Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen GTK Kemendikdasmen) Nunuk Suryani membeberkan peta jalan untuk mendukung penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027/2028. Bagaimana targetnya?
Dalam upaya penerapan kebijakan tersebut, Dirjen GTK menghadirkan Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) pada Jumat (8/5/2026). Program ini akan menjangkau seluruh guru dari 150 ribu SD di Indonesia.
Nunuk menyebutkan penerapan bahasa Inggris sebagai mapel wajib di SD akan berjalan bertahap. Pada tahun pertama 2027/2028, baru sekitar 58.896 SD atau 30% dari total 150 ribu sekolah yang akan menerapkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian tahun berikutnya, hingga berikutnya, harapannya 3 tahun mendatang kita sudah siap untuk semua sekolah (SD) menerapkan bahasa Inggris (sebagai mapel wajib) di kelas 3 SD," tuturnya dalam Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI), Jumat (8/5/2026).
PKGSD-MBI Rampung 2029
Secara rinci, Nunuk menjelaskan bahwa program pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD atau PKGSD-MBI menargetkan 90.447 guru. Proses pelatihan dilakukan secara bertahap setiap tahun hingga 3 tahun, dengan rincian:
- Tahun 2026: 10.000 peserta pelatihan
- Tahun 2027: 30.000 peserta pelatihan
- Tahun 2028: 30.000 peserta pelatihan
- Tahun 2029: 20.447 peserta pelatihan
"Dengan skema ini, harapannya total 90.447 guru akan tuntas dilatih tahun 2029," paparnya.
Di kesempatan itu, Nunuk memberikan apresiasi kepada guru SD peserta pelatihan PKGSD-MBI tahap pertama. Menurutnya, komitmen guru untuk terus belajar adalah wujud dedikasi sebagai pendidik.
"Komitmen tersebut merupakan wujud dedikasi sebagai pendidik yang senantiasa berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran bagi peserta didik," ungkap Nunuk.
Guru Peserta Pelatihan Ditugaskan Ngajar di Kelas 3 SD
Kemendikdasmen juga sudah menyiapkan langkah tindak lanjut bagi peserta yang mengikuti pelatihan PKGSD-MBI. Pada tahap pertama, sebanyak 5.777 guru dari 34 provinsi dan 177 kabupaten/kota mengikuti pelatihan ini.
Para guru akan belajar dari awal agar bisa mengajar bahasa Inggris. Setelah mendapatkan pelatihan, para guru tersebut akan diminta untuk mengajar di kelas 3 SD.
"Jadi memang karena nanti diterapkan awal di kelas 3 SD, harapannya untuk piloting ini, Bapak-Ibu nanti akan kami petakan dengan Dinas Pendidikan untuk mengajar di kelas 3," jelas Nunuk lagi.
