Wacana pemberlakuan pembelajaran daring usai libur Lebaran 2026 mencuat. Pemerintah tengah mengkaji opsi penerapan sekolah online mulai April 2026 sebagai bagian dari strategi nasional untuk penghematan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah juga mempertimbangkan skema kerja fleksibel seperti work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN), sebagai upaya mengurangi mobilitas harian masyarakat yang menjadi penyumbang utama konsumsi BBM.
Rencana ini muncul di tengah tekanan global terhadap pasokan energi, terutama akibat konflik geopolitik yang berdampak pada harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan kebijakan efisiensi energi perlu dirumuskan secara responsif dan berbasis data, dengan tetap memastikan proses pembelajaran serta pelayanan publik tidak terganggu.
Menurutnya, langkah penghematan harus mempertimbangkan data konsumsi energi dan tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sebagaimana pengalaman pengaturan mobilitas pada masa pandemi Covid-19.
"Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari kantor berita Antara
Opsi Pembelajaran Daring Disesuaikan Karakteristik Mapel
Salah satu strategi utama penghematan energi yaitu penyesuaian metode pembelajaran daring dan luring sesuai karakteristik mata pelajaran. Namun, Pratikno juga menekankan kegiatan pembelajaran yang bersifat praktikum tetap diarahkan untuk dilaksanakan secara tatap muka guna menjaga kualitas proses belajar.
Penyesuaian metode daring hanya akan diterapkan pada materi pelajaran yang dinilai efektif disampaikan secara jarak jauh.
Pemerintah juga sedang mengkaji opsi skema pembiayaan alternatif guna mendukung akses internet bagi siswa jika pembelajaran daring diterapkan secara luas. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat hak belajar anak sekolah di berbagai daerah.
Isu strategis lain yang muncul adalah penyesuaian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa. Pemerintah perlu merumuskan pola distribusi baru apabila terjadi perubahan jadwal kehadiran siswa di sekolah akibat kebijakan hemat energi ini.
Strategi lain penghematan energi meliputi penerapan skema kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), penguatan pemanfaatan platform digital untuk mendukung efektivitas kerja, pembatasan mobilitas perjalanan dinas, dan penerapan strategi hemat energi pada operasional gedung perkantoran.
Kebijakan penghematan energi lintas sektor tersebut direncanakan mulai berlaku pada April 2026.
Simak Video "Video: Porter Gambir Alami Peningkatan Omzet Jelang Lebaran 2026"
(pal/pal)