3 Tahap Menulis Tangan yang Benar untuk Anak SD dari Kemendikdasmen

ADVERTISEMENT

3 Tahap Menulis Tangan yang Benar untuk Anak SD dari Kemendikdasmen

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 07 Apr 2026 06:00 WIB
1.000 Siswa-siswi Kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik memulai tradisi menulis dengan tangan. Mereka menulis surat untuk presiden.
Foto: Pool
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebutkan menulis bukan sekedar memindahkan huruf ke atas kertas. Untuk itu, Kemendikdasmen mengimbau agar orang tua tidak terburu-buru mengajari anak untuk bisa menulis dengan lancar.

Setiap anak memiliki tahapan belajar menulis yang berbeda. Tahapan ini akan berkembang seiring dengan kemampuan motorik yang semakin kuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika kemampuan motorik menguat, proses menulis pun akan jadi lebih nyaman dan menyenangkan. Dikutip dari postingan Instagram Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, kenali 3 tahap menulis yang benar untuk anak SD sebagai berikut.

3 Tahap Menulis yang Benar untuk Anak SD

ADVERTISEMENT

1. Siap Fisik

Tahap pertama disebut dengan pramenulis yang berkaitan dengan persiapan fisik anak sebelum menulis. Pada tahap ini, anak belajar pegang pensil, membuat garis, dan paham arah tulisan.

Tiga fondasi itu penting agar tangan anak tidak mudah pegal saat menulis. Jadi, mereka bisa nyaman untuk menulis lebih banyak.

2. Tahap Menulis Awal

Jika fondasi anak dalam memegang pensil hingga paham arah tulisan sudah kuat, mereka bisa melanjutkan ke tahap kedua. Di tahap ini, ajak anak menulis kata-kata yang mudah, belajar spasi, dan membedakan huruf besar dan kecil.

"Fokus di sini adalah melatih motorik halus agar anak percaya diri," tulis Kemendikdasmen.

3. Tahap Menulis Fasih

Tahap menulis fasih ditandai dengan gerakan tangan anak yang sudah otomatis. Ketika hal itu terjadi, mereka sudah bisa:

  • Menulis kalimat yang saling menyambung.
  • Pakai tanda titik dan huruf kapital dengan benar.
  • Fokus ke isi tulisan, bukan lagi cara membuat hurufnya.

Di zaman yang serba digital ini, menulis tangan tetap penting dimiliki. Untuk itu, anak harus punya stamina menulis agar mereka bisa berekspresi lebih lama dan lebih dalam.

"Menulis tangan tetap penting untuk membangun stamina menulis agar anak bisa berekspresi lebih lama dan lebih dalam," tandas Kemendikdasmen.

Demikianlah tiga tahap menulis yang sesuai untuk anak SD. Bapak-ibu orang tua, perhatikan ya dan semoga bermanfaat!




(det/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads