Sekolah di Uni Emirat Arab (UEA) ikut terdampak situasi konflik di Timur Tengah antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran. Terbaru, siswa di UEA menjalani ujian jarak jauh dengan pengawasan digital yang ketat.
Pemerintah UEA sebelumnya telah membatalkan ujian berskala internasional seperti IGCSE, A Level, dan ujian akhir IB bagi para siswa. Kebijakan ini diambil akibat gangguan regional yang dipicu oleh konflik Israel-As dengan Iran. Setelah sempat kembali dibuka pada 20 April, peringatan darurat yang dikeluarkan di seluruh UEA pada 4 Mei untuk kembali ke sistem pembelajaran jarak jauh.
"Minggu lalu (1 Mei 2026), ujian ini masih dilakukan di kampus. Namun, dengan peralihan ke pembelajaran jarak jauh, sekarang semuanya diadakan secara daring," kata Arfarz Iqbal, salah satu orang tua siswa kelas 11 pada Jumat (8/5/2026), dikutip dari laman Khaleej Times Rabu (3/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan ujian online, siswa menghadapi aturan yang tetap ketat. Setiap siswa harus memastikan kamera tetap menyala dan diarahkan sedemikian rupa agar wajah, tangan, serta lembar kerja mereka terpantau jelas.
Guru juga memiliki wewenang untuk mengecek kondisi ruangan secara mendadak melalui laptop. Untuk menjaga integritas ujian, selain seluruh sesi direkam, siswa sama sekali tidak diperbolehkan menyimpan HP.
Kesiapan Sekolah di UAE
Pihak sekolah menegaskan bahwa menjaga kredibilitas ujian dalam pengaturan jarak jauh menjadi prioritas utama. Wakil Kepala Sekolah Menengah di Nord Anglia International School Dubai, Maggie Perkins, mengungkapkan bahwa penggunaan platform seperti Exam.net menjadi kunci utama dalam transisi ini karena staf dan siswa sudah sangat familiar dengan teknologi tersebut.
"Memastikan integritas ujian dalam pengaturan jarak jauh telah menjadi prioritas utama kami. Hal ini didukung oleh kebijakan penilaian daring yang kuat sehingga kami dapat meminimalkan kecurangan dan menjaga kepercayaan terhadap hasil yang dikirimkan ke dewan ujian eksternal," jelas Perkins.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah The Apple International School, Dr Jinto Sebastian, menambahkan bahwa sistem yang terstruktur sangat penting untuk menjaga standar pendidikan.
Transisi ke penilaian jarak jauh yang berisiko tinggi memerlukan penyelarasan segera melalui perencanaan kolaboratif dan komunikasi yang jelas dengan seluruh pemangku kepentingan.
Tantangan dari Lingkungan Rumah
Meski pihak sekolah menekankan kesiapan sistem, para orang tua mengakui bahwa lingkungan rumah memberikan tantangan tersendiri.
Maria Santos, seorang warga negara Filipina yang anaknya sedang menempuh ujian akhir secara online, menjelaskan bahwa menjaga suasana rumah tetap tenang selama durasi ujian berlangsung bukanlah hal yang mudah.
"Ujian sekarang berpindah secara daring dan siswa harus tetap menyalakan kamera sepanjang waktu. Namun, dengan semua orang berada di rumah, menjaga lingkungan yang tenang selama ujian bisa menjadi sulit pada waktu-waktu tertentu," ungkap Maria.
Selain gangguan suara, para siswa juga menghadapi tekanan logistik setelah ujian berakhir. Mereka harus segera memindai hasil pekerjaan mereka dan mengunggah lembar jawaban ke sistem sekolah dalam waktu yang sangat terbatas.
Meski terdapat kendala kecil, Maria menilai sistem yang ada saat ini memberikan rasa kesinambungan bagi siswa di tengah masa yang penuh ketidakpastian.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.











































