting yaitu anak bisa mengekspresikan perasaannya ketika gembira, gugup, malu, bangga, bahkan saat kewalahan.
Anak-anak yang dapat mengenali dan mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang sehat cenderung lebih bisa merasa aman dan percaya diri di lingkungan baru.
Simak Video "Video: Kemendikdasmen Tegaskan SPMB SD Tanpa Ijazah TK dan Tes Calistung"
(faz/nwk)