Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ulhaq meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD hari pertama. Selama kunjungannya, ia memberikan pesan sekaligus menyemangati siswa.
Fajar mengingatkan siswa agar tidak panik. Siswa harus mengutamakan ketelitian dan ketepatan dalam mengerjakan soal.
"Saya tanya tadi, mereka tidur malamnya nyenyak, tidak gelisah. Wajahnya cukup ceria, artinya segar. Pesan kami dari kementerian, menghadapi TKA ini dengan gembira dan jujur," katanya di SDN Rawabuntu 03, Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengingatkan bahwa TKA bukanlah penentu kelulusan. Namun, TKA akan digunakan sebagai pendukung nilai dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi.
Fajar pun berdialog dengan para siswa. Ia melihat kondisi fisik dan mental siswa sangat siap menghadapi ujian, tampak dari wajah-wajah yang ceria dan kondisi fisik yang prima. Hal ini menurutnya sebagaimana slogan TKA yakni jujur dan gembira.
Diikuti 4,49 Juta Siswa
Pelaksanaan TKA SD tahun ini berlangsung mulai tanggal 20 April hingga 30 April 2026. Secara nasional, ujian ini diikuti oleh sekitar 175.000 satuan pendidikan.
Adapun total peserta yang ikut mencapai 4,49 juta siswa. Dari jumlah tersebut sekitar 35.000 siswa tidak mengikuti karena fasilitas yang belum memadai.
"Sedangkan sekitar 35.000 siswa yang tidak ikut kemungkinan besar karena sekolahnya belum memiliki kelas 6 atau terkendala sarana prasarana yang belum mendukung," jelas Kepala Badan Kurikulum dan Standar Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Toni Toharudin.
Soal Berstandar PISA
Terkait materi ujian, Fajar menjelaskan bahwa soal-soal TKA dirancang untuk mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi. Model soal ini disesuaikan dengan standar internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA) yang bersifat naratif dan analitis.
"Kita ingin anak-anak mempunyai kemampuan berpikir yang lebih analitis, bukan sekadar deskriptif. Makanya soalnya bersifat naratif untuk menguji logika," kata Fajar.
Di tempat yang sama, pihak SDN 03 Rawa Buntu menyatakan kesiapannya meski harus membagi ujian ke dalam tiga sesi per hari karena keterbatasan jumlah perangkat.
"Siswa kami ada 167 anak, sementara alat (Chromebook) ada 20 unit. Jadi kami bagi tiga sesi sampai 6 hari ke depan. Persiapan materi sudah dilakukan sejak jauh hari melalui pengayaan dan simulasi," ujar Kepala Sekolah SDN 03 Rawa Buntu, Amir Mahmud.
(cyu/nah)











































