Beijing mempercepat integrasi kecerdasan buatan (Al) di dunia pendidikan. Saat ini, penerapan Al telah menjangkau 87,7 persen sekolah dasar dan menengah di kota tersebut.
Inisiatif ini bertujuan membuat pembelajaran lebih efisien, pengajaran lebih efektif, dan dukungan bagi siswa lebih personal. Wakil Direktur Komisi Pendidikan Beijing, Zhang Yaotian, menyoroti kemajuan kota dalam integrasi Al di sekolah pada forum "Al+Education" yang digelar pada Minggu (1/3/2026) lalu. Forum ini digelar sehari sebelum dimulainya semester baru.
la menekankan bahwa tujuannya adalah agar siswa dapat menggunakan teknologi Al secara cerdas dan bertanggung jawab. Langkah ini mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Integrasi Al di Sekolah SD-SMA di Beijing
Beijing terus memperluas integrasi Al di sekolah. Kota ini mengembangkan platform pintar 'Jingwa' dan meluncurkan marketplace aplikasi pendidikan Al. Langkah ini juga menunjuk 50 sekolah model AI, serta 32 institusi pendidikan tinggi dengan praktik Al percontohan.
Selain itu, 25 inovasi Al di Beijing telah dipilih sebagai aplikasi model nasional oleh Kementerian Pendidikan. Dikutip dari China Daily, Yaotian menilai inisiatif ini menghasilkan praktik yang kompetitif secara internasional dan memimpin di tingkat domestik.
Platform Al kini sudah diterapkan langsung di sekolah. Cabang China Telecom di Beijing memperkenalkan platform 'Jingxiaojian' yang melayani lebih dari 60 sekolah dan 60.000 siswa serta guru. TAL Education Group juga menguji proyek Al untuk meningkatkan efisiensi belajar dan mengurangi beban tugas siswa.
Bagaimana AI Bisa Bantu Guru?
SMA 80 Beijing adalah salah satu sekolah yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan China. Sekolah ini juga telah menandatangani kerja sama dengan Intel dan Lenovo untuk membuka laboratorium Al.
Kepala sekolah SMA 80 Beijing, Ren Weidong, menekankan siswa dan guru seharusnya tidak hanya menyerap teori dan pengetahuan Al, tetapi menerapkannya secara kreatif dan praktis.
Sebagai contoh, Ren mengatakan jika seorang guru memperhatikan seorang siswa belakangan ini kurang terlibat dalam kelas dan sering terlambat mengumpulkan tugas, guru tersebut dapat menggunakan AI sebagai asisten teknis untuk mengakses data tentang kemajuan belajar siswa, catatan kehadiran, dan jam belajar daring, sehingga memungkinkan komunikasi tatap muka yang lebih cepat, lebih empatik, dan lebih efektif.
"Oleh karena itu, kami mendorong para guru berani memanfaatkan teknologi Al untuk meningkatkan efisiensi pengajaran, sekaligus menekankan pentingnya perhatian manusia dan bimbingan yang dipersonalisasi," katanya.
"Sekolah harus menetapkan pedoman dan proses untuk pengajaran kolaboratif manusia-mesin agar mencegah penyalahgunaan atau penggunaan teknologi yang kurang optimal," tegasnya.
Otoritas lokal menekankan akan memperkuat upaya untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan.
"Beijing mencurahkan lebih banyak upaya untuk meningkatkan standar manajemen dan evaluasi model AI pendidikan dan membangun sistem pemantauan siklus hidup data untuk memperkuat keamanan dan perlindungan etika algoritma," kata Zhang.
