Kampus-kampus AS di Timur Tengah Ditutup Imbas Konflik AS-Israel dan Iran

ADVERTISEMENT

Kampus-kampus AS di Timur Tengah Ditutup Imbas Konflik AS-Israel dan Iran

fahri zulfikar - detikEdu
Rabu, 04 Mar 2026 08:00 WIB
Bendera Iran
Foto: Middle East Monitor/Bendera Iran
Jakarta -

Serangan Amerika Serikat dan Israel dibalas oleh Iran dengan rudal dan pesawat tak berawak. Kondisi yang memanas ini membuat kampus-kampus di wilayah Timur Tengah terpaksa ditutup.

Usai pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei gugur, pihak Teheran melancarkan serangan ke pangkalan milik AS di Qatar hingga Uni Emirat Arab (UEA). Saling serang di udara ini membuat wilayah di Timur Tengah tak kondusif.

Kampus-kampus AS di Timur Tengah Kena Imbas

Universitas-universitas asal AS yang buka di Timur Tengah ikut terkena imbas. Kampus-kampus asal AS yang buka di wilayah tersebut antara lain Georgetown, Universitas New York, Carnegie Mellon, Northwestern, Virginia Commonwealth, Texas A&M, dan Weill Cornell Medical College, sekolah kedokteran Universitas Cornell.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Georgetown menyatakan bahwa kampusnya di Qatar beralih ke online pada hari Selasa, 3 Maret 2026, setidaknya hingga akhir pekan ini.

"Keputusan tentang kampus akan dibuat setiap hari, berdasarkan pembaruan resmi dan situasi yang berkembang," kata pihak Georgetown, dikutip dari New York Times.

ADVERTISEMENT

Hal yang sama juga berlaku di Sekolah Seni Universitas Virginia Commonwealth di Doha, Qatar, dan di Weill Cornell Medicine-Qatar. Semua aktivitas kampus ditutup dan beralih ke pembelajaran dan kerja jarak jauh.

Pemerintah di wilayah Timur Tengah akan terus memantau perkembangan yang terjadi. Di sisi lain, beberapa kampus asal AS mulai mempertimbangkan untuk menutup permanen cabang mereka di Timur Tengah karena situasi yang tidak stabil.

Beralih ke Pembelajaran Online Tanpa Batas Waktu

Sementara di wilayah Timur Tengah, sejumlah kampus juga menutup aktivitasnya dan beralih ke online. Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi di Qatar mengumumkan bahwa sekolah dan kampus terpaksa beralih ke pembelajaran online sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Hal yang serupa juga terjadi di Bahrain. Kemudian di UEA, sekolah dan kampus beralih ke pembelajaran online mulai 2 atau 4 Maret 2026.

"Situasi tersebut terus dievaluasi dan periode tersebut dapat diperpanjang jika diperlukan berdasarkan perkembangan," tulis pernyataan pemerintah UEA, dikutip dari Times Higher Education.

Sementara itu, Iran mengumumkan penutupan seluruh universitas di negara tersebut sejak Teheran diserang AS-Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu.

"Menteri Sains mengumumkan penutupan universitas di seluruh negeri hingga pemberitahuan lebih lanjut," bunyi laporan kantor berita Iran, IRNA, dilansir, AFP, Sabtu (28/2/2026).

Selain itu, Iran juga telah memberlakukan kembali pemadaman internet, dengan halaman web Universitas Teknologi Sharif, Universitas Teheran, dan Universitas Teknologi Amir Kabir semuanya tidak dapat diakses, per 2 Maret 2026.




(faz/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads