Dari 40 Juta Siswa di Dapodik, Baru 379 Ribu Murid yang Prestasinya Terdata Nasional

ADVERTISEMENT

Dari 40 Juta Siswa di Dapodik, Baru 379 Ribu Murid yang Prestasinya Terdata Nasional

Devita Savitri - detikEdu
Senin, 02 Feb 2026 15:30 WIB
Dari 40 Juta Siswa di Dapodik, Baru 379 Ribu Murid yang Prestasinya Terdata Nasional
Kondisi jumlah murid berprestasi yang terdata nasional di Kemendikdasmen. Foto: Devita Savitri/detikEdu
Jakarta -

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Maria Veronica Irene Herdjiono, menyebut dari 40 juta murid yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), baru 379 ribu murid teridentifikasi unggul dan diakui tingkat nasional oleh pemerintah pusat. Jumlah ini merupakan murid yang berprestasi tingkat nasional maupun internasional.

Seluruh data murid berprestasi ini tercantum dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT). SIMT dikelola oleh Puspresnas sebagai basis data talenta murid nasional yang terintegrasi.

"SIMT sampai dengan hari ini sudah tercatat 379 ribu siswa dari sekitar 40 juta yang ada di Dapodik. Jadi, anak-anak yang sudah teridentifikasi unggul sebesar 379 ribu (murid)," papar sosok yang akrab dipanggil Irene itu dalam Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), di Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Senin (2/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masih Banyak Murid Berprestasi Belum Terdata

Lebih lanjut, Irene menyebut jumlah murid berprestasi yang terdata di SIMT belum seluruhnya. Ia yakin masih banyak murid berprestasi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Untuk itu, Kemendikdasmen berencana memperluas proses kurasi prestasi hingga ke pelosok daerah di seluruh Indonesia. Kurasi prestasi berperan untuk aktualisasi talenta murid dan apresiasi talenta sebagai dasar pemberian penghargaan dan fasilitasi.

"Kurasi daerah kita perluas karena sebenarnya masih banyak sekali, mutiara-mutiara di daerah yang bisa kita identifikasi," sambungnya.

Proses mengidentifikasi talenta murid bagi Irene seperti lari maraton yang panjang dan perlu estafet peran dari berbagai pihak. Pihak-pihak yang dimaksud, seperti sekolah, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.

"Pelaksanaan manajemen talenta nasional ini ibaratnya seperti kita lari, bukan lari sprint jarak pendek, tapi lari maraton dan perlu estafet. Jadi ada keberlanjutan dari tingkat sekolah sampai dengan pusat atau sebaliknya," jelas Irene.

Aturan Manajemen Talenta Murid

Kemendikdasmen mengatur soal Manajemen Talenta Murid dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid yang berlaku sejak 17 Desember 2025 lalu.

Permendikdasman ini mengatur bila manajemen talenta murid dilaksanakan secara berkelanjutan. Pengelolaan talenta dilakukan dengan prinsip berpusat pada murid, inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

"Kami ingin hal yang kita kembangkan ini benar-benar berangkat dari potensi, minat, dan bakat dari murid dan tentu saja inklusif. Tidak hanya sasaran tertentu, namun meluas ke seluruh Indonesia," bebernya.

Proses manajemen talenta murid dilakukan melalui lima tahapan, yaitu:

1. Identifikasi bakat dan minat murid

Irene menyebut beberapa sekolah sudah mulai mengidentifikasi bakat dan minat murid ketika di awal semester. Tujuannya untuk memetakan minat dan bakat murid sehingga bisa diikutsertakan di bidang-bidang lomba nasional dan internasional.

2. Pengembangan bakat dan minat murid

Di tahap pengembangan, Puspresnas menyelenggarakan Bina Talenta Indonesia. Bina Talenta Indonesia adalah program pengembangan talenta murid dan kapasitas guru sebagai pemandu talenta di bidang STEM, Koding, dan Kecerdasan Artifisial, serta penguatan karakter.

3. Aktualisasi talenta

Aktualiasai talenta digelar melalui berbagai ajang Puspresnas. Tujuannya untuk mengindetifikasi murid yang punya peranan dan memberikan dampak ke masyarakat.

4. Apresiasi

Apresiasiasi diberikan dalam bentuk karier belajar, karier bekerja, maupun dalam bentuk kesejahteraan.

5. Kapitalisasi talenta murid

Kapitalisasi talenta murid dijelaskan seperti pemberdayaan murid berprestasi. Salah satu contohnya adalah menyebarkan praktik baik melalui alumni ke sekolah-sekolah.

"Ketika kakak tingkatnya punya prestasi yang baik, punya profil yang baik, maka sekolah tentu saja bisa memperluasnya atau melanjutkan ke adik-adiknya," urai Irene.

Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara berjenjang dan terintegrasi, mulai dari tingkat sekolah hingga nasional dan internasional.



(det/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads