Mendikdasmen Usul Tambah Dana Pemulihan Pascabencana Sumatera Rp 2,4 T, DPR Dukung

Mendikdasmen Usul Tambah Dana Pemulihan Pascabencana Sumatera Rp 2,4 T, DPR Dukung

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 18 Feb 2026 20:00 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti luncurkan Permendikdasmen Nomor 6/2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti usul tambahan dana untuk penaggulangan pascabencana hingga Rp 2,4 triliun. Foto: YouTube/Kemendikdasmen
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengusulkan tambahan dana untuk pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengusulkan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) sebesar Rp 2,4 triliun.

"Koordinasi percepatan pengurusan anggaran biaya tambahan, ini yang akan kami usulkan Pak Pimpinan (kepada Ketua DPR Sufmi Dasco) Rp 2,4 triliun," kata Menteri Mu'ti.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera bersama Pimpinan DPR RI yang disiarkan secara daring melalui YouTube TVR Parlemen Rabu (18/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penggunaan Biaya Tambahan Kemendikdasmen

Kemendikdasmen akan menggunakan ABT untuk proses penanganan pascabencana, termasuk revitalisasi sekolah, tunjangan khusus guru (TKG), hingga penyaluran bantuan pemerintah berupa peralatan.

ADVERTISEMENT

Pada minggu ke III dan ke IV Februari 2026, Kemendikdasmen akan melanjutkan penandatanganan kerjasama (PKS) Revitalisasi sekolah terdampak bagi 1.204 sekolah. Seluruh sekolah ini tersebar di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan proses verifikasi dan pembuatan rekening bagi 13 ribu guru dengan nilai bantuan tunjangan khusus guru (TKG) sebesar Rp 83,3 miliar. Besaran TKG adalah Rp 2 juta per guru dan tenaga kependidikan selama 3 bulan.

Untuk mendapatkan TKG, Kemendikdasmen tidak memberikan syarat beban mengajar kepada guru. Dalam jangka waktu yang sama, Kemendikdasmen juga akan menyalurkan bantuan peralatan.

Peralatan yang dimaksud, seperti alat teknologi, komputer, peralatan lab, peralatan olah raga, alat pembersihan, dan alat permainan edukatif (APE).

Ketua Komisi X DPR Langsung Minta ke Menkeu

Mitra kerja Kemendikdasmen, Komisi X memberikan dukungan terkait pengusulan ABT sebesar Rp 2,4 triliun. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian berharap proses revitalisasi satuan pendidikan segera dilaksanakan.

Meski begitu, ia sadar bila keberlangsungan program juga tergantung pada anggaran. Saat ini, Kemendikdasmen menggunakan anggaran reguler untuk proses penanganan pendidikan di wilayah bencana Sumatera, sehingga mengusulkan ABT sebesar Rp 2,4 triliun.

Melihat hal ini, Hetifah langsung meminta kepada Menkeu Purbaya dan Mensesneg Prasetyo Hadi untuk memastikan ABT ini terpenuhi.

"Mohon Pak Menteri Keuangan dan juga Bapak dari Mensesneg memastikan bahwa anggaran yang terkait dengan revitalisasi itu bukan semata-mata juga infrastruktur, tapi juga termasuk perangkat sekolah, termasuk mebeler, termasuk laboratorium, termasuk juga SDM, guru-guru dan tenaga kependidikan yang terdampak," jelasnya.

Melengkapi Hetifah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati ikut beri pesan kepada Menteri Mu'ti. Ia membeberkan kenyataan di lapangan bila banyak sekolah yang seluruh peralatannya rusak dan tentu mengganggu proses belajar mengajar.

Untuk itu, ia berpesan agar Mendikdasmen tak ragu mengajukan anggaran. Anggaran yang mencukupi diyakini Esti bisa membuat pendidikan pascabencana Sumatera bisa pulih.

"Saya menandaskan Pak Menteri Pendidikan Dasar Menengah, saya kira mengajukan anggarannya jangan ragu untuk mengembalikan bagaimana pendidikan kita bisa pulih seperti sedia kala dengan peralatan yang memadai dan bermutu, berkeadilan, setara untuk semua," tegas Esti.




(det/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads