Menteri Mu'ti Tak Khawatir Nilai TKA Matematika Murid SD-SMP Jeblok, Alasannya?

ADVERTISEMENT

Menteri Mu'ti Tak Khawatir Nilai TKA Matematika Murid SD-SMP Jeblok, Alasannya?

Devita Savitri - detikEdu
Senin, 30 Mar 2026 20:00 WIB
Siswa mengikuti Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SDN Ciujung, Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaksanakan gladi bersih TKA bagi murid kelas akhir di jenjang SD dan SMP secara serentak guna memastikan kesiapan teknis, operasional, serta layanan sebelum pelaksanaan utama yang akan berlangsung pada April 2026 mendatang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Simulasi TKA 2026 jenjang SD yang digelar awal Maret lalu Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Jakarta -

Salah satu hal yang mendapat sorotan tajam dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/sederajat pada November 2025 lalu adalah jebloknya nilai pada mata pelajaran (mapel) matematika.

Seperti diketahui, nilai rerata TKA matematika nasional jenjang SMA/sederajat dari 3.489.148 peserta berada pada angka 36,10 dari skor maksimum 100,00. Berkaca dari hal ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengaku tak khawatir jika kondisi tersebut terulang di jenjang SD-SMP.

Alasan utamanya adalah karena nilai TKA bukanlah penentu kelulusan murid dari jenjang sebelumnya. Untuk itu, murid diminta agar tidak khawatir dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya enggak apa-apa, enggak perlu khawatir. Dipersiapkannya sebaik-baiknya karena ini kan bukan menjadi penentu kelulusan," kata Mu'ti dalam acara Halabihalal Kemendikdasmen di Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menteri Mu'ti membeberkan pada dasarnya TKA jenjang SD dan SMP hanya menguji dua mata pelajaran. Kedua mata pelajaran yang dimaksud adalah matematika dan bahasa Indonesia.

Nilai yang didapat dari ujian ini kembali ditegaskannya tidak akan menjadi komponen penentuan kelulusan. Penentuan kelulusan akan dilakukan oleh sekolah dengan menilai mata pelajaran dan komponen lainnya.

"(TKA) Itu hanya menilai dua mata pelajaran saja kan, Bahasa Indonesia dan Matematika, yang lainnya kan penilaiannya di masing-masing satuan pendidikan," paparnya.

Tak Ingin Murid Kena Mental Blocking

Kemendikdasmen menegaskan TKA SD dan SMP dilakukan dengan dua nilai utama. Kedua nilai itu adalah jujur dan gembira.

Jujur diartikan agar murid mengerjakan TKA dengan sebenar-benarnya dan menghindari praktik kecurangan. Adapun gembira, mengantrikan agar murid mengerjakan TKA dengan senang tanpa tekanan.

"Enggak usah khawatir, enggak usah takut, siapkan saja dengan sebaik-baiknya, agar kita justru malah dengan gembira itu bisa mengerjakan dengan baik," urai Mu'ti.

Ketika murid mengerjakan TKA dengan perasaan tertekan, Menteri Mu'ti menyinggung kemungkinan mereka mengalami kendala psikologis mental blocking. Mental blocking adalah kondisi yang membuat seseorang kesulitan berpikir jernih, berkonsentrasi, sehingga pengerjaan TKA murid bisa terganggu.

"(Mengerjakan TKA) dengan perasaan tertekan malah justru bisa menjadi kendala psikologis dan kita bisa mengalami mental block, (sehingga) takut mengerjakan," sambung Mu'ti.

Ia juga mengingatkan agar orang tua untuk tidak menakut-nakuti soal ujian TKA. Sebaliknya, murid harus bersemangat untuk mendapatkan nilai TKA karena bisa dijadikan modal mendaftar jalur prestasi di Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang selanjutnya.

"Jadi jalur prestasi itu nanti ada nilai rapot dan ada hasil tes TKA yang non-akademik, itu ada prestasi olahraga, prestasi seni, dan kepemimpinan di sekolah. Ini semuanya akan menjadi salah satu penilaian dalam jalur prestasi," tandasnya seperti yang dikutip dari arsip detikEdu.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Data Temuan Kecurangan TKA: Live Saat Ujian-Pembocoran Soal Via Medsos"
[Gambas:Video 20detik] (det/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads