Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BSKAP Kemendikdasmen) Toni Toharudin ungkap hampir 98% murid jenjang SD dan SMP siap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Apa yang menyebabkan peminat TKA jenjang SD-SMP bisa tinggi?
Toni menyebut ia terus berpikiran positif bila tingginya peminat TKA karena sekolah, guru, dan murid kini punya kesadaran yang semakin baik. Mengingat TKA merupakan sebuah asesmen yang telah terstandarisasi secara nasional.
Tidak hanya untuk mengukur capaian akademik murid, TKA yang digabung dengan Asesmen Nasional (AN) berguna untuk mengukur mutu pendidikan di seluruh satuan pendidikan dan daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemendikdasmen dijelaskannya terus berupaya untuk membangun kesadaran terkait pentingnya TKA menjadi sebuah budaya. Ketika hal ini telah membudaya, bukan tak mungkin peningkatan kualitas pendidikan bisa terus dilakukan.
"Kalau saya berpikiran positif, bahwa setiap sekolah, bahkan setiap guru, murid, itu kesadaran budaya muridnya semakin baik dan itu yang kita harapkan. Kalau budaya muridnya sudah bagus, maka improvement terhadap kualitasnya itu akan semakin mudah, karena kita bisa tahu kelemahan masing-masing (dan melakukan) refleksi," tutur Toni usai acara Halabihalal Kemendikdasmen di Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).
Jadi Indikator SPMB Ikut Menyumbang Tingginya Peminat TKA
Seperti yang diketahui, hasil TKA bisa digunakan sebagai dokumen pendukung untuk melanjutkan studi di jenjang selanjutnya. Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan hasil TKA nantinya jadi salah satu indikator pada jalur prestasi di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
"Jadi jalur prestasi itu nanti ada nilai rapot dan ada hasil tes TKA yang nonakademik, itu ada prestasi olahraga, prestasi seni, dan kepemimpinan di sekolah. Ini semuanya akan menjadi salah satu penilaian dalam jalur prestasi," kata Menteri Mu'ti seperti yang dikutip dari arsip detikEdu.
Ketika ditanya apakah ketentuan ini jadi salah satu penyebab tingginya minat murid mengikuti TKA, Toni tidak membantah. Ia menyebut, ketentuan tersebut jadi salah satu faktor pendorong.
Kendati demikian, Toni tak ingin menonjolkan bila faktor meningkatnya minat murid mengikuti TKA hanya karena SPMB. Satu hal yang menjadi catatannya adalah, TKA jadi upaya untuk membangun kesadaran murid dan sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
"Itu juga sebuah pendorong, tapi Kita jangan menonjolkan hal tersebut, yang penting budaya muridnya naik itu yang kita harapkan," tandasnya.
Pada Maret 2026 jumlah pendaftar TKA jenjang SD-SMP capai 8,6 juta peserta. Jumlah tersebut terdiri dari 4.452.973 murid untuk jenjang SD/MI/sederajat dan 4.207.509 murid jenjang SMP/MTs/sederajat.
Pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP akan berlangsung pada April mendatang. TKA SMP akan digelar pada 6-16 April 2026, sedangkan SD pada 20-30 April 2026.
Toni menyebut pihaknya juga akan membuat posko TKA untuk pemantauan secara realtime saat ujian berlangsung. Posko TKA SMP akan dibuka di Bekasi, Jawa Barat dan Posko TKA SD dibuka di Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
