- Mengulang Lomba Kurang Tepat, Abaikan Hak Anak
- 6 Alasan Final LCC Empat Pilar Kalbar Tak Perlu Diulang 1. Kemenangan SMAN 1 Sambas Akan Dibatalkan 2. Peserta LCC Tidak Bersalah 3. Persiapan Ulang Harus Dilakukan 4. Memakan Biaya Tambahan 5. Sekolah Berhak Menolak Final Diulang 6. Perlu Evaluasi
- Saran FSGI untuk MPR
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) beri tanggapan terkait polemik yang terjadi pada Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Polemik ini terjadi karena ketidakcermatan juri terhadap jawaban peserta lomba.
Merespons hal ini, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyampaikan langkah evaluasi dan tindak lanjut. Langkah evaluasi yang ditetapkan adalah pertandingan final Provinsi Kalbar akan diulang.
Pertandingan ulang ini akan melibatkan juri independen serta pengawasan langsung dari pimpinan MPR RI. Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti menyebut keputusan itu, sepintas terlihat adil, tapi ada dampak yang akan timbul setelahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sepintas merupakan kebijakan yang adil, padahal berpotensi kuat memunculkan pro dan kontra serta tidak mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak", katanya dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).
Mengulang Lomba Kurang Tepat, Abaikan Hak Anak
Menurut Retno, mengulang lomba merupakan kebijakan yang kurang tepat. Hal ini juga bisa mengabaikan hak anak dan kondisi psikologi semua peserta lomba.
"Lomba tak perlu diulang, tapi MPR harus memastikan peristiwa ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari," ucap Retno.
Melengkapi Retno, Ketua Umum FSGI Fahriza Marta Tanjung menyebut alasan MPR ingin mengulang lomba. Dijelaskan langkah ini merupakan bagian dari bentuk berkomitmen perbaikan.
Dengan mengulang lomba, diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik, sekaligus memastikan LCC Empat Pilar menjadi ruang edukatif bagi generasi muda Indonesia. Tapi, bila benar-benar terjadi, anak-anak peserta lomba akan menjadi korban.
"Namun, jika diulang justru itu terkesan menyelamatkan MPR, namun kembali menjadikan anak-anak peserta lomba sebagai korban kebijakan yang mengabaikan hak dan psikologi anak", tambah Fahriza.
6 Alasan Final LCC Empat Pilar Kalbar Tak Perlu Diulang
FSGI membeberkan ada 6 alasan mengapa Final LCC Empat Pilar tak perlu diulang, yakni:
1. Kemenangan SMAN 1 Sambas Akan Dibatalkan
Kebijakan mengulang berimbas pada pembatalan kemenangan SMAN 1 Sambas. Berdasarkan kejadian ini, kesalahan dilakukan oleh ketidakcermatan dewan juri, bukan kesalahan peserta didik meskipun SMAN 1 Sambas diuntungkan.
"Jangan karena kesalahan dewan juri, anak-anak ini menjadi korban," tegas FSGI.
2. Peserta LCC Tidak Bersalah
Peserta LCC Kalbar ditegaskan FSGI tidak bersalah, sehingga sanksi seharusnya tidak diberikan kepada mereka. Alih-alih peserta, MPR harus memberikan sanksi tegas pada dewan juri dengan mengevaluasi jabatannya.
Kalaupun kecurangan datang dari peserta, FSGI menilai langkah tindak lanjutnya bukan mengulang tapi peserta yang curang didiskualifikasi.
3. Persiapan Ulang Harus Dilakukan
Jika final diulang, seluruh peserta didik dan sekolah yang menjadi peserta harus mempersiapkan diri ulang. Hal ini bisa berdampak kemenangan tidak akan diperoleh oleh SMAN 1 Sambas ataupun SMAN 1 Pontianak.
"Hal ini sangat mungkin terjadi, jika ini terjadi maka bisa jadi akan meninggalkan trauma psikis pada semua anak," ungkap FSGI.
4. Memakan Biaya Tambahan
Dari segi finansial, MPR harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menggelar ulang final. FSGI menilai biaya yang dikeluarkan negara tidak kecil dan uang rakyat.
Tidak hanya MPR, sekolah dan orang tua juga harus mengeluarkan biaya tambahan. FSGI kembali menekankan mental anak, terutama murid SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak.
5. Sekolah Berhak Menolak Final Diulang
Semua sekolah yang masuk final LCC Kalbar berhak menolak pertandingan ulang dengan cara tidak hadir. SMAN 1 Sambas yang menjadi pihak dirugikan bisa melakukan gugatan PTUN dan perdata terhadap MPR RI jika terjadi pengulangan.
6. Perlu Evaluasi
Diketahui pada 2025, kejadian kesalahan juri juga pernah terjadi, namun tidak viral karena dewan jurinya bijak. Untuk itu, MPR diminta bertindak untuk mengevaluasi agar tidak ada peserta yang dirugikan.
FSGI menyebut akan lebih bijak kalau dewan juri meminta maaf saat itu kepada seluruh peserta. Langkah minta maaf ini akan berdampak bagi pembelajaran karakter warga negara baik dan taat hukum.
Saran FSGI untuk MPR
Retno kembali menegaskan MPR harus mempertimbangkan kembali putusan mengulang final LCC Kalimantan Barat. Jika hal ini terjadi, banyak masalah yang akan timbul dari psikis peserta hingga potensi gugatan hukum.
"Akan menimbulkan banyak masalah, mulai dari psikis peserta, kerugian perdata bagi sekolah yang sudah ditetapkan kemenangannya, masalah anggaran yang harus dikeluarkan lagi, dan berpotensi digugat secara hukum. Jadi lombanya tidak perlu diulang, namun MPR wajib pastikan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang di kemudian hari," pungkas Retno.
(det/nwk)











































