Profil SD Putri Minab Iran yang Digempur Misil Israel, Korban Capai 108 Orang

ADVERTISEMENT

Profil SD Putri Minab Iran yang Digempur Misil Israel, Korban Capai 108 Orang

Devita Savitri - detikEdu
Minggu, 01 Mar 2026 10:31 WIB
Serangan Israel-AS ke Iran.
Serangan Israel-AS ke Iran. Salah satu targetnya adalah SD khusus putri di Minab, Iran selatan. Foto: Viory
Jakarta -

Dunia kembali digemparkan dengan serangan yang diberikan Israel kepada Iran pada akhir Februari 2026. Salah satu serangan misil ditujukan pada sebuah sekolah dasar (SD) khusus putri di daerah Minab, Iran.

SD tersebut diketahui bernama Shajareh Tayyebeh Girls' Elementary School yang berada di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran bagian selatan. Aljazeera menyebutkan, misil Israel telah menewaskan 108 orang sejak Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat.

"Serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan, Iran selatan, menewaskan 108 orang," tulis laporan Al Jazeera, dikutip Minggu (1/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi membagikan foto keadaan sekolah setelah serangan terjadi. Ia mengecam Israel dan Amerika Serikat (AS) karena menewaskan anak-anak yang tidak bersalah.

"Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan begitu saja," kata Araghci.

ADVERTISEMENT

Profil SD Putri di Minab Iran

Pada dasarnya tidak banyak sumber terkait profil Shajareh Tayyebeh Girls' Elementary School. SD ini awalnya sekolah lokal biasa khusus siswi perempuan di wilayah Minab.

Oleh karena itu, kegiatan belajar mengajar tidak mendapat sorotan media global. Namun, namanya langsung dikenal dunia usai tragedi besar serangan misil Israel dan AS kepada Iran.

Dalam sebuah studi yang terbit di laman ProQuest tentang gambaran Pendidikan di Iran, dijelaskan negara tersebut punya sistem pendidikan yang sangat terpusat. Sistem pendidikannya mengacu pada model sistem pendidikan Prancis era Napoleon pada abad ke-19.

Kementerian Pendidikan Iran punya kekuasaan untuk menetapkan kurikulum nasional untuk semua mata pelajaran, buku pelajaran, dan jam sekolah. Pada 2025, Menteri Pendidikan Iran mengumumkan perubahan jadwal sekolah secara nasional karena negara tersebut tengah krisis energi.

Melansir IranWire, sekolah dimulai pukul 06.00 pagi dan dibagi dalam dua shift sekolah. Sift pertama mulai pukul 6.00-09.30 pagi dan sift kedua pada 10.00-13.00 waktu setempat.

Hal ini juga berlaku di Shajareh Tayyebeh Girls' Elementary School. Sekolah ini menerapkan jam sekolah reguler Iran dan menyelenggarakan pendidikan dasar formal untuk siswi perempuan usia 6-12 tahun.

Laman Human Right Activist News Agency (HRNA) menjelaskan serangan terjadi ketika sekolah menyelenggarakan shift pagi. Pada saat serangan berlangsung, terdapat 170 siswi yang tengah bersekolah.

Diketahui, lokasi Shajareh Tayyebeh Girls' Elementary School berada dekat dengan instalasi militer lokal yang kemungkinan menjadi alasan serangan diluncurkan. BBC menyebutkan lokasi SD tersebut sekitar 600 meter dari pangkalan IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps).

Lebih lanjut BBC melaporkan, serangan misil akan terus berlanjut antara Iran dan Israel. Terbaru, Presiden AS Donald Trump mengatakan bila pemimpin Iran Ali Khamenei telah meninggal dunia, pihak Iran kini telah mengonfirmasi dan membenarkan kabar tersebut.




(det/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads