Masuk Sekolah Agak Siang Bikin Remaja Belajar Lebih Baik, Hasil Riset

ADVERTISEMENT

Masuk Sekolah Agak Siang Bikin Remaja Belajar Lebih Baik, Hasil Riset

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Kamis, 12 Mar 2026 17:31 WIB
Ilustrasi sekolah
Ilustrasi sekolah Foto: Getty Images/GlobalStock
Jakarta -

Sebuah penelitian terbaru dari University of Zurich (UZH), Swiss mengungkap memulai sekolah sedikit lebih siang dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dan prestasi belajar remaja.

Dengan jadwal yang lebih fleksibel di pagi hari, para siswa tidak hanya tidur lebih lama, tetapi juga menunjukkan kondisi kesehatan dan performa akademik yang lebih baik.

Penelitian tersebut berangkat dari kenyataan banyak remaja mengalami kekurangan tidur kronis pada hari sekolah. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan mereka, tetapi juga berdampak langsung pada kemampuan belajar di kelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan ini menambah bukti ilmiah yang semakin kuat bahwa jadwal sekolah yang terlalu pagi sering kali tidak selaras dengan ritme biologis remaja. Riset tersebut telah dipublikasikan dengan judul The power of flexible school start times: Longitudinal associations with sleep, health, and academic performance di Journal of Adolescent Health.

ADVERTISEMENT

Remaja Rentan Kurang Tidur

Para peneliti menjelaskan masa remaja ditandai oleh perubahan alami pada ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun manusia.

Pada usia remaja, tubuh cenderung membuat seseorang merasa mengantuk lebih larut di malam hari. Akibatnya, mereka secara alami juga membutuhkan waktu bangun yang lebih siang.

Namun banyak sekolah di seluruh dunia masih memulai kegiatan belajar sejak pagi hari, sehingga remaja terpaksa bangun lebih awal dari yang dibutuhkan oleh tubuh mereka. Ketidaksesuaian antara jadwal sekolah dan ritme biologis ini sering menyebabkan kekurangan tidur kronis pada siswa.

"Kekurangan tidur kronis tidak hanya memengaruhi kesejahteraan, tetapi juga berdampak nyata pada kesehatan mental, perkembangan fisik, dan kemampuan belajar," ujar Oskar Jenni dari University of Zurichcdikutip dari laman resmi kampus.

Cara Jadwal Sekolah Fleksibel Bantu Siswa

JoΓ«lle Albrecht, Reto Huber and Oskar Jenni dari University of Zurich and the University Children's Hospital Zurich melakukan penelitian di Gossau Upper Secondary School, sebuah sekolah menengah atas yang menerapkan sistem jam sekolah fleksibel.

Siswa memiliki pilihan untuk mengikuti modul sebelum kelas reguler dimulai di pagi hari, siang hari, dan sore hari. Ini berarti siswa bisa memutuskan kapan mereka memulai jam sekolah. Mereka dapat datang pukul 7.30 pagi atau menunggu hingga pukul 8:30 pagi, ketika kelas resmi dimulai.

Dalam sistem tersebut, pelajaran pertama di pagi hari tidak bersifat wajib. Siswa diberi pilihan untuk datang lebih awal dan mengikuti kelas tambahan, atau memulai kegiatan belajar sedikit lebih siang.

Dengan kata lain, bagian wajib dari jadwal sekolah dimulai lebih lambat dibandingkan sistem tradisional yang biasanya mengharuskan siswa hadir sejak pagi. Pendekatan ini memungkinkan para siswa menyesuaikan waktu bangun mereka dengan kebutuhan tidur yang lebih alami.

Hasil penelitian menunjukkan 95 % siswa memanfaatkan fleksibilitas tersebut untuk mendapatkan waktu tidur tambahan. Secara rata-rata, siswa tidur sekitar 45 menit lebih lama pada hari sekolah dibandingkan ketika jadwal belajar dimulai lebih pagi.

Terdapat juga keuntungan lain. "Para siswa melaporkan lebih sedikit masalah sulit tidur, dan kualitas hidup terkait kesehatan meningkat," ringkas penulis utama JoΓ«lle Albrecht.

Reto Huber menambahkan waktu mulai sekolah yang fleksibel dapat menjadi pendekatan yang efektif dan praktis untuk mengurangi kurang tidur kronis dan meningkatkan kesehatan mental serta prestasi akademik remaja.

Hasil pembelajaran objektif dalam bahasa Inggris dan matematika meningkat dibandingkan sebelumnya. "Memulai kelas lebih siang dapat memberikan kontribusi signifikan untuk mengatasi krisis kesehatan mental yang terjadi saat ini di kalangan siswa,"kata Huber.

Halaman 2 dari 2
(rhr/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads