Kemendikdasmen Andalkan Deep Learning untuk Benahi Literasi-Numerasi

ADVERTISEMENT

Kemendikdasmen Andalkan Deep Learning untuk Benahi Literasi-Numerasi

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 09 Apr 2026 14:00 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Cicin Yulianti
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pihaknya akan gencar memberi pelatihan untuk 1.500 guru. Hal ini berangkat dari kondisi literasi dan numerasi siswa yang masih rendah.

Kemendikdasmen menggandeng beberapa pihak yakni Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan United Nations Children's Fund (Unicef) menggelar program pelatihan tersebut. Nantinya, akan diadakan pelatihan kepada guru dari 500 SD.
Sembunyikan kutipan teks

500 sekolah tersebut tersebar di enam kabupaten/kota, yakni Kabupaten Tegal, Kota Medan, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Ende.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan ini memang merupakan usaha kita bersama untuk mengatasi permasalahan yang masih kita hadapi sekarang ini, yang belum sepenuhnya, ya, recovery," katanya kepada wartawan di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

ADVERTISEMENT

Indonesia Masih Hadapi Learning Loss

Sebagaimana dalam data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang menunjukkan bahwa peringkat membaca siswa Indonesia masih berada di 71 dan matematika 70. Masalah ini disebut merupakan dampak dari ketertinggalan pembelajaran (learning loss).

"Menyangkut learning loss, juga learning poverty, dan juga berbagai capaian, skor PISA dan berbagai capaian akademik yang memang belum sebagaimana yang kita harapkan," ungkap Mu'ti.

Deep Learning Jadi Solusi

Salah satu pendekatan, yang Kemendikdasmen andalkan adalah deep learning. Pelatihan dan pembelajaran akan disesuaikan dengan kebijakan deep learning.

"Ya ini yang baru kita mulai, deep learning ini baru kita canangkan semenjak kepemimpinan kami di Oktober 2024, bahkan pelatihannya juga baru kita mulai di tahun 2025, sehingga harapan kami dengan deep learning ini, masalah yang kita hadapi dapat terselesaikan," kata Mu'ti.

Mu'ti menjelaskan, penerapan deep learning tidak hanya menyasar metode mengajar, tetapi juga mencakup penyesuaian pendekatan pembelajaran, penggunaan buku teks, hingga strategi peningkatan literasi dan numerasi di kelas.

"Sehingga pendekatan belajarnya, kemudian buku-buku teksnya, dan berbagai hal yang menyangkut peningkatan literasi dan numerasi ini dapat berjalan dengan sukses," tambahnya.

Selain itu, pendekatan deep learning juga bisa untuk memetakan capaian pembelajaran siswa. Dengan begitu Mu'ti optimis data tersebut nantinya bsia digunakan untuk melihat sejauh mana keberhasilan pembelajaran.

"Jadi mudah-mudahan ini bisa betul-betul mendukung apa yang memang sudah dicanangkan oleh pemerintah, perlu banyak inovasi, ini adalah salah satu caranya," kata Mu'ti.




(cyu/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads